Haeruanisa Haeruanisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Kelas V Melalui Pendekatan Behavioral Modification Di SDN 2 Sama Guna Haeruanisa Haeruanisa; M. Taufik; Lalu Belik Made Dwipa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 11.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya karakter disiplin siswa masih menjadi salah satu permasalahan di sekolah dasar sehingga diperlukan pendekatan yang mampu membentuk perilaku disiplin secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan karakter disiplin siswa kelas V melalui pendekatan Behavioral Modification di SDN 2 Sama Guna Tahun Ajaran 2025/2026. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru wali kelas V, dan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembinaan karakter disiplin siswa melalui pendekatan Behavioral Modification dilaksanakan dengan memberikan positive reinforcement, pembiasaan perilaku disiplin, penerapan token economy, serta pemberian konsekuensi yang bersifat edukatif sehingga siswa lebih termotivasi untuk mematuhi aturan sekolah. 2) Penerapan pendekatan Behavioral Modification memberikan dampak positif terhadap karakter disiplin siswa, ditunjukkan dengan meningkatnya ketepatan waktu hadir di sekolah, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta terciptanya suasana pembelajaran yang lebih tertib dan kondusif. 3) Faktor pendukung pembinaan karakter disiplin meliputi konsistensi guru dalam menerapkan penguatan, dukungan pihak sekolah, serta adanya aturan yang jelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan karakter setiap siswa, motivasi belajar yang belum merata, serta kurang optimalnya dukungan dari lingkungan keluarga.