Nasrul ZA
Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENENTUAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA EKSTRAKSI MINYAK JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT N-HEKSANA angga saputra; muhammad muhammad; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.20392

Abstract

Jagung dengan nama ilmia yaitu Zea Mays L , selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari biji), dibuat menjadi tepung, dan dijadikan sebagai bahan baku industri. Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam-asam lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan minyak jagung dari biji jagung. Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi bahan baku jagung dengan pelarut t n-heksana dan memancarkan laju perpindahan massa minyak jagung dari biji jagung. Tahap pertama yang dilakukan pada ekstraksi minyak jagung dengan pelarut n-heksana pada variasi suhu (50 0 C, 55 0 C, 60 0 C) dan waktu (60 menit, 90 menit, 120 menit). Tahap kedua sampel dilakukan uji pada yaitu uji nilai densitas, viskositas dan menentukan nilai difusivitas juga mengalirkan laju perpindahan massa pada minyak jagung. Dari hasil penelitian diperoleh nilai difusivitas tertinggi adalah 0,7 m 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai viskositas tertinggi adalah 35,14 mm 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai densitas tertinggi adalah 0,98 ml/gr pada suhu 50 0 C dengan waktu 60 menit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap nilai difusivitas, viskositas, densitas, dan nilai perpindahan massa. Pada suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya dan pada waktu ekstraksi yang lama juga mengakibatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya berkurang ataupun tidak signifikan. Perpindahan massa yang terjadi pada minyak jagung diperoleh berdasarkan kurva hubungan antara ˆ’ln ((𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 ) / (𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 0 )) versus waktu dan suhu. Penelitian ini telah melaporkan bahwa yang membedakan dari hasil penelitian sebelumnya adalah perbedaan dalam menentukan variabel, bahan baku, dan hal yang mempengaruhi untuk memperoleh nilai koefisien perubahan massa (K LJ ). Penelitian sebelumnya lebih banyak cinderung mendapatkan nilai koefisien perpindahan massanya (K LJ ) dengan melakukan perbandingan antara pelarutan, kecepatan pengaduk, massa bahan baku, ukuran partikel bahan baku dan volume pelarut, sedangkan pada penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu dan waktu untuk melihat pengaruh terhadap nilai koefisien perpindahan massa (K LJ ).
PENGARUH VCO DAN EKSTRAK KUNYIT TERHADAP KUALITAS SABUN ORGANIK PADAT Ferhin Firda Meutia; Faisal; Wusnah; Nasrul ZA; Rizka Nurlaila; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.25512

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan sabun organik yang tidak hanya berfungsi sebagai pembersih, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan kulit melalui kandungan bahan alami. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan ekstrak kunyit terhadap kualitas sabun padat, serta mengevaluasi sifat fisik dan kimianya. Metode yang digunakan adalah pembuatan sabun dengan proses cold process menggunakan VCO, minyak zaitun, shea butter, madu, dan lemon sebagai bahan tambahan. Uji yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, kadar air, tinggi dan stabilitas busa, serta kadar asam lemak bebas (ALB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi VCO memperbaiki tinggi dan stabilitas busa serta menurunkan kadar air, sementara penambahan ekstrak kunyit berlebih dapat meningkatkan kadar ALB karena mengganggu efisiensi saponifikasi. Nilai pH sabun berada pada kisaran 7–8, sesuai standar SNI untuk keamanan kulit. Formulasi optimal diperoleh pada penggunaan VCO 30–35 mL dengan ekstrak kunyit 1–3 mL, yang menghasilkan sabun dengan karakteristik fisik dan kimia paling stabil. Keterbaruan penelitian ini terletak pada formulasi sabun berbasis VCO dan kunyit dengan penambahan kombinasi bahan alami lain berupa minyak zaitun, shea butter, ekstrak lemon, dan madu, sehingga menghasilkan produk yang lebih kaya manfaat, lembut di kulit, serta ramah lingkungan.