Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Rancang Bangun DC to DC Converter Sebagai Driver Lampu LED Penerangan Rumah Tangga Pesisir Berbasis PLTS Turahyo Turahyo; Arfittariah Arfittariah; Rachmah Agus Putri; Abadi Nugroho; Nur Imansyah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i2.8837

Abstract

Abstrak - Di Indonesia masih banyak dijumpai daerah-daerah yang belum teraliri arus listrik PLN. Daerah-daerah tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya yang biasa dikenal dengan PLTS sebagai suplai energi listriknya. Energi listrik tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti sebagai suplai penerangan rumah tangga. Pada umumnya lampu penerangan yang digunakan rumah tangga menggunakan tegangan AC 220-240 volt. Pada kondisi tertentu lampu penerangan rumah tangga dapat dinyalakan menggunakan tegangan DC. Tegangan DC berkisar dari 80-125 volt dapat digunakan untuk menyalakan lampu penerangan. Untuk itu agar PLTS dapat digunakan secara langsung untuk menyalakan lampu penerangan perlu dilakukan penyamaan level tegangan antara tegangan keluaran PLTS dengan tegangan suplai lampu penerangan.  DC to Dc converter dengan topologi boost konverter digunakan dalam penelitian ini.Tegangan DC sebesar 12 volt dari keluaran PLTS dinaikkan level tegangannya menjadi sekitar 95 volt DC. Output DC to Dc converter ini dapat di gunakan untuk menyalakan lampu led penerangan sebanyak 8 buah. Setelah dilakukan pengujian secara empiris didapatkan hasil, efisisensi DC to DC converter sebesar 70,7 % dengan arus kurang dari 35 mA.Kata kunci: Lampu Penerangan, Solar Cell, DC to DC Converter, Tegangan, Arus. Abstract - In Indonesia, there are still many areas that have not been connected to PLN electricity. These areas use solar power plants commonly known as PLTS as their electricity supply. The electricity is used for daily needs such as household lighting supplies. In general, household lighting uses 220-240 volt AC voltage. Under certain conditions, household lighting can be turned on using DC voltage. DC voltage ranging from 80-125 volts can be used to turn on lighting. For this reason, so PLTS can be used directly to turn on lighting, it is necessary to equalize the voltage level between the PLTS output voltage and the lighting supply voltage. A DC to DC converter with a boost converter topology is used in this study. The DC voltage of 12 volts from the PLTS output is increased to around 95 volts DC. The output of this DC to DC converter can be used to turn on 8 LED lighting lamps. After empirical testing, the results obtained were that the efficiency of the DC to DC converter was 70.7% with a current of less than 35 mA.Keywords: Lighting, Solar Cell, DC to DC Converter, Voltage, Current.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Imansyah, Nur; Putri, Rachmah Agus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5372

Abstract

Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru
Implementasi Teknologi Monitoring Ketinggian Air Laut Berbasis Internet Of Things (IoT) Untuk Mitigasi Bencana Pesisir arfittariah fitta; Zaini; Nur Imansyah; Peri Febriadi; Zecha Nurfamada; Radja Athallah
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.341

Abstract

Wilayah pesisir memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir rob, gelombang pasang, dan kenaikan muka air laut yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Keterbatasan sistem pemantauan secara real-time menjadi salah satu kendala dalam upaya mitigasi dan pengambilan keputusan secara cepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi monitoring ketinggian air laut berbasis Internet of Things (IoT) sebagai sistem peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pemasangan perangkat monitoring yang terdiri atas sensor ketinggian air, mikrokontroler, dan modul komunikasi internet, pengembangan dashboard pemantauan berbasis web atau aplikasi, serta pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam mengoperasikan dan memanfaatkan data hasil monitoring. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kinerja sistem, tingkat pemahaman peserta, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi peringatan dini. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sistem monitoring ketinggian air laut yang mampu memberikan informasi secara real-time kepada masyarakat pesisir, meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir, serta terbangunnya budaya kesiapsiagaan berbasis teknologi. Implementasi teknologi IoT ini diharapkan menjadi solusi yang efektif, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan dalam mendukung pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir.
Sistem Rekomendasi Pola Hidup Adaptif Berbasis AI untuk Mengurangi Craving pada Mantan Perokok Nur Imansyah; Abadi Nugroho
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6983

Abstract

Smoking is one of the leading risk factors for various chronic diseases. Although many smokers successfully quit, the urge to smoke again (craving) remains a major cause of relapse. This study aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-Based Adaptive Lifestyle Recommendation System to assist former smokers in managing and reducing craving levels. The proposed system utilizes the Random Forest algorithm to predict craving levels based on several factors, including mood, time of day, daily activities, coffee consumption, and sleep duration. The AI model is trained and evaluated using a prepared dataset, with performance measured using Mean Squared Error (MSE). Prediction results are then used to generate adaptive lifestyle recommendations tailored to the user's craving risk level. The system is implemented as a mobile application integrated with a backend API service. The research methodology consists of requirements analysis, AI model and system design, application development, limited user testing, and system evaluation. The expected outputs include a craving prediction model, an AI-based adaptive recommendation application, and scientific publications. This research is expected to provide an innovative digital solution that supports former smokers in maintaining a smoke-free lifestyle and reducing the risk of relapse.
Sistem Rekomendasi Pola Hidup Adaptif Berbasis AI untuk Mengurangi Craving pada Mantan Perokok Nur Imansyah; Abadi Nugroho
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6985

Abstract

Smoking is one of the leading risk factors for various chronic diseases. Although many smokers successfully quit, the urge to smoke again (craving) remains a major cause of relapse. This study aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-Based Adaptive Lifestyle Recommendation System to assist former smokers in managing and reducing craving levels. The proposed system utilizes the Random Forest algorithm to predict craving levels based on several factors, including mood, time of day, daily activities, coffee consumption, and sleep duration. The AI model is trained and evaluated using a prepared dataset, with performance measured using Mean Squared Error (MSE). Prediction results are then used to generate adaptive lifestyle recommendations tailored to the user's craving risk level. The system is implemented as a mobile application integrated with a backend API service. The research methodology consists of requirements analysis, AI model and system design, application development, limited user testing, and system evaluation. The expected outputs include a craving prediction model, an AI-based adaptive recommendation application, and scientific publications. This research is expected to provide an innovative digital solution that supports former smokers in maintaining a smoke-free lifestyle and reducing the risk of relapse.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Implementasi Sistem Peringatan Dini Kenaikan Muka Air Laut Berbasis Sensor Ultrasonik dan WhatsApp Nur Imansyah; Arfittariah Arfittariah; Zaini Zaini; Abadi Nugroho; Turahyo Turahyo
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 4 No. 3 (2026): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v4i3.2336

Abstract

Tanjung Laut Indah Village, Bontang City, is a coastal area that is vulnerable to sea level rise, high tides, and tidal flooding, making an effective early warning mechanism essential for disaster risk reduction. This Community Service Program (PKM) aims to empower the coastal community through the implementation of an early warning system for sea level rise based on an ultrasonic sensor and WhatsApp notifications. The system employs a waterproof ultrasonic sensor integrated with an ESP32 microcontroller to monitor sea level changes in real time. Measurement data are compared with predefined threshold values to classify conditions into Safe, Advisory, Warning, and Emergency levels. When the measured water level exceeds the specified threshold, the system automatically sends warning messages to community members and relevant stakeholders via WhatsApp. The implementation method includes community needs assessment, system design and installation, user training on system operation and maintenance, and evaluation through functional testing and questionnaires. The expected outcomes are improved community awareness, preparedness, and capacity in responding to coastal hazards, the availability of an easy-to-use early warning system, and the establishment of a rapid, accurate, and sustainable information dissemination mechanism to support community-based disaster mitigation.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Nur Imansyah; Rachmah Agus Putri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5372

Abstract

Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS REALITAS TERTAMBAH PADA MATA KULIAH SISTEM JARINGAN KOMPUTER Nur Imansyah; Sri Handani Widiastuti
INTI Nusa Mandiri Vol. 15 No. 2 (2021): INTI Periode Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/inti.v15i2.2000

Abstract

Penyampaian bahan ajar dalam perkuliahan adalah salah satu bagian yang menentukan peserta didik paham akan materi yang disampaikan terutama ketika bahan perkuliahan adalah hal yang menuntut peralatan yang mendukung aktifitas di luar ruangan atau membutuhkan perangkat praktikum yang tidak memungkinkan diterapkan pada ruangan misalnya adalah praktikum mengenai penggambaran Fresnel Zone dan Terkadang penyampaian yang monoton membuat bosan peserta didik sehingga mereka kurang tertarik hingga kesulitan dalam memahai materi perkuliahan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan peralatan visual sehingga apa yang disampaikan dengan cara visual membuat peserta didik tertarik dengan materi yang disampaikan. Penyampaian secara visual dalam ruangan juga menjadi masalah ketika jumlah peserta didik banyak. Untuk itu diperlukan peralatan yang dapat memberikan informasi secara visual dan mudah digunakan ataupun dibawa yang dapat memacu aktifitas peserta didik untuk berinteraksi. Realitas tertambah merupkan model visual yang dapat memberikan pengalaman baru dalam berinteraksi antara obyek nyata dan obyek maya yang di bentuk dalam bentuk tiga dimensi, dengan menggunakan realitas tertambah yang dikemas sebagai bahan pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk memahami bahan ajar dalam perkuliahan.