Raudi Ananta Pratagama
Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pelanggan–Biaya–Mutu untuk Penguatan UMKM Pangan: Studi Kasus Pempek ABI di Kabupaten Bone Faidah Azuz; Supriadi Syam; Andi Fauziah Yahya; Raudi Ananta Pratagama; Ratnawati Gatta
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i4.5359

Abstract

Penguatan UMKM pangan memerlukan keterhubungan antara kebutuhan konsumen, kelayakan finansial, dan jaminan mutu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang serta mengevaluasi model pelanggan–biaya–mutu melalui studi kasus Pempek ABI di Kabupaten Bone. Model mengintegrasikan Value Proposition Canvas (VPC), literasi keuangan, keamanan pangan, dan pelabelan. Program dilaksanakan melalui pemetaan kebutuhan, pembelajaran partisipatif, analisis kasus, demonstrasi, praktik terarah, penggunaan dashboard keuangan berbasis spreadsheet, dan pendampingan melalui WhatsApp. Pempek ABI digunakan sebagai kasus utama untuk menelusuri penerapan VPC, perhitungan HPP, penetapan harga, dan pembacaan kinerja usaha, sedangkan perubahan pengetahuan peserta dinilai melalui pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif karena respons antarpengukuran tidak sepenuhnya berpasangan. Pada pelatihan keuangan, kategori sangat baik meningkat dari 50,0% (6/12) menjadi 78,6% (11/14), dengan kenaikan rerata dari 9,08 menjadi 10,07 pada skor maksimum 11. Pada keamanan pangan dan pelabelan, kategori sangat baik bertambah dari 80,0% (8/10) menjadi 100% (15/15), sementara rerata berubah dari 14,00 menjadi 14,27 pada skor maksimum 15. Studi kasus menunjukkan bahwa temuan pelanggan melalui VPC dapat diterjemahkan menjadi inovasi, konsekuensi biayanya dimasukkan ke HPP, dan proposisi nilai diperkuat melalui proses aman serta informasi label yang sesuai. Model ini menyediakan alur penerapan yang kontekstual bagi UMKM pangan. Pengabdian selanjutnya direkomendasikan untuk menerapkan model pada beberapa UMKM dengan komoditas berbeda dan memantau adopsi praktik secara longitudinal.