Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DEGRADASI LIMBAH KHROM DAN DAUR ULANG UNTUK BAHAN PROSES PENYAMAKAN KULIT DENGAN MENGGUNAKAN KOAGULAN KAPUR TOHOR Yuniyarti, Sri; Isbandi, Toni
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.388 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i1.18

Abstract

Industri penyamakan kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah (hides atau skin) menjadi kulit tersamak (leather) dengan bahan penyamak. Prosesnya adalah dengan memasukkan bahan penyamak tertentu ke dalam jaringan serat kulit sehingga terjadi ikatan kimia antara bahan penyamak dengan serat kulit. Hasil dari proses penyamakan kulit tersebut diperoleh hasil samping yang berupa krom (Cr6+ yang bersifat karsinogenik).Kandungan khromium sebagai kromium total (Cr) dalam air bekas penyamakan krom berkisar 500-1500 mg/l. Konsentrasi kromium air buangan campuran dari proses penyamakan kulit akan menjadi sekitar 100-300 mg/l.Untuk menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah cair proses penyamakan kulit yang mengandung krom perlu dilakukan penanganan secara tepat, efektif dan efisien dengan teknologi ramah lingkungan dengan cara mendaur ulang sehingga limbah krom tersebut bisa dipakai kembali. Metode perlakuan Ph, prosentase penambahan kapur tohor, kecepatan pengadukan (rpm) dan waktu pengadukan menjadi variable yang sangat menentukan dalam mendaur ulang limbah krom tersebut sehingga didapat prosentase pemisahan kromium yang dapat terjadi pada keadaan optimal adalah sebesar 99,9850%
REDUKSI LIMBAH RUMAH POTONG AYAM (RPA) SEBAGAIALTERNATIF BAHAN RANSUM PAKAN BERPROTEIN Desi Erlita; Amallia Puspitasari; Toni Isbandi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.289 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai bahan pakan sumber protein diharapkan mampu meminimalisasi limbah di Rumah Potong Ayam dan menciptakan peternakan yang ramah lingkungan.Potensi bulu ayam sebagai salah satu komponen bahan pakan sangat baik karena industri perunggasan di Indonesia berkembang pesat.Apalagi salah satu syarat bahan pakan adalah diusahakan bukan merupakan bahan makanan pokok manusia.Dari hasil pemotongan ayam didapatkan rata-rata bulu ayam sebanyak 6% dari bobot hidup. Populasi ayam ras pedaging di Indonesia pada tahun 2009 adalah 930.317.847 ekor, sehingga diperoleh limbah pada tahun 2009 sekitar 83.728.606 kg bulu ayam.Tujuan penelitian ini adalah membuat tepung bulu ayam sebagai bahan pakan sumber protein. Bulu ayam ini mengandung protein kasar yang cukup tinggi yaitu sebesar 80,97%. Namun protein yang tinggi ini tidak diikuti tingkat kecernaannya yang hanya sebesar 5,58%. Oleh karena itu, jika bulu ayam akan dijadikan bahan pakan harus mendapat perlakuan terlebih dahulu karena mengandung keratin yang menyebabkan bulu susah dicerna. Ada empat metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu ayam yaitu  metode fisik, kimia, enzimatis, dan kombinasi ketiga metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode fisik-kimia dan enzimatis.Metode fisik-kimia ini dilakukan dengan penambahan HCl dan pemanasan bertekanan, sedangkan metode enzimatis menggunakan enzim papain. Dari hasil analisis diperoleh bahwa metode fisik-kimia lebih cepat dalam meningkatkan kadar protein dan kecernaan protein Tepung Bulu Ayam (TBA) dibandingkan dengan metode enzimatis. Diperoleh kadar protein dan kecernaan protein terbaik pada perlakuan 6 jam yaitu sebesar 88,96% dan 30,57%. Kata kunci: bahan pakan, bulu ayam,keratin
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MRP (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING) MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEKNIK LOTSIZING (Studi Kasus Ziidan Wood) Dwiki Aji Pangestu Ardika; Ernastin Maria; Toni Isbandi
Teknika Vol 7 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v7i4.197

Abstract

Ziidan wood merupakan industri rumah tangga (Home Industry) yang bergerak dalam bidang pembuatan cutomisasi home décor and craft. Kendala yang terjadi di Ziidan Wood yaitu belum adanya perencanaan  penjadwalan pengadaan persediaan bahan baku yang baik sehingga berdampak pada kelebihan dan kekurangan bahan baku yang dapat menyebabkan terhambatnya proses produksi dan pembekakan biaya persediaan pada perusahaan dengan tingkat permintaan perusahaan yang fluktuatif. Tujuan penelitian yaitu melakukan perencanaan persediaan bahan baku menggunakan metode MRP dengan pendekatan teknik Lotsizing untuk menentukan jumlah dan waktu pemesanan bahan baku yang optimal. Metode analisis data yang digunakan yaitu MRP dengan pendekatan teknik Lotsizing EOQ, Algoritma Wagner Within, LFL  dan PPB  dan menggunakan metode peramalan time series yaitu metode naïve, moving average, weight moving average, single eksponential smoothing dan decomposition untuk  mengetahui kebutuhan bahan baku periode 6 bulan mendatang. Objek penelitian menitikberatkan pada bahan baku kayu pinus, jati belanda, MDF dan triplek yang menurupakan bahan baku penyusun utama yang digunakan dalam melakukan proses produksi di Ziidan Wood. Hasil perhitungan menunjukan nilai MAPE terkecil pada metode decomposition untuk kayu pinus, jati belanda dan MDF serta metode single eksponential smoothing  untuk bahan baku  triplek, kemudian berdasarkan analisis perhitung MRP didapatkan hasil total inventory cost  terendah pada teknik LFL dan Wagner within untuk bahan baku Kayu pinus, Jati Belanda dan MDF serta teknik Wagner within untuk bahan baku triplek jika dibandingkan dengan total biaya menggunakan kebijakan perusahaan dan berdasarkan perencanaan menggunakan teknik lot terpilih didapatkan jumlah dan waktu pemesanan optimal, Jumlah pemesanan bahan baku optimal secara umum ialah sejumlah barang yang dibutuhkan pada bulan tersebut dan waktu optimal pemesanan yaitu untuk bahan baku kayu pinus, jati belanda, MDF masing masing 6 kali/ per periode dan bahan baku triplek 3 kali/ per periode.
Pengembangan Sistem Alat Pemberi Pakan Ikan Berbasis IoT dengan Sensor ph dan Suhu untuk Pengelolaan Lingkungan Aquarium Hafidhi, Muhammad Sultan; Isbandi, Toni; Puspitasari, Amallia; Maria, Ernastin
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i2.637

Abstract

Pemilik akuarium menghadapi permasalahan berupa keterbatasan waktu dan tenaga kerja dalam pengelolaan akuarium, sehingga untuk mengatasi keterbatasan dalam pemeliharaan ikan ini, alat pemberi pakan ikan yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan teknologi IoT yang dapat mengetahui pH dan suhu air sangat penting untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja secara teknis kondisi pH dan suhu air pada alat pemberi pakan ikan berbasis IoT dengan menggunakan metode pengembangan pada sensor pH dan sensor suhu, sehingga dapat memastikan alat pemberi pakan ikan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh berfungsi dengan baik. Metode yang digunakan research and development, alat ini dirancang untuk memantau kondisi lingkungan akuarium secara real-time dan dapat mengatur pemberian pakan dari jarak jauh melalui aplikasi Telegram. Hasil dari pengujian Sensor DS18b20 menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi, dengan rata-rata error hanya sebesar 0,0036%. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa sensor PH-4520C memiliki tingkat error yang sangat kecil, yaitu 0,002% pada kalibrasi menggunakan buffer pH 4,01 dan 0,02% pada kalibrasi menggunakan buffer pH 6,86. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi alat pemberi pakan ikan berbasis IoT yang menggunakan sensor suhu dan sensor pH dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 berfungsi dengan baik dan pengguna dapat memantau kondisi air dan mengontrol pemberian pakan melalui aplikasi Telegram secara real-time.
Pengelolaan Lahan Berkelanjutan melalui Analisis Penjadwalan dan Kinerja Surveyor Pertanahan Menggunakan Metode Critical Path Method dan Program Evaluation and Review Technique Awang Prayudatama; Desi Erlita; Toni Isbandi; Amellia Puspitasari; Silviani Silviani
Environmental Insight Journal Vol 2 No 2 (2026): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i2.488

Abstract

Land certification through the Complete Systematic Land Registration with Community Participation (PTSL PM) program is one of the Indonesian government's policy instruments in realizing legal certainty of land tenure while supporting sustainable land management. Delays in PTSL PM implementation not only affect administrative aspects but may also hinder ecosystem mapping and environmentally-based spatial conflict management. This study evaluates surveyor performance in the PTSL PM project in Srikandang Village and Banjaragung Village, Jepara Regency, through a project time management approach. Critical Path Method (CPM) was used for work network construction and critical path identification, while Program Evaluation and Review Technique (PERT) was applied for probabilistic analysis of duration uncertainty. Data were collected through field observation, in-depth interviews, and project documentation. CPM results show that the critical path in Banjaragung Village consists of activities G1–H1–I1–J1–K1–L1 with a total implementation duration of 48 days, while in Srikandang Village the critical path runs through A2–B2–C2–D2–E2–F2–G2–N2–O2–P2 with a total of 58 days. PERT analysis reveals a low risk of delay for both projects. Main obstacles identified include weather conditions, incomplete administrative documents, and limited village official assistance. This research contributes to optimizing survey project planning, ultimately supporting sustainable land management and ecosystem inventories.