Nurasyah Nurasyah
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Layanan Konseling Kelompok Teknik Assertive Training untuk Mereduksi Konformitas Negatif: Perbandingan Jenis Kelamin Chandra Wahyudi; Nurasyah Nurasyah; Abdul Mujib; Chandra Wahyudi; Nurasyah Nurasyah; Abdul Mujib; Dewi Febriana Purba
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i8.2025.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas layanan konseling kelompok teknik assertive training dalam mereduksi konformitas negatif dan membandingkan efektivitasnya berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pretest-posttest one group design melibatkan 7 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala konformitas negatif dan dianalisis dengan paired sample t-test dan independent sample t-test. Uji normalitas menunjukkan data terdistribusi normal (Kolmogorov-Smirnov sig. = 0,200 > 0,05; Shapiro-Wilk pretest sig. = 0,777, posttest sig. = 0,928). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (sig. 2-tailed = 0,000 < 0,05), dengan rata-rata skor pretest 128,14 menurun menjadi 68,29 pada posttest, membuktikan efektivitas assertive training dalam mereduksi konformitas negatif. Analisis perbandingan jenis kelamin menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada skor pretest antara laki-laki dan perempuan (p = 0,400 > 0,05), mengindikasikan kondisi baseline yang setara. Demikian pula, analisis posttest menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin yang signifikan (p = 0,788 > 0,05), menunjukkan bahwa assertive training sama-sama efektif untuk kedua jenis kelamin. Temuan mendukung bahwa konseling kelompok dengan teknik assertive training dapat diimplementasikan secara universal tanpa modifikasi khusus jenis kelamin, memberikan dasar evidence-based untuk praktik konseling yang inklusif.