Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Problem Based Learing (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Suwawa Pada Materi Reaksi Redoks Palari, Nuraini; Paputungan, Mardjan; Kunusa, Wiwin Rewini
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Group Investigation berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suwawa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian menggunakan metode Quasy Eksperimen dan menggunakan desain penelitian Control Group Pretest-postest Design. Sampel berjumlah 50 siswa yang terbagi atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran Group Investigation berbasis Problem Based Learning  (PBL) sedangkan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yang terdiri dari 5 butir soal essay yang mencakup indikator pemecahan masalah yakni mengidentifikasi masalah, merencanakan suatu penyelesaian, menyelesaikan masalah dan membuat kesimpulan. Hasil uji validitas tes menunjukkan sebanyak 5 butir soal valid dan hasil realibilitas tes menunjukkan tingkat reliabilitas sebesar 0,6585 dengan kategori tinggi/baik. Analisis statistik uji t-independen digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada taraf signifikan α = 0,05 dengan dk = 48 diperoleh nilai thitung> ttabelatau 12,8285 > 1,67722, maka H0 ditolak dan Ha diterima bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Group Investigation berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi reaksi redoks. Nilai n-gain pada kelas eksperimen yaitu 0,73 (kategori tinggi) sedangkan kelas kontrol yaitu 0,57 (kategori sedang). Kesimpulan, penerapan model pembelajaran Group Investigation berbasis Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Suwawa pada materi reaksi redoks.
Pengaruh pH dan Temperatur Terhadap Kinerja Sensor ESI Pb2+ Tipe Kawat Terlapis Bermembran Kitosan Kunusa, Wiwin Rewini
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 11, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Elektroda Selektif Ion (ESI) Timbal dengan perbandingan komposisi  membran sensor optimum yaitu kitosan 10%: 40% PVC: 50% plasticizer DOP telah dikembangkan dan dikarakterisasi. Sensor yang dibuat mendekati Nernstian dengan Faktor Nernst sebesar 29,1 mV dekade/konsentrasi dengan koefisien korelasi R2 = 0,9661, konsentrasi linier berkisar antara 1 × 10-4 sampai 1 × 10-1 M, batas deteksi 1,9952 × 10-5M atau 4,13 ppm, waktu respon 30 detik, dan usia pemakaian 70 hari. Kinerja terbaik sensor diperoleh pada perendaman membran sensor dalam larutan Pb(NO3)2­ 1 M selama 30 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pH dan temperatur terhadap kinerja ESI Timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis kitosan yang ditentukan dengan mengukur respon potensial larutan Pb2+ dengan menggunakan buffer asetat pada pH 2-6 dan temperatur 20, 25, 30, 40, 50 oC. Hasil penelitian menunjukkan ESI-Pb(II) menunjukkan kinerja yang baik antara temperatur 25 - 350C dan pH 4 - 6. Hal ini menunjukkan bahwa ESI Timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis kitosan dapat digunakan dalam penentuan timbal pada sampel.
Studi Tentang Metode Merzerisasi Terhadap Perolehan Total Yield Lignoselulosa Kunusa, Wiwin Rewini; Iyabu, Hendri
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 12, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi NaOH dan suhu dalam proses dewaxing, delignifikasi dan dehemiselulosa terhadapo total yield yang diperoleh pada sampel limbah tongkol jagung. Hasil yang diperoleh pada proses dewaxing dihasilkan yield sebanyak 45,12 gr. Total yield yang dihasilkan setelah proses de-hemiselulosa pada konsentrasi NaOH 4% memiliki total yield tertinggi yakni 5.2275 gr. Semakin tinggi konsentrasi NaOH, maka total yield yang dihasilkan semakin rendah masing-masing 6% sebesar 4.4228 gr, 8% = 4.2321 gr, 10% = 4.3516, 12% = 4.1606, 14% = 3.7778 gr dan konsentrasi NaOH 17% sebanyak 4.3572 gr. Total yield yang dihasilkan setelah proses delignifikasi dan bleaching pada konsentrasi NaOH 4% memiliki total yield tertinggi yakni 5.2275 gr. Semakin tinggi konsentrasi NaOH, maka total yield yang dihasilkan semakin rendah masing-masing 6% sebesar 4.4228 gr, 8% = 4.2321 gr, 10% = 4.3516, 12% = 4.1606, 14% = 3.7778 gr dan konsentrasi NaOH 17% sebanyak 4.3572 gr. Proses mercerisasi menghilangkan lignin dan hemiselulosa juga menyebabkan fibrilasi dan kerusakan serat menjadi serat-serat kecil, meningkatkan luas permukaan sehingga efektif untuk proses adsorpsi dibanding serat yang tidak diaktivasi.
Pengaruh Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Menggunakan Media Animasi dan Kartu Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit Malae, Ismail; Ischak, Netty Ino; Kunusa, Wiwin Rewini
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 13, No 1 (2018): Februari
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media animasi dan kartu melalui model pembelajaran TGT, terhadap hasil belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit di Madrasah Aliyah Negeri Limboto tahun Pelajaran 2017/2018. Motode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan metode purposive sampling, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas X Mia1 sebagai kelas kontrol menggunakan metode konvensional (pengajaran langsung) dan kelas X Mia 2 sebagai kelas eksperiment diberi model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) menggunakan media animasi dan kartu. Hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji t-tes dan hasil yang didapat dari analisis statistik bahwa (thitung = 17,0753 > ttabel = 2,12) pada α = 0,05 hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) menggunakan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan pada materi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
Kajian Tentang Isolasi Selulosa Mikrokristalin (SM) dari Limbah Tongkol Jagung Kunusa, Wiwin Rewini
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 12, No 1 (2017): Februari
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Kualitas selulosa hasil sintesis yang mengandung kualitas Álfa-Selulosa dari hasil penelitian memperlihatkan, isolasi selulosa dengan metode ekstraksi menggunakan NaOH 4% kemudian dilanjutkan dengan hidrolisa α-selulosa menggunakan 2,5N asam klorida dan HCl pekat 38%. Sampel awal serbuk tongkol jagung ukuran 80 Mesh yang digunakan sebanyak 118,86 gr pada tahap dewaxing. Selanjutnya diperoleh produk sebanyak 90 gr. Proses de-hemiselulosa diperoleh 50 gr sampel atau dengan rendemen 55,56%. Selanjutnya tahap de-lignifikasi dihasilakan produk selulosa sebanyak 30 gr atau dengan rendemen 60%. Tahap bleacing selulosa dihasilkan 25,87 gr selulosa murni atau dengan rendemen 86,23%. Hasil hidrolisis selulosa murni memperoleh mikrokristalin selulosa dengan metode gravimetric sesuai SNI No. 0444-2009 menghasilkan 24,08 gr atau rendemen sebesar 93,1% dengan kadar air 6,9% mikrokristalin selulosa. Luaran dari hasil penelitian ini diharapkan diperoleh produk selulosa dari limbah tongkol jagung dengan nilai alfa-selulosa yang tinggi yang menunjukkan kualitas selulosa hasil isolasi.
INTERPRETASI DATA DERAJAT KRISTANILITAS DAN UKURAN KRISTAL KARBON AKTIF AMPAS TEBU TERAKTIVASI KOH, H3PO4, Na2S2O3, KMnO4, KSCN, FeCl3 Kunusa, Wiwin; Iyabu, Hendrik; Isa, Ishak
Jurnal Zarah Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2390

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pembuatan dan karakterisasi karbon aktif ampas tebu (KAAT) menggunakan metode aktivasi fisik dan aktivasi kimia. Digunakan variasi suhu karbonasi 4500C dan 6500C dan aktivator H3PO4 10%, FeCl3 10%dan KMnO4 10%. Hasil karakterisasi derajat kristanilitas dan ukuran Kristal karbon aktif menggunakan Instrumen pembacaan hasil Difragtogram XRD. Variasi aktivator dan variasi suhu dilakukan tujuannya untuk menghasilkan produk arangaktif yang memiliki permukaan spesifik, porositas, kerapatan dan ketahanan mekanis yangtinggi.Berdasarkan hasil perhitungan derajat kristalinitas sampel secara keseluruhan cenderung meningkat berdasarkan kenaikan suhu.
Biosorption of Methylene Blue by Activated Carbon from Sugarcane Waste (ACSW) Hendri Iyabu; Wiwin Rewini Kunusa; Ishak Isa; Doly Prima Silaban
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 10, No 3 (2021): Edition September-December 2021
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2021.010.03.559

Abstract

This study was aimed to produce and characterized activated carbon from sugarcane bagassebyphysical and chemicalactivation. Physical activation was performed by carbonation process in temperatures 4500C and 6500C. While chemical activationusedH3PO4 10%, FeCl3 10% and KMnO4 10% as activator. The results showed that total yield (%) 49.8396 - 80.635; pH 4.0-7.9; ash content (g) 0.3338-0.8820; adsorption capacity of iod (%) 93.92-99.20. Morphological structure, functional group and Crystal structure was studied by using SEM analysis, FT-IR and XRD Difragtogram respectively.Adsorption capacity(%) of methylene blue 1.5 ppm and 2.5 ppm using UV-VIS Spectrophotometer produces; for H3PO4activatorat 450℃ = 99.24 and ND;at 600℃ = ND and 99.24. FeCl3 activator at 450℃ = 93.8 and 28.68; At 600℃ = ND and 99.24. KMnO4 activator at 450℃ = 61.24 and 65.12; At 600℃ = 39.4 and 53.79. 
The Type Fragmentation Patterns Confirmed Acetaminophen By Using Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy (LCMS) From Herbal Medicine (Jamu) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa; Wiwin R Kunusa; Jafar La Kilo; Muhamad Handoyo Sahumena
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i2.7492

Abstract

Abstract: The Jamu or herbal medicine were adulterated with chemical drugs in the last twenty years. One of the chemical drugs that are commonly added to herbal medicine is acetaminophen. Acetaminophen is generally considered an analgesic-antipyretic drug. The research aims to identify the content of paracetamol and its amount added to the jamu. This study consisted of 6 jamu or herbal medicine samples with different brands. The TLC method conducted the qualitative analysis using the mobile phase n-hexane: ethyl acetate (1:1). Three positive samples containing acetaminophen were obtained: D, E, and F. The three positive samples containing acetaminophen were calculated using the LCMS method. Quantitative analysis was conducted with LCMS using a reversed-phase with a mobile phase of acetonitrile: water (15%>: 85%> v/v) at a flow rate of 0.2 mL/min and an injection volume of 5 µL, it was obtained the levels of acetaminophen in sample D as much as  0.16 g/2 g of sample, in sample E of 0.63 g/7 g of sample, and sample F of 0.56 g/7 g of sample. Although the acetaminophen content in herbal medicine is relatively small, according to the Regulation of the Minister of Health of Indonesia No. 007 of 2012, traditional medicine or herbal medicine should not contain synthetic chemicals.Abstrak: Dalam dua puluh tahun terakhir, banyak jamu yang dipalsukan dengan obat-obatan kimia. Salah satu obat kimia yang biasa ditambahkan pada jamu adalah asetaminofen. Acetaminophen umumnya dianggap sebagai obat analgesik-antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan parasetamol dan jumlah yang ditambahkan pada jamu. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 sampel jamu dengan merek yang berbeda. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksana: etil asetat (1:1). Diperoleh tiga sampel positif mengandung asetaminofen, yaitu sampel D, E, dan F. Tiga sampel positif mengandung asetaminofen dihitung menggunakan metode LCMS. Analisis kuantitatif dilakukan dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril: air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0,2 mL/menit dan volume injeksi 5 µL. Diperoleh kadar asetaminofen pada sampel D sebanyak 0,16 g/2 g sampel, pada sampel E sebesar 0,63 g/7 g sampel, dan pada sampel F sebesar 0,56 g/7 g sampel. Meskipun kandungan asetaminofen dalam jamu relatif sedikit, namun menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 007 Tahun 2012, obat tradisional atau jamu tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik.
Pemanfaatan Isolat Selulosa Ampas Tebu sebagai Chelating Agent (CAT) Zat Pewarna pada Jajanan Anak Sekolahan (JAS) Romario Abdullah; Karmila Bilondatu; Wina Zulfiana Tulie; Wiwin Rewini Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.32 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2356

Abstract

This study aims to detect synthetic dyes in JAS (School Children Snacks) using a chelating agent (CAT) from bagasse waste. Instrumentation used in the analysis was spectronic 20D. Sugarcane pulp cellulose products as CAT adsorbent rhodamine B coloring agent, metanil yellow and tartrazine in JAS were applied to 10 types of soft drink samples circulating in the market in Gorontalo City. The method used is the adsorption method. The adsorption capacity produced by cellulose with 75% content and α-cellulose content was 37.8% for sample 1 (56%) sample 2 (12%), sample 3 (83%), sample 4 (54%), sample 5 (45%) , sample 6 (54%), sample 7 (51%), sample 8 (27%), sample 9 (69%) and sample 10 (25%). The adsorption capacity produced by cellulose was 88.4% and α-cellulose content was 45.2% for sample 1 (56%) sample 2 (12%), sample 3 (83%), sample 4 (54%), sample 5 (45%) , sample 6 (54%), sample 7 (51%), sample 8 (27%), sample 9 (69%) and sample 10 (25%).
Kadar Fe(III) Pada Air Sumur Galian yang Dikonsumsi Masyarakat Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Sriyana Ohi; Wiwin Rewini Kunusa; Astin Lukum
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.4521

Abstract

Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kadar Fe(III) pada sampel air sumur galian yang dikonsumsi masyarakat sebanyak 10 sampel yang tersebar dibeberapa wilayah Kota Gorontalo. Sampel diasamkan dengan 0.3 mL HNO3 4M dan 0.5 mL KSCN 2M dan absorbansi diukur dalam Spektrometer UV-Visible. Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan deret konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 ppm larutan induk Fe 100 ppm diperoleh persamaan regresi linier y = 0.000x + 0.016 dengan nilai regresi (R2) = 0.9860. (λMax) 490 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.043. Data ini digunakan untuk pengukuran sampel di lokasi I. Untuk Lokasi II, Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan deret konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 diperoleh persamaan regresi linier y = 0.036x + 0.006 dengan nilai regresi (R2) 0.9800. (λMax) 510 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.025. Hasil pengukuran sampel untuk Lokasi I yakni kode sampel A = -0.1060, B = -0.0303, C = 0.3780, D = 0.1667 dan E = 0.3636. Untuk Lokasi II yakni kode sampel A = 0.175, B = 0.050, C = 0.3780, D = 0.050 dan E = 0.675. Disimpulkan bahwa, kandungan konsentrasi Fe di 5 lokasi ini masih dibawah NAB yakni ˂ 1 mg/L karena konsentrasi Fe yang dianjurkan oleh WHO minimal adalah 1 mg/L. Pada air tanah bervariasi mulai dari 0,01 mg/l - 25 mg/l.
Co-Authors A, Anisyah A. MS. A. Mu’thi Andy Suryadi Adam Mustapa, Muhammad Ahmad Kadir Kilo Akram La Kilo Andimala, Febriyanti Annisa Untuba Arviani Arviani Arwin, Muh. Astin Lukum Astin Lukum Basalama, Muhamad Tri Rezki Botutihe, Deasy N. Djalil, Jhodi Pratama Doly Prima Silaban Endah Nurrohwinta Djuwarno Erga Kurniawati Erni Mohamad Febriyanti Andimala Febriyanti Andimala Frida Maryati Yusuf giu, fitri ani Guge, Sri Rahmawati Hadji, Fitri Haris Munandar HARIS MUNANDAR Hendri Iyabu Hendri Iyabu Hendri Iyabu Histina, Maria Ibrahim, Febriyanti Ibrahim, Indriyanti Ibrahim, Rahmi I Inrawani Inrawani Ishak Isa Ishak, Candrawati Ishka Isa Jafar La Kilo Jafar La Kilo Julhim S Tangio Julhim S Tangio Julhim S. Tangio Karim, Cecy Rahma Karmila Bilondatu Kostiawan Sukamto, Kostiawan La Alio La Ode Aman La Ode Aman Mahdi Kilo Malae, Ismail Mangara Sihaloho Mangara Sihaloho Mardjan Paputungan Marnila Marnila Masrid Pikoli Meylani Frisilia Meyrin Hamzah Moh Izwarto Piyohu Moh. Fajri Moh. Fajri Langgene Muh. Arwin Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Taupik Mulyani Zahra Paramata Murjiatunur Amboy Musa, Weni J.A Musa, Weny A Musa, Weny J.A. Najmah, Najmah Netty Ino Ischak Ngabito, Putri Amalia Nita Suleman Nita Suleman Nur Isty Fidya Nur Rafida Akub Nur'afni Suaib Nurfadilah M. Kasim Nurhayati Bialangi Nurhayati Bialangi Opir Rumape Pakaya, Agustina H. Pakaya, Sitti Masita A. Palari, Nuraini Pinangi, Dea Potale, Stefani Meylan Putri Amalia Ngabito Ramli Utina Riryn Tahir Risti Ristianingsih Badu Romario Abdullah Roslina Imran Rusmani Tasanif Sahami, Ulin Sahrial Lakasim Siti Hadijah Lamato Bempa Siti Hairunisa Kandusu Sri Rahayu Latif Sriyana Ohi Suci Damayanti Sufriyanto Ibrahim Syakina Marilan Daaliwa Thayban Thayban Thayban, Thayban Umadji, Nur Inda R Umadji, Nur Inda R. Vera Yustika Wa Ode Nurlisa Weny J.A Musa Wina Zulfiana Tulie Yestin Takowa Yusuf, Risciana Yuszda K Salimi Yuszda K. Salimi Zikran Abdullah Zulfa K Muslimin Zulfikar Ahmad