Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEKOLAH TANPA LUKA : MEMBANGUN LINGKUNGAN RAMAH ANAK MELALUI EDUKASI ANTI-BULLYING DI SD NEGERI SUAK PANGKAT Husna Idayanti; Fitriani Fitriani; Laura Basithah; Laila Supriani; Putri Maulidia; Insanudin Insanudin; Prayoga Surya Abdi; M Zacki Maulana Putra; Dony Arung Triantoro
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.%p

Abstract

Bullying atau perundungan masih bisa terjadi di sekolah dasar dan bisa berdampak buruk terhadap suasana belajar, rasa percaya diri, serta pertumbuhan sosial dan psikologis siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar para siswa SD Negeri Suak Pangkat lebih memahami arti, macam-macam, dampak, cara mencegah, dan langkah menghadapi bullying.Tujuan utamanya juga adalah membantu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, inklusif, dan ramah terhadap anak-anak. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara deskriptif dan menggunakan pendekatan yang berupa pembelajaran. Tahapan kegiatan mencakup observasi awal, sosialisasi, penyampaian materi, diskusi yang berinteraksi, sesi tanya jawab, serta pembuatan media edukasi berupa poster yang bertujuan melawan bullying. Evaluasi dilakukan dengan cara mengamati dan menggunakan kuesioner sederhana berupa tes sebelumnya dan tes setelahnya. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 siswa, di mana 47 siswa mengikuti ujian pra dan 40 siswa mengikuti ujian pasca. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa setelah mendapat penjelasan, para siswa lebih paham bagaimana mengenali tindakan bullying, baik yang berupa siksaan fisik, ucapan kasar, maupun perlakuan tidak adil di lingkungan sosial. Siswa juga bisa mengenali apa yang harus dilakukan saat mengalami atau melihat bullying, seperti tidak ikut merundung, memberi dukungan kepada orang yang terkena, serta melaporkan kejadian tersebut kepada guru. Dengan demikian, pendidikan anti-bullying bisa menjadi cara awal untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik dan ramah bagi anak-anak. Namun, agar pemahaman tersebut bisa berkembang menjadi perilaku nyata, diperlukan keberlanjutan program melalui pembiasaan, pengawasan oleh guru, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan aktif orang tua dan seluruh warga sekolahkata kunci: bullying, edukasi anti-bullying, siswa sekolah dasar,s ekolah ramah anak