Baso Adam Muhammad
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Racang Bangun Mesin Pengayak Gula Sarang Semut Menggunkan Motor Lisrtik Arif Widayatullah; Baso Adam Muhammad; Andi Muhammad Idkhan; Aminuddin Aminuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 28, No 2 OKT (2026): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI: INPRESS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula sarang semut merupakan produk olahan nira yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati karena praktis, mudah larut, serta memiliki daya simpan yang lama. Namun, proses pengayakan yang masih dilakukan secara manual menyebabkan produktivitas rendah, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan menghasilkan ukuran butiran gula yang kurang seragam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengayak gula sarang semut menggunakan motor listrik guna meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas hasil pengayakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancang bangun (engineering design) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perancangan, pembuatan, perakitan, serta pengujian alat. Mesin dirancang menggunakan motor listrik berdaya 1/4 HP dengan putaran 1400 rpm, gearbox rasio 1:10, sistem transmisi pulley dan V-belt, serta mekanisme ayunan pada media ayakan. Pengujian dilakukan menggunakan gula sarang semut sebanyak 6 kg yang dibagi menjadi dua kelompok pengujian masing-masing 3 kg dengan variasi ayakan mesh 20 dan mesh 40. Parameter yang diamati meliputi jumlah gula halus yang dihasilkan, jumlah gula kasar yang tertahan, waktu pengayakan, dan efektivitas produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin dapat bekerja dengan baik dan stabil. Pada ayakan mesh 20 diperoleh hasil terbaik sebesar 2,239 kg gula halus dari 3 kg bahan dalam waktu 1 menit dengan efektivitas produksi 74,63%. Pada ayakan mesh 40 diperoleh 1,012 kg gula halus dengan efektivitas produksi tertinggi 33,73% dalam waktu 1 menit 30 detik. Dengan demikian, mesh 20 menghasilkan kinerja pengayakan yang lebih efektif dibandingkan mesh 40.