Riyadi, Agus
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Aktor Dalam Program Literasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Radhwa di Desa Sumowono Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Raihan, Muhammad; Riyadi, Agus; Kasmuri, Kasmuri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v13i1.24179

Abstract

Kemampuan literasi menjadi landasan strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis relasi antar aktor dalam pengelolaan dan pengembangan program literasi di TBM Radhwa, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang, 2) untuk menganalisa efektivitas relasi antaraktor tbm radhwa terhadap keberlanjutan program literasi di Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna menguji kredibilitas data yang telah dikumpulkan. Dalam penelitian ini Terdapat tiga orang informan yang terlibat. Hasil penelitian menjukkan; 1) relasi antar aktor dalam pengelolaan dan pengembangan program literasi di TBM Radhwa, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang (1) kolaborasi strategis antara TBM dengan institusi pendidikan, (2) peran pendukung pemerintah desa dalam penyediaan sarana, dan (3) keterlibatan langsung warga dalam proses pengambilan keputusan. 2) efektivitas relasi antaraktor TBM Radhwa terhadap keberlanjutan program literasi di Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang adalah; guna menciptakan efektivitas literasi yang berkelanjutan program literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) Radhwa diwujudkan melalui kolaborasi multipihak. Pengelola TBM berperan sebagai aktor utama dengan menyediakan bahan bacaan dan membangun kemitraan dengan komunitas serta pemerintah. Relawan berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, pelatihan keterampilan dasar, dan mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan kreatif. Dukungan pemerintah dan lembaga pendidikan tercermin dari integrasi program literasi ke dalam kurikulum nonformal dan sosialisasi gerakan literasi. Melalui kolaborasi yang solid, TBM Radhwa tidak hanya menjadi ruang baca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dengan dampak jangka panjang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pola kolaborasi ini tidak sekadar mendongkrak minat baca, melainkan juga menjadi media peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang berakar pada nilai-nilai lokal.
The Role of Sheikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi in the Dynamics of Hajj in the Archipelago in the Late 19th and Early 20th Centuries Mardhiyah, Syifa; Rozaq, Abdul; Riyadi, Agus
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v9i2.26974

Abstract

This study aims to examine the profound role of Sheikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (1860-1916) in the dynamics of the history and practice of Hajj in Indonesia through a historical perspective and literature analysis. As a great scholar from Minangkabau who was appointed as the Grand Imam of the Shafi'i School of Law at the Grand Mosque, he became a central reform agent who connected the intellectual heritage of the Hijaz with the Indonesian Hajj pilgrims in the late 19th to early 20th centuries. This study uses a descriptive qualitative research approach, with references to historical research and library research. The results of this study are: Sheikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi's significant contribution lies in the reform of religious practices brought home by pilgrims, namely by opposing ta'assub mazhab and encouraging the purification of Hajj jurisprudence through an emphasis on the Qur'an and Sunnah. In addition, his strong criticism of traditionalism, especially the matrilineal inheritance system and the Naqsyabandiyah Order and the cadre formation of scholars (including the founders of Muhammadiyah and NU) fundamentally shaped the puritan and modernist identity of Islam in Indonesia. This research is expected to increase understanding of the Hajj as a channel for Islamic intellectual mobility.