Wulan Triani Thalib
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Suhu Biochar Tongkol Jagung Terhadap Hasil Analisis Ultimate (C, H, N, S Dan O) Wulan Triani Thalib; Astin Lukum; Vivi Dia Afrianti Sangkota; Wiwin Rewini Kunusa; Najmah Najmah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1557

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketersediaan limbah tongkol jagung di Provinsi Gorontalo yang belum dimanfaatkan secara optimal serta pentingnya pengendalian suhu pirolisis dalam menentukan karakteristik biochar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap komposisi unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), sulfur (S), dan oksigen (O) pada biochar tongkol jagung serta menentukan kondisi suhu yang berpotensi menghasilkan biochar dengan karakteristik optimal. Penelitian dilakukan melalui eksperimen laboratorium dengan proses pirolisis pada suhu 400°C, 500°C, dan 600°C. Analisis kadar C, H, N, dan S dilakukan menggunakan instrumen FlashSmart Thermo Scientific, kadar abu ditentukan secara gravimetri berdasarkan SNI 06-3730-1995, sedangkan kadar O dihitung secara diferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pirolisis meningkatkan kadar karbon dari 75,1747% pada 400°C menjadi 81,9156% pada 500°C dan 84,7559% pada 600°C. Kadar hidrogen menunjukkan pola fluktuatif, yaitu sebesar 4,6784% pada 400°C, menurun menjadi 4,1692% pada 500°C, kemudian meningkat menjadi 4,5454% pada 600°C. Sebaliknya, kadar nitrogen menurun dari 0,8744% menjadi 0,7865%, sedangkan kadar oksigen menurun dari 13,1273% menjadi 6,3224%. Kadar sulfur tidak terdeteksi pada seluruh perlakuan. Berdasarkan karakteristik komposisi unsur yang diperoleh, suhu 400°C ditetapkan sebagai kondisi yang paling sesuai untuk diarahkan sebagai bahan pembenah tanah karena menghasilkan komposisi unsur yang relatif lebih seimbang.