Sahra Cahya Aiyah
Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENETAPAN KADAR VITAMIN C DAN E PADA TEPUNG SINGKONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Sahra Cahya Aiyah; Tutik Tutik; Artha Meithia
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 2 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i2.28339

Abstract

Kulit singkong (Manihot esculenta Crantz) selama ini masih dianggap sebagai limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit singkong berpotensi sebagai sumber vitamin C dan vitamin E alami yang bermanfaat bagi industri pangan fungsional dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan secara kualitatif dan menentukan kadar pada tepung umbi serta kulit singkong menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode analisis kualitatif vitamin C menggunakan indikator amilum dan larutan iodin, sedangkan vitamin E dengan penambahan HNO₃ pekat disertai pemanasan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang maksimum masing-masing vitamin, yaitu 266 nm untuk vitamin C dan 510 nm untuk vitamin E, kemudian dihitung menggunakan persamaan regresi linier dari kurva kalibrasi standar. Hasil uji kualitatif menunjukkan sampel singkong positif mengandung vitamin C yang ditandai warna biru dan positif mengandung vitamin E yang ditandai warna jingga kecoklatan. Kadar vitamin C pada tepung kulit singkong (2,874 ± 0,019 mg AAE/g) lebih tinggi dibandingkan tepung umbi singkong (0,931 ± 0,007 mg AAE/g). Sedangkan kadar vitamin E pada tepung kulit singkong (4,52 ± 0,04 IU)  lebih rendah dibandingkan dengan tepung umbi singkong (4,76 ± 0,07 IU). Perbedaan ini dipengaruhi oleh sifat kelarutan masing-masing vitamin selama proses pengolahan. Tepung umbi maupun tepung kulit singkong sama-sama berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber vitamin C dan E alami untuk aplikasi pangan fungsional maupun kosmetik
PENETAPAN KADAR VITAMIN C DAN E PADA TEPUNG SINGKONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Sahra Cahya Aiyah; Tutik Tutik; Artha Meithia
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 2 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i2.28339

Abstract

Kulit singkong (Manihot esculenta Crantz) selama ini masih dianggap sebagai limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit singkong berpotensi sebagai sumber vitamin C dan vitamin E alami yang bermanfaat bagi industri pangan fungsional dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan secara kualitatif dan menentukan kadar pada tepung umbi serta kulit singkong menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode analisis kualitatif vitamin C menggunakan indikator amilum dan larutan iodin, sedangkan vitamin E dengan penambahan HNO₃ pekat disertai pemanasan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang maksimum masing-masing vitamin, yaitu 266 nm untuk vitamin C dan 510 nm untuk vitamin E, kemudian dihitung menggunakan persamaan regresi linier dari kurva kalibrasi standar. Hasil uji kualitatif menunjukkan sampel singkong positif mengandung vitamin C yang ditandai warna biru dan positif mengandung vitamin E yang ditandai warna jingga kecoklatan. Kadar vitamin C pada tepung kulit singkong (2,874 ± 0,019 mg AAE/g) lebih tinggi dibandingkan tepung umbi singkong (0,931 ± 0,007 mg AAE/g). Sedangkan kadar vitamin E pada tepung kulit singkong (4,52 ± 0,04 IU)  lebih rendah dibandingkan dengan tepung umbi singkong (4,76 ± 0,07 IU). Perbedaan ini dipengaruhi oleh sifat kelarutan masing-masing vitamin selama proses pengolahan. Tepung umbi maupun tepung kulit singkong sama-sama berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber vitamin C dan E alami untuk aplikasi pangan fungsional maupun kosmetik