Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

OPTIMASI PENYERAPAN LIMBAH FOSFAT dan BOD INDUSTRI LAUNDRY DENGAN VARIASI MEDIA TANAM PADA SSF-WETLAND Maria, Ernastin; Puspitasari, Amallia
Jurnal Teknologi Technoscientia Vol 10, No 1 (2017): Vol 10 No 1 Agustus 017
Publisher : IST AKPRIND YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loundry industries have abad effect because most of them dump wastes into gutter or river without prior treatment. This study aims to test the potential of Canna Indica L. water plantsin reducing the pollutant content of loundry water (phosphate and BOD). The main research was done by the differene biomass of planting media which was used that is difference of gravel and sand media on SSF-wetland with title fraction and san media on SF-wetland for 10 days.Waste water used is effluent from Mira Loundry in Kanutan vilage, Sumbermulyo Bantul regency, witht the initial concentration of BOD as big as 231,359 mg/l and PO43-as 1,899 mg/l. The research has show that pollutants concentration in the water waste on the SSF-wetland is increase in the hydraulic retention time. For 10 days research the concentrate of BOD and PO43- decrease in SSF-wetland with canna Indica L. plants using of title fraction media, each become 96,680 mg/l (decrease 7,5%) and 1,715 mg/l (decrease 10%). Will using gravel media each become 67,80 mg/l (decrease 71%) and 1,75 mg/l (decrease 7%). From the data both planting media, gravel and title fraction, are considered to have good capability in phosphate waste removal in this system. For the most optimum BOD waste removal is using gravel media with decrease of BOD concentration become 67,880 mg/l.
Identifikasi Penggunaan Formalin pada Bakso di Kawasan Wisata Yogyakarta Erlita, Desi; Maria, Ernastin
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.266 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v2i2.5

Abstract

Formalin merupakan bahan pengawet makanan yang tidak diijinkan pemerintah sebagai bahan tambahan pangan. Namun bahan pengawet tersebut masih digunakan pada berbagai produk makanan sehingga dapat mengancam kesehatan. Salah satu makanan yang sering menggunakan formalin adalah bakso.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan formalin pada makanan bakso di beberapa kios bakso pada salah satu kawasan pariwisata di Yogyakarta.. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random) dipilih beberapa kios bakso. Sampel diambil satu kali pada setiap kios bakso yang terpilih. Variabel yang digunakan untuk identifikasi adalah umur responden, pendidikan terakhir, dan pendapatan per hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif  berbasis laboratorium pengujian kandungan formalin.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggambarkan adanya kandungan formalin makanan bakso pada salah satu kawasan pariwisata di Kota Yogyakarta. Data yang telah diperoleh, kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai dengan narasi.Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil terdapat 25% kios bakso positif menggunakan formalin dan 75% kios bakso tidak menggunakan formalin. Pengguna formalin sebanyak 43% adalah responden yang berumur 49–54 tahun dan tingkat pendidikan paling banyak adalah SMP (43%) dengan pendapatan per hari Rp.300.000 sampai Rp.500.000 sebanyak 57%. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan pemerintah daerah setempat meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap pedagang bakso terutama di kawasan wisata serta melakukan pembinaan/pelatihan.
PENYISIHAN COD LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DENGAN METODE FITOREMEDIASI PADA SSF-WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN OBOR (Typha Latifolia) dan TANAMAN TASBIH (Canna Indica.L) Maria, Ernastin
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.089 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v19i1.16

Abstract

Industri batik merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi di Desa Wijirejo, Kabupaten Pandak, Bantul. Kandungan limbah batik dengan zat organik seperti BOD dan COD yang tinggi mnjadi penyebab pencemaran lingkungan. Umumnya para pengrajin industri batik Desa Wijirejo membuang limbah produksi batik secara langsung ke saluran air (selokan) menuju aliran sungai Bedog tanpa pengolahan terlebih dahul yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi tanaman air Typha latifola dan Canna Indica L. dalam menurunkan kadar pencemar air limbah industri batik COD pada SSF-Wetland dengan media pasir dan kerikil selama 8 hari. Air limbah yang digunakan adalah efluen dari salah satu industri batik di Desa Wijirejodengan konsentrasi awal COD sebesar 4800,215 mg/L.Berdasarkan proses fitoremediasi pada SSF-Wetland hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi COD dalam air limbah pada SSF-wetland menurun seiring bertambahnya waktu tinggal hidraulik (hydraulic retention time). Selama delapan hari penelitian, efisiensi penyisihan COD terbesar pada tanaman Typha dan tanaman Canna yakni pada hari ke-8 penelitian dengan penurunan konsentrasi cOD tanaman Typha sebesar 429,6 mg/L menunjukan persentase penyisihan sebesar 91 %, dan pada tanaman Canna penurunan konsentrasi COD 410,77 mg/L dengan persentase penyisihan 91,4 %. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman Typha Latifolia dan tanaman Canna Indica L. mempunyai kemampuan yang sama dalam penyisihan limbah cair industri batik yakni COD.
PEMILIHAN DESAIN PRODUK BARU PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN Puspitasari, Amallia; Maria, Ernastin; Winarni, Tri
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i2.115

Abstract

Terciptanya produk ramah lingkungan menjadi tuntutan bagi pelaku usaha untuk meningkatan daya saing. Pada sektor pertanian pupuk organik merupakan produk yang banyak digunakan. Maka pada penelitian ini dilakukan analisis jejak karbon pada proses distribusi raw material untuk menentukan desain produk baru pupuk organik ramah lingkungan pada tahap pengembangan produk. Penelitian ini dilakukan di rumah produksi pupuk organik milik kelompok Ngudi Rejeki yang berada di Bantul. Analisis data menggunakan metode PAS 2050. Dari hasil perhitungan didapatkan alternatif supplier raw material dari emisi terendah hingga tertinggi sebagai berikut: Kotoran sapi (Kandang Kelompok Kanutan, Kandang Kelompok Taruban, Kelompok Kandang Kedon). Dedak (Penggilingan Padi Siten, Penggilingan Padi Krekah, Penggilingan Padi Godegan). Sisa Sayur (yaitu Pasar Jodog, Pasar Bantul, Pasar Giwangan). Tulang Ikan (Rumah Makan SeaFood “Morotuman”, Warung Makan Nila Bakar Rizky, Manggut Lele Pak Barjono). Cangkang Telur (Pondok Dahar Joglo Ganjuran, Rumah Makan Padang Koe-2, Roti Satria). Batu Dolomite (Toko Tani Mulyo, Toko Pertanian AB Tani, Toko Saana Tani). EM4 (Mitra Tani Mulia, Toko Pertanian Tunas, Toko Pertanian Depot). Promi (Mitra Tani Mulia, Toko Sarana TaniToko, Mekar Jaya). Plastik PTE (Toko Jogja Plastik Bantul, Yobel Plastik, Putrama Pakaging). Karung (Toko Plastik dan Karung Beras, Karung Plastik Bekas GUWOSARI, Jogja Karung Plastik Bagor Beras).
ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA PADA BERBAGAI JENIS MAKROALGA DI PANTAI JUNGWOK, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA (Analysis of Phytochemical Contents in Various Types of Macroalgae at Jungwok Beach, Gunungkidul District, Yogyakarta) Heny Budi Setyorini; Ernastin Maria
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.482 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.15-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia pada berbagai jenis makroalga di Pantai Jungwok, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Jungwok, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Materi penelitian ini adalah makroalga (Ulva sp., Gracillaria sp., dan Boergesenia sp). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel makroalga menggunakan purposive sampling. Lokasi pengambilan sampel makroalga berada di bagian timur, tengah dan barat Pantai Jungwok. Analisis skrining fitokimia dilakukan dengan uji kualitatif. Analisis skrining alkaloid menggunakan metode Culvenor Fitzgerald, sedangkan untuk steroid dan terpenoid menggunakan metode Liebermann-Buchard Test, pada fraksi air yang terbentuk dilanjutkan dengan uji flavonoid, fenolik dan safonin. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel segar makroalga jenis Gracilaria sp., yang berada di bagian tengah Pantai Jungwok paling banyak mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid dan flavonoid. The objective of this research was to identify the content of phytochemical in various types of macroalgae at Jungwok Beach, Gunungkidul District, Yogyakarta. This research was conducted at Jungwok Beach, Gunungkidul District, Yogyakarta. The material of this research were macroalgae (Ulva sp., Gracillaria sp., and Boergesenia sp.). This method of research used survey with a qualitative approach. The technique of collecting data was done through purposive sampling. The macroalgae samples were collected from the eastern, central and western part of Jungwok Beach. The phytochemical tests were carried out using qualitative test. Alkaloid screening analysis using the Culvenor Fitzgerald method, while for steroids and terpenoids using the Liberman Buchard Test method, the formed water fraction is followed by flavonoid, phenolic and safonin tests. The results showed that fresh sample of the macroalgae type Gracilaria sp., which is located in the middle of Jungwok Beach, contains the most bioactive compounds such as alkaloids, terpenoids and flavonoids.
Peningkatan Jaringan Kemitraan Kelompok Wanita Pengolah Produk Hasil Perikanan di Pantai Kuwaru Bantul Agustina Setyaningrum; Ernastin Maria
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.1.77-83

Abstract

A group of female fishery in Kuwaru Beach, Bantul processes fishery products into processed products that have a higher economic value. The problems faced by the group are limited marketing and PIRT permits. The purpose of this Community Partnership Program (PKM) is to build a network of partnerships so that the female fishery group become independent and competitive. Initial identification was carried out through in-depth interviews with group leaders and focus group discussions with all group members. The method of the program includes training to improve product quality, PIRT management, digital marketing training, building networks, and the use of a fish meat grinder. The results of this activity are partners have ability to build partnership networks with various institutions, namely local governments, the private sector, and universities. In addition, the group as our partners have been able to use digital marketing in marketing their products and the tools provided to partners make them able to produce processed fish creations, so as to increase the competitiveness of the products produced.
OPTIMASI PENYERAPAN LIMBAH FOSFAT dan BOD INDUSTRI LAUNDRY DENGAN VARIASI MEDIA TANAM PADA SSF-WETLAND Ernastin Maria; Amallia Puspitasari
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 1 Agustus 2017
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.173 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v10i1.71

Abstract

Loundry industries have abad effect because most of them dump wastes into gutter or river without prior treatment. This study aims to test the potential of Canna Indica L. water plantsin reducing the pollutant content of loundry water (phosphate and BOD). The main research was done by the differene biomass of planting media which was used that is difference of gravel and sand media on SSF-wetland with title fraction and san media on SF-wetland for 10 days.Waste water used is effluent from Mira Loundry in Kanutan vilage, Sumbermulyo Bantul regency, witht the initial concentration of BOD as big as 231,359 mg/l and PO43-as 1,899 mg/l. The research has show that pollutants concentration in the water waste on the SSF-wetland is increase in the hydraulic retention time. For 10 days research the concentrate of BOD and PO43- decrease in SSF-wetland with canna Indica L. plants using of title fraction media, each become 96,680 mg/l (decrease 7,5%) and 1,715 mg/l (decrease 10%). Will using gravel media each become 67,80 mg/l (decrease 71%) and 1,75 mg/l (decrease 7%). From the data both planting media, gravel and title fraction, are considered to have good capability in phosphate waste removal in this system. For the most optimum BOD waste removal is using gravel media with decrease of BOD concentration become 67,880 mg/l.
OPTIMASI PENYERAPAN LIMBAH FOSFAT dan BOD INDUSTRI LAUNDRY DENGAN VARIASI MEDIA TANAM PADA SSF-WETLAND Ernastin Maria; Amallia Puspitasari
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 1 Agustus 2017
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v10i1.71

Abstract

Loundry industries have abad effect because most of them dump wastes into gutter or river without prior treatment. This study aims to test the potential of Canna Indica L. water plantsin reducing the pollutant content of loundry water (phosphate and BOD). The main research was done by the differene biomass of planting media which was used that is difference of gravel and sand media on SSF-wetland with title fraction and san media on SF-wetland for 10 days.Waste water used is effluent from Mira Loundry in Kanutan vilage, Sumbermulyo Bantul regency, witht the initial concentration of BOD as big as 231,359 mg/l and PO43-as 1,899 mg/l. The research has show that pollutants concentration in the water waste on the SSF-wetland is increase in the hydraulic retention time. For 10 days research the concentrate of BOD and PO43- decrease in SSF-wetland with canna Indica L. plants using of title fraction media, each become 96,680 mg/l (decrease 7,5%) and 1,715 mg/l (decrease 10%). Will using gravel media each become 67,80 mg/l (decrease 71%) and 1,75 mg/l (decrease 7%). From the data both planting media, gravel and title fraction, are considered to have good capability in phosphate waste removal in this system. For the most optimum BOD waste removal is using gravel media with decrease of BOD concentration become 67,880 mg/l.
KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI PANTAI JUNGWOK, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Heny Budi Setyorini; Ernastin Maria
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 1 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v13i1.1201

Abstract

Evaluation of nitrate and phosphate content in seawater of Jungwok Beach, Gunungkidul District, Yogyakarta, was the aim of this study. The method used was a survey with a quantitative approach. Sampling in the eastern, central and western regions of Jungwok Beach was carried out using a purposive sampling technique using line transects. At each site, there were three sampling points with distances of 0 meters, 5 meters and 10 meters from the coastline. One liter of water sample (at each point) was stored in polyethylene bottles. Nitrate and phosphate content analysis was conducted at the Laboratory of the Center for Environmental Health and Disease Control Engineering (BBTKLPP : Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Yogyakarta. Measurement of temperature, DO, pH and salinity were done in situ using the AZ8603 water quality monitor meter. The results showed that the nitrate concentration in Jungwok Beach ranged from 2.85 to 8.82 mg / l, while the phosphate ranged from 0.00 to 0.50 mg / l. Based on these results, the waters of Jungwok Beach are classified as mesotrophic to eutrophic waters. Overall the results of nitrate and phosphate have exceeded sea water quality standards for marine biota in the Decree of the Minister of Environment No. 51 of 2004 amounting to 0.008 mg / l and 0.015 mg / l. In situ measurement results showed that temperature, pH, DO and salinity at Jungwok Beach were respectively around 30.67 ± 0.93-32.20 + 0.62oC; 9.14 ± 0.29-9.29 ± 0.13; 8.00 ± 1.41-8.93 ± 1.19 mg / l and 34.83 ± 0.46-35.10 ± 0.10 ppt.
Identifikasi Penggunaan Formalin pada Bakso di Kawasan Wisata Yogyakarta Desi Erlita; Ernastin Maria
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v2i2.5

Abstract

Formalin merupakan bahan pengawet makanan yang tidak diijinkan pemerintah sebagai bahan tambahan pangan. Namun bahan pengawet tersebut masih digunakan pada berbagai produk makanan sehingga dapat mengancam kesehatan. Salah satu makanan yang sering menggunakan formalin adalah bakso.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan formalin pada makanan bakso di beberapa kios bakso pada salah satu kawasan pariwisata di Yogyakarta.. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random) dipilih beberapa kios bakso. Sampel diambil satu kali pada setiap kios bakso yang terpilih. Variabel yang digunakan untuk identifikasi adalah umur responden, pendidikan terakhir, dan pendapatan per hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif  berbasis laboratorium pengujian kandungan formalin.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggambarkan adanya kandungan formalin makanan bakso pada salah satu kawasan pariwisata di Kota Yogyakarta. Data yang telah diperoleh, kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai dengan narasi.Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil terdapat 25% kios bakso positif menggunakan formalin dan 75% kios bakso tidak menggunakan formalin. Pengguna formalin sebanyak 43% adalah responden yang berumur 49–54 tahun dan tingkat pendidikan paling banyak adalah SMP (43%) dengan pendapatan per hari Rp.300.000 sampai Rp.500.000 sebanyak 57%. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan pemerintah daerah setempat meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap pedagang bakso terutama di kawasan wisata serta melakukan pembinaan/pelatihan.