Zul Ikhsan
Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi Pembelajaran Matematika Abad 21: Implementasi Asesmen Autentik dan Pemanfaatan Hasil Evaluasi Syarifuddin Syarifuddin; Azra Fauzi; St. Aisyah; Zul Ikhsan; Abdul Haris
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i4.5695

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang paling nyata memperlihatkan jarak antara janji kurikulum dan kenyataan di ruang kelas. Kurikulum menjanjikan penalaran, pemecahan masalah, dan kreativitas, sementara penilaian yang berjalan sehari-hari sebagian besar masih mengukur ketepatan prosedur. Makalah ini menelaah keterkaitan antara pengembangan kurikulum matematika abad ke-21, evaluasi pembelajaran, penerapan asesmen autentik, dan pemanfaatan hasil evaluasi. Kajian disusun melalui studi kepustakaan terhadap 28 artikel terbitan 2019 hingga 2026, yang terdiri atas 11 artikel berfokus pada pendidikan matematika dan 17 artikel bertema kurikulum serta evaluasi secara umum, dianalisis dengan teknik analisis isi tematik. Empat temuan diperoleh. Pertama, kurikulum matematika Indonesia secara konseptual telah memuat kompetensi abad ke-21 sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi hingga Kurikulum Merdeka, tetapi pelaksanaannya masih terhambat kesiapan pedagogis guru, keterbatasan sarana, dan dominasi pembelajaran berpusat pada guru. Kedua, kompetensi matematis abad ke-21 berkembang melalui pengalaman belajar tertentu, yaitu pembelajaran berbasis masalah, berbasis proyek, pendekatan saintifik, dan STEAM, bukan melalui penambahan materi. Ketiga, asesmen autentik terbukti valid dan reliabel untuk mengukur kompetensi matematis secara menyeluruh, namun penyusunan rubrik dan indikator kinerja masih menjadi kendala utama guru. Keempat, hasil evaluasi matematika umumnya berhenti sebagai angka pelaporan dan belum menjadi dasar perbaikan desain pembelajaran. Makalah ini menawarkan kerangka keselarasan konstruktif beserta ilustrasi satu unit pembelajaran matematika yang menautkan tujuan, pengalaman belajar, asesmen, dan tindak lanjut dalam satu siklus mutu.