Efektivitas organisasi sektor publik dalam memberikan layanan kepada masyarakat sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawai. Pegawai yang memiliki kinerja optimal dapat membantu organisasi mencapai tujuan, meningkatkan produktivitas, serta memberikan pelayanan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh populasi yang berjumlah 80 pegawai dijadikan sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap budaya organisasi, motivasi kerja, dan kinerja pegawai. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja pegawai, sedangkan secara simultan keduanya menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien determinasi sebesar 32,8% menunjukkan bahwa budaya organisasi dan motivasi kerja mampu menjelaskan 32,8% variasi kinerja pegawai, sedangkan 67,2% sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya organisasi yang positif dan peningkatan motivasi kerja dapat menjadi upaya untuk mendorong kinerja pegawai. Kemudian organisasi perlu membangun lingkungan kerja yang kondusif, memperkuat nilai-nilai organisasi, serta memberikan dorongan yang sesuai agar pegawai mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.