Nadhirah Aliyyah Saffanah
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Self-Management Penderita Hipertensi Berdasarkan Karakteristik Sosiodemografi di Puskesmas Sukajadi Bandung Nadhirah Aliyyah Saffanah; Yuli Susanti; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science 1045-1052
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22468

Abstract

Abstract. Hypertension is a chronic disease that requires optimal self-management to prevent complications. This study aims to describe self-management among hypertensive patients at Primary Health Care (PHC) Sukajadi, Bandung. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach involving 75 respondents selected through consecutive sampling. Self-management was measured using the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Data were collected through structured interviews and analyzed using univariate analysis. The results showed that most respondents had adequate levels of self-management. The self-integration component was relatively balanced between good and adequate categories, while self-regulation, interaction with healthcare providers, and self-monitoring were predominantly in the adequate category. Medication adherence was the strongest component, with most respondents categorized as good. These findings indicate that self-management among hypertensive patients is generally adequate but still requires improvement, particularly in behavioral and self-regulatory aspects. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-management pada penderita hipertensi di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui self-management yang optimal untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 75 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Self-management diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self-management pada kategori cukup. Komponen integrasi diri relatif seimbang antara kategori baik dan cukup, sedangkan regulasi diri, interaksi dengan tenaga kesehatan, serta pemantauan diri didominasi kategori cukup. Kepatuhan terhadap regimen pengobatan merupakan komponen dengan kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa self-management penderita hipertensi secara umum berada pada kategori cukup dan masih memerlukan peningkatan, khususnya pada aspek perilaku dan pengelolaan mandiri.