Abstract. Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia, including West Java, which has the highest disease burden. Early and accurate diagnosis is essential to interrupt TB transmission, one of which is achieved through the Molecular Rapid Test (MRT), which can detect Mycobacterium tuberculosis while also indicating the degree of positivity as a marker of bacterial load. This study aimed to analyze differences in the degree of positivity of TB MRT results based on age and sex at Al-Islam Hospital Bandung. This study employed a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of patients who underwent TB MRT examination at Al-Islam Hospital Bandung during the 2023–2025 period. Data were collected from secondary sources in the form of medical records using purposive sampling, resulting in 385 samples. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-square test through SPSS version 29.0. The results showed a statistically significant association between age and sex with TB MRT results (p<0.05). The adult age group (45–59 years) and male patients exhibited higher MRT positivity levels compared to other groups. These findings indicate that biological, hormonal, and behavioral factors contribute to the increased bacterial load in TB patients. In conclusion, adult age and male sex are important risk factors for higher TB MRT positivity levels. It is recommended that TB screening and control strategies prioritize high-risk groups to support the achievement of TB elimination targets. Abstrak. Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat yang memiliki beban kasus tertinggi. Diagnosis dini dan akurat sangat penting untuk memutus rantai penularan TB, salah satunya melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) yang mampu mendeteksi Mycobacterium tuberculosis sekaligus menggambarkan derajat positivitas sebagai indikator beban bakteri. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan derajat positivitas hasil pemeriksaan TCM TB berdasarkan usia dan jenis kelamin di RS Al-Islam Bandung.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Objek penelitian adalah pasien yang menjalani pemeriksaan TCM TB di RS Al-Islam Bandung periode 2023–2025. Data dikumpulkan dari sumber sekunder berupa rekam medis dengan teknik purposive sampling sebanyak 385 sampel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui SPSS versi 29.0.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan hasil TCM TB (p<0,05). Kelompok usia dewasa (45–59 tahun) dan pasien laki-laki memiliki tingkat positivitas TCM yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor biologis, hormonal, dan perilaku berperan dalam tingginya beban bakteri TB.Disimpulkan bahwa usia dewasa dan jenis kelamin laki-laki merupakan faktor risiko penting terhadap tingginya derajat positivitas TCM TB. Disarankan agar strategi skrining dan pengendalian TB difokuskan pada kelompok berisiko tinggi untuk mendukung pencapaian target eliminasi TB.