Reza Alya Zahra
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LAJU ALIR TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI DAN MANGAN MENGGUNAKAN KOLOM FEROLIT-ZEOMANGAN DALAM PENGOLAHAN AIR SUNGAI MENJADI AIR MINUM Reza Alya Zahra; Yuniar; Anerasari Meidinariasty
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 05 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i05.28750

Abstract

Air Sungai Musi memiliki permasalahan kualitas berupa kandungan besi (Fe), mangan (Mn), kekeruhan, padatan terlarut, dan kontaminasi mikrobiologi yang memerlukan pengolahan bertahap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem pengolahan air berbasis kombinasi aerasi, kolom ferolit-zeomangan, kolom zeolit, membran ultrafiltrasi (UF), dan desinfeksi ultraviolet (UV) pada variasi laju alir air baku. Variasi laju alir yang digunakan adalah 6, 8, 10, 12, dan 14 L/menit dengan tekanan udara aerasi 4 bar. Parameter yang dianalisis meliputi pH, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, Fe, Mn, Total Coliform, dan Escherichia coli. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap nilai acuan kualitas air berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa laju alir 12 L/menit menghasilkan konsentrasi Fe dan Mn terendah pada tahap pretreatment, masing-masing sebesar 0,053 mg/L dan 0,075 mg/L, dengan efisiensi penyisihan sebesar 91,18% dan 82,48%. Pada kondisi tersebut, nilai TDS dan kekeruhan masing-masing mencapai 55 mg/L dan 1,6 NTU. Setelah pengolahan lanjutan, konsentrasi Fe dan Mn yang dilaporkan masing-masing sebesar 0,042 mg/L dan 0,062 mg/L, sedangkan TDS sebesar 35 mg/L dan kekeruhan sebesar 0,4 NTU. Total Coliform dan E. coli tidak terdeteksi pada sampel akhir yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi unit pengolahan berpotensi meningkatkan kualitas air Sungai Musi. Namun, karena data ulangan, analisis statistik, dan hasil lengkap setiap variasi laju alir belum tersedia, kondisi terbaik yang diperoleh masih bersifat deskriptif dan belum dapat ditetapkan sebagai kondisi optimum keseluruhan.