Perencanaan pembelajaran di SD Negeri 3 Nagrak menjadi kompleks karena penggunaan dua kurikulum yang berbeda, yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perencanaan pembelajaran, kekurangan dan kelebihan kedua kurikulum, persiapan guru dan siswa, proses pembelajaran terstruktur, penggunaan media dan model pembelajaran, serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan pembelajaran, mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, memahami persiapan guru dan siswa dalam menghadapi tantangan implementasi kedua kurikulum, serta menjelaskan proses pembelajaran terstruktur, penggunaan media dan model pembelajaran, serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil penilaian di SD Negeri 3 Nagrak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada salah satu guru di SD Negeri 3 Nagrak. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2024. Berdasarkan hasil penlitian perencanaan pembelajaran di SD Negeri 3 Nagrak menghadapi kompleksitas karena penggunaan dua kurikulum yang berbeda. Kekurangan dan kelebihan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka telah diidentifikasi, serta persiapan guru dan siswa dalam menghadapi tantangan implementasi kedua kurikulum telah dilakukan dengan diagnosis awal yang cermat. Evaluasi penilaian menggunakan berbagai jenis instrumen, baik di bawah Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Kesimpulannya kompleksitas implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 3 Nagrak memerlukan upaya menyeluruh dalam perencanaan pembelajaran, persiapan guru dan siswa, serta penggunaan media dan model pembelajaran yang relevan. Meskipun terdapat tantangan, sekolah telah berusaha untuk memastikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan pendidikan sekolah.