p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Febri Tri Andini
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Self-Compassion dengan Burnout Akademik Klinik pada Mahasiswa Profesi Ners di Kota Jambi Yulia Indah Permata Sari; Luri Mekeama; Yuliana Yuliana; Febri Tri Andini; Rio Trimono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63977

Abstract

Burnout among nursing professional students develops amid simultaneous academic and clinical practice demands, whereas self-compassion is thought to help students manage self-criticism, failure, and stress without prolonging distress.This cross-sectional analytical study involved 178 nursing professional students from five institutions in Jambi City. Self-compassion was measured using the 26-item Self-Compassion Scale (SCS), while burnout was assessed across three dimensions: exhaustion, cynicism, and efficacy. The primary analysis used Spearman’s correlation with 10,000-bootstrap-resampling confidence intervals and Bonferroni correction. The robustness of the findings was examined using Pearson’s correlation, an analysis restricted to students who were currently undertaking clinical practice, and exploratory linear regression with robust HC3 standard errors. Self-compassion was negatively correlated with exhaustion (ρ = −0.440; 95% CI, −0.560 to −0.305; p < 0.001) and cynicism (ρ = −0.473; 95% CI, −0.590 to −0.340; p < 0.001), and positively correlated with efficacy (ρ = 0.531; 95% CI, 0.410 to 0.636; p < 0.001). The strongest adjusted association remained with efficacy (β = 0.483), followed by cynicism (β = −0.433) and exhaustion (β = −0.284). Self-compassion was associated with a more favorable burnout profile, particularly through the preservation of efficacy. Student support should integrate the strengthening of self-regulation with improvements in clinical supervision, rotation workload, and the clinical learning environment.
Hubungan Dukungan Sosial dan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Adellia Martha Syabillah; Meinarisa Meinarisa; Febri Tri Andini; Riska Amalya Nasution; Sri Mulyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.64095

Abstract

Masa dewasa awal rentan terhadap infeksi menular seksual akibat eksplorasi identitas dan seksualitas, sehingga dukungan sosial serta efikasi diri berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan cross-sectional dengan melibatkan 92 mahasiswa angkatan 2023–2025 melalui proportionate stratified random sampling. Dukungan sosial diukur dengan Multidimensional Scale of Perceived Social Support, efikasi diri dengan General Self-Efficacy Scale, dan perilaku pencegahan dengan Safe Sex Behavior Questionnaire, serta dianalisis menggunakan uji Kendall Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan sosial tinggi (52,2%), efikasi diri tinggi (51,1%), dan perilaku pencegahan tinggi (47,8%). Temuan utama mengungkapkan terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan perilaku pencegahan (p < 0,001; r = 0,460) serta antara efikasi diri dengan perilaku pencegahan (p < 0,001; r = 0,566). Semakin tinggi dukungan sosial dan efikasi diri, semakin baik perilaku pencegahan mahasiswa.