Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Tanjung Pering Kabupaten Ogan Ilir Dalam Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Untuk Mendukung Pelayanan Publik Berbasis Digital Muhammad Nur Budiyanto; Andries Lionardo; Junaidi Junaidi; Arrahman Syafebri; Djunaidi Djunaidi; Amma Fathuurrahmaan; Alvina Sevtiani; Rizky Ghoffar Ismail
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v4i2.1005

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dalam memahami dan mengimplementasikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik berbasis digital. Kegiatan dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemahaman mengenai IKD, keterampilan penggunaan aplikasi digital, optimalisasi digitalisasi pelayanan desa, serta belum tersedianya panduan teknis bagi aparatur dalam mendampingi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik penggunaan IKD, pelatihan digitalisasi pelayanan publik, pendampingan, diskusi, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Kegiatan melibatkan tim dosen, mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat sebagai mitra. Hasil kegiatan secara kualitatif menunjukkan adanya penguatan literasi digital terkait fungsi IKD, alur penggunaan, peran aparatur sebagai fasilitator, serta penerapan pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap teknologi. Pendampingan juga memperjelas kebutuhan mitra terhadap panduan praktis dan asistensi bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital. Program ini menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik desa memerlukan peningkatan kompetensi aparatur, komunikasi yang mudah dipahami, pendampingan berkelanjutan, dan panduan teknis yang kontekstual.