Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Da’wah movement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah in strengthening ahlussunnah wal jamaah understanding in Surakarta City Kasmuri Kasmuri; Agus Riyadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13388

Abstract

Purpose - The aims of this study to recognize the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards ahlussunnah wal jamaah, as well as dakwah movement activities and reinforcement form performed by Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta CityMethod - This research is qualitative field research. Data collection was obtained through a free interview, participant observation, and documentation study. It is further analyzed through three stages i.e. reduction, display, and verification.Result - This study suggests that the view of the leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah could be divided into several points of view i.e. from the point of view of fiqh, science of hadith, science of sirah and science of aqidah. Dakwah movement and the form of reinforcement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City is by using various kinds of media and methods. Social media movement by creating apps, websites, and IT Developer, dakwah movement through printed media by the publishing of the book of aswaja as well as the law foundation completely, direct dakwah movement such as tabligh akbar.Implication – the implication of this research is related to the importance of the dakwah implementation in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaahOriginality – this research analyzes the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlusunnah wal jamaah, and the activities of dakwah movement in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City.   ***Tujuan - penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhah terhadap ahlussunnah wal jamaah, serta kegiatan gerakan dakwah dan bentuk penguatan yang dilakukan oleh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota SurakartaMetode - Penelitian ini merupakan penelitian lapangan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara bebas, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Selanjutnya dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi, display, dan verifikasi.Hasil - Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah dapat dibagi menjadi beberapa sudut pandang yaitu dari sudut pandang fiqh, ilmu hadits, ilmu sirah dan ilmu akidah. Gerakan dakwah dan bentuk penguatan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta adalah dengan menggunakan berbagai media dan metode. Gerakan media sosial dengan membuat aplikasi, website, dan IT Developer, gerakan dakwah melalui media cetak dengan penerbitan kitab aswaja serta yayasan hukum secara lengkap, gerakan dakwah langsung seperti tabligh akbar.Implikasi – implikasi penelitian ini terkait dengan pentingnya implementasi dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah.Orisinalitas – penelitian ini menganalisis pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlusunnah wal jamaah, dan aktivitas gerakan dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta.
Evaluation and Mapping of Disaster-Responsible and Resilient Villages in East Rembang Hamid, Nur; Juhadi, Juhadi; Kasmuri, Kasmuri; Riyadi, Agus; Mahat, Hanifah; Hashim, Mohmadisa; Rohmah, Umi Amanatur; Aroyandini, Elvara Norma
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i2.51570

Abstract

Indonesia's development must be connected to the important role of village empowerment and disaster resilience. Efforts to increase village empowerment and resilience to disasters have been carried out previously, especially in villages in East Rembang. Even so, there has yet to be an evaluation to measure its success. This research aims to evaluate and map village empowerment and resilience using research instruments consisting of aspects, indicators, sub-indicators, and questions regarding disasters in East Rembang. The four main stages of research include instrument development, measurements of empowered and disaster-resilient villages that have been carried out, mapping of measurement results, and based on recommendations. The data collection technique used is a document study with the data collection instrument, namely a document study sheet containing a scale for measuring village empowerment and disaster resilience. The village empowerment scale was developed based on geographic, government, population, social, agricultural, economic, and housing aspects. In contrast, the disaster-resilient village scale consists of six aspects that reflect the value of security from disasters, facilities, and mitigation efforts. This research shows seven categories of villages that are empowered and resilient to disasters. The three villages with the highest level of empowerment are Sluke, Sendangmulyo, and Kragan Villages in Sluke, Sarang, and Kragan Districts, respectively. Meanwhile, the three villages with the highest disaster resilience are Sanetan, Bendo and Langgar Villages, Sluke District.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SECARA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG Adissa, Kurnia Nur; Hamid, Nur; Riyadi, Agus; Kasmuri, Kasmuri; Mudhofi, Mudhofi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i2.18989

Abstract

Abstract: Tambak Lorok is a “kampung nelayan” that still seems slum in some places. Then, the government embraced the community to participate in preserving their environment by changing it to Kampung Bahari in 2014. This research aims to determine the forms of participation and sustainability of holding Kampung Bahari in Tambak Lorok, Semarang City. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through interviews and direct field observations. The research results show that the Tambak Lorok Community has realized forms of participation, which include energy participation, thought participation, property participation, skills and skills participation, and social participation. The sustainability of Kampung Bahari and several programs related to environmental preservation are still going well. The Tambak Lorok community continues to improve the quality of their area by carrying out many ongoing programs.Keywords: Society Participation; Environmental Consvertation; Tambak Lorok.Abstrak: Tambak Lorok merupakan “kampung nelayan” yang hingga saat ini masih terkesan kumuh di beberapa titik tempatnya. Kemudian pemerintah merangkul masyarakat untuk berpartisipasi dalam melestarikan lingkungannya sendiri, dengan merubahnya menjadi Kampung Bahari pada tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi serta keberlanjutan pelestarian kampung Bahari di Tambak Lorok Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi ke lapangan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tambak Lorok telah merealisasikan bentuk-bentuk partisipasi yang meliputi partisipasi tenaga, partisipasi buah pikiran, partisipasi harta benda, partisipasi kemahiran dan keterampilan, serta partisipasi sosial. Keberlanjutan Kampung Bahari serta beberapa program terkait pelestarian lingkungan juga hingga saat ini masih berlangsung dengan baik. Masyarakat Tambak Lorok terus meningkatkan kualitas wilayah mereka dengan menjalankan banyaknya program yang terus berlanjut.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat; Pelestarian Lingkungan; Tambak Lorok.
Improving Ustaz and Ustazah Communication Skills for Students at TPQ Rojaul Khoir Griya Mijen Permai Semarang Firmansyah, Asep; Kasmuri, Kasmuri; Gunawan, Muhammad; Lijea, Isma Ae; Ahmed, Tanjeel
Prosperity: Journal of Society and Empowerment Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/prosperity.v4i2.20553

Abstract

This research aims, firstly, to provide knowledge and understanding to ustaz and ustazah about the importance of communication while at the same time providing reinforcement on how to apply communication skills in the learning process to santri or students and secondly to find out the results of implementing the communication skills that teachers have in the learning process. The method used in this research is descriptive-analytical using a participatory approach. The research instrument used interviews. The subject of the activity is the teachers and the field of education. Activities to improve the communication skills of ustaz and ustazah for students of TPQ Rojaul Khoir, Mijen Semarang were carried out for four days and were attended by 40 participants consisting of teachers, prayer teachers in the field of education, and other managers. After carrying out a workshop to improve communication skills for ustaz and ustazah, the activity continued with evaluating and preparing a follow-up program using brainstorming. The importance of communication strategies taught by students at TPQ Rojaul Khoir to improve learning quality is a common concern, so communication skills should be part of implementing activity programs at TPQ Rojaul Khoir. After communication skills were implemented in learning activities, there was a change for the better; namely, the class was more controlled, and the learning process was more meaningful.
FENOMENA SEKULARISME Kasmuri Kasmuri
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v11i2.1193

Abstract

Di Indonesia sendiri sekularisme merupakan sebuahbentuk dari sistem pemerintahan lebih tepatnya sebagai negaramoderat dengan adanya pancasila di sila pertama yang berbunyi“Ketuhanan yang maha Esa” yang mana pernyataan tersebuttidak menunjukkan pembelaan pada agama tertentu. Tetapi,bermaksud menegaskan bahwa agama-agamadi Indonesiaberintikan satu Tuhan, yaitu Yang Maha Esa. Akan tetapi yangmembedakan Indonesia dengan Negara sekuler lainnya adalahdengan adanya departemen yang mengurus persoalan agama,padahal negara sekuler yang murni tidak boleh ikut campurdalam persoalan agama. Agama hanya menjadi wilayah keluargadan masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanah Pekarangan untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang Kasmuri, Kasmuri; Pimay, Awaludin; Riyadi, Agus; Karim, Abdul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17873

Abstract

Background: Tanah pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan dan ketahanan pangan bagi keluarga. Metode: Metode yang dilakukkan dalam kegiatan melalui beberapa tahapan strategis, meliputi: (1) Pelatihan Manajemen Kelompok, yang mencakup pembangunan suasana (atmosphere building) dan dinamika kelompok untuk memperkuat sinergi dan solidaritas antarwarga; (2) Program Pengembangan Keterampilan Hidup dan Bimbingan Teknis, yang berfokus pada pengelolaan pekarangan dengan metode budidaya tanaman hortikultura, pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk, dan pengelolaan hasil panen; serta (3) Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di mana masyarakat secara langsung menerapkan keterampilan yang telah diperoleh. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan tanah pekarangan secara produktif. Selain itu, terjadi penguatan kapasitas kelompok warga dalam mengelola program secara berkelanjutan, yang mendukung tercapainya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas. Program ini juga membuka peluang untuk mendukung ekonomi lokal melalui pemasaran hasil pekarangan. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanah pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.
Optimalisasi Peran Mahasiswa Kkn Dalam Bidang Peningkatan Pendidikan Di Desa Kangkung Risma Sintiya Dewi; Pramita Khanifatul; Muhammad Akhdan; Den Ayu; Elinda Novita Dewi; Midian Savella; Herxi Thovan; Kasmuri Kasmuri
Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial Vol. 1 No. 3 (2024): September : Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksisosial.v1i3.400

Abstract

Education is a crucial element in developing an individual's potential and intelligence. To carry out education effectively, teachers are needed who can teach in both formal and non-formal contexts. Our Community Service Program (KKN) was conducted in Kangkung Village, Kangkung District, with the main objective of providing community service and supporting the improvement of children's education in the village. Although the enthusiasm and learning spirit of the children in Kangkung Village is very high, the shortage of teaching staff is a major obstacle in achieving maximum education. This article is entitled "Optimizing the Role of KKN Students as Teachers in Improving Education in Kangkung Village." This research uses the Participatory Action Research (PAR) method and conducts field observations to identify potential and problems in the village. The results of KKN activities provide an overview of the enthusiasm and enthusiasm of children and the community for the role of students as teaching staff in supporting education in Kangkung Village through various formal and non-formal education activities carried out by KKN Group 114.
Synergy between Biodiversity Conservation and Community Empowerment in Mendolo Village Sari, Nur Nilam; Riyadi, Agus; Kasmuri, Kasmuri; Lijea, Isma. Ae.
Prosperity: Journal of Society and Empowerment Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/prosperity.v5i1.25921

Abstract

Mendolo Village is an area of high biodiversity, including five species of Javanese primates and a variety of unique flora and fauna. Biodiversity conservation in high biodiversity areas often faces complex challenges, especially in accommodating the ecological and economic interests of local communities. This research aims to find out the process, program implementation, and impact of synergy of biodiversity conservation and local community empowerment. This research used a qualitative method with a case study approach involving informants through in-depth interviews and participant observation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation of sources, methods, and time. The results showed that the synergy process starts from (1) identification of village potential, (2) application of participatory approaches, and (3) revitalization of local wisdom. Implementation includes four main programs with significant impacts: economic improvement, social transformation, and ecological restoration.
Relasi Aktor Dalam Program Literasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Radhwa di Desa Sumowono Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Raihan, Muhammad; Riyadi, Agus; Kasmuri, Kasmuri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v13i1.24179

Abstract

Kemampuan literasi menjadi landasan strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis relasi antar aktor dalam pengelolaan dan pengembangan program literasi di TBM Radhwa, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang, 2) untuk menganalisa efektivitas relasi antaraktor tbm radhwa terhadap keberlanjutan program literasi di Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna menguji kredibilitas data yang telah dikumpulkan. Dalam penelitian ini Terdapat tiga orang informan yang terlibat. Hasil penelitian menjukkan; 1) relasi antar aktor dalam pengelolaan dan pengembangan program literasi di TBM Radhwa, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang (1) kolaborasi strategis antara TBM dengan institusi pendidikan, (2) peran pendukung pemerintah desa dalam penyediaan sarana, dan (3) keterlibatan langsung warga dalam proses pengambilan keputusan. 2) efektivitas relasi antaraktor TBM Radhwa terhadap keberlanjutan program literasi di Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang adalah; guna menciptakan efektivitas literasi yang berkelanjutan program literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) Radhwa diwujudkan melalui kolaborasi multipihak. Pengelola TBM berperan sebagai aktor utama dengan menyediakan bahan bacaan dan membangun kemitraan dengan komunitas serta pemerintah. Relawan berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, pelatihan keterampilan dasar, dan mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan kreatif. Dukungan pemerintah dan lembaga pendidikan tercermin dari integrasi program literasi ke dalam kurikulum nonformal dan sosialisasi gerakan literasi. Melalui kolaborasi yang solid, TBM Radhwa tidak hanya menjadi ruang baca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dengan dampak jangka panjang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pola kolaborasi ini tidak sekadar mendongkrak minat baca, melainkan juga menjadi media peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang berakar pada nilai-nilai lokal.