Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kondisi Fungsi Eksekutif Anak Usia 7-9 Tahun Berdasarkan Pola Asuh Orang Tua: Studi di Daerah Pesisir dan Pegunungan Kota Bima Nasution Nasution; Agrippina Wiraningtyas; Alya Nurmaya; Ahyansyah Ahyansyah; Sukma Mawaddah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2694

Abstract

Pola asuh orang tua memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kemampuan fungsi eksekutif anak. Khususnya pada anak sekolah dasar usia 7-12 tahun, dimana sebagai subjek yang memerlukan arahan dan bimbingan dikarenakan belum sempurnanya pembentukan karakter dan kepribadian secara utuh terhadap dirinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuanitatif dengan model survei. Analisis data menggunakan analisis deskripstif, analisis isi, dan analisis kritis. Hasil pengkajian tersebut selanjutnya dijadikan referensi untuk menemukan pengaruh pola asuh orangtua terhadap pembentukan kemampuan fungsi eksekutif anak usia 7-12 tahun. Adapun pola asuh orang tua dibedakan menjadi 3 (tiga) point utama, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Walaupun secara mendasar, setiap pola asuh yang diterapkan orang tua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun terdapat beberapa faktor yang mampu mempengaruhi hasil dari pola asuh orang tua terhadap anak, berupa karakteristik keluarga, karakteristik anak, dan lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa rata-rata gaya pengasuhan yang diterapkan pada anak sekolah dasar di pesisir dan pegunungan kota Bima usia 7-12 tahun adalah pola asuh demokrasi. Selain itu, secara kualitas pola asuh ini lebih baik dalam mendidik kedisiplinan pada anak dengan pola asuh yang lebih fleksibel, sehingga membuat hubungan orang tua dengan anak memberikan kesan hangat dan komunikasi di antara kedua belah pihak.
Mengembangkan Struktur dan Alur Pembelajaran Etno-STEM Berbasis Puru Timbu Untuk Pembelajaran Geometri, Pecahan, dan Aritmetika Sosial Sukma Mawaddah; Ahyansyah Ahyansyah; Andy Hasliyati Ike Safitri
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i4.5361

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan struktur dan alur pembelajaran ETNO-STEM berbasis Puru Timbu untuk pembelajaran geometri, pecahan, dan aritmetika sosial di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnomatematika dan tahapan rekonstruksi pedagogis. Data penelitian bersumber dari hasil eksplorasi aktivitas Puru Timbu masyarakat Mbojo yang meliputi pemilihan bambu, pengukuran, pengolahan, pemotongan, serta aktivitas produksi dan jual beli. Analisis dilakukan melalui identifikasi aktivitas matematis, pemetaan konsep matematika sekolah dasar, integrasi komponen ETNO-STEM, dan penyusunan struktur serta alur pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puru Timbu mengandung konsep pengukuran, geometri bangun ruang berbentuk tabung, pecahan, serta aritmetika sosial yang meliputi modal, harga jual, pendapatan, dan keuntungan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan struktur pembelajaran ETNO-STEM yang terdiri atas tujuh tahap, yaitu eksplorasi budaya, identifikasi masalah, investigasi matematika, rekayasa dan perancangan, pemodelan matematis, penerapan dan komunikasi, serta refleksi budaya. Alur pembelajaran bergerak dari pengalaman konkret Puru Timbu menuju representasi matematis dan konsep formal. Struktur yang dihasilkan dapat menjadi landasan pengembangan bahan ajar, LKPD, modul, dan learning trajectory berbasis ETNO-STEM untuk pembelajaran matematika sekolah dasar.