Fatia Lestari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Dalam Pembentukan Etika dan Moral Peserta Didik di Sekolah SDN 5 Gondang Fatia Lestari; M. Taufik; Fitriani Rahayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 11.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya pembentukan etika dan moral peserta didik sejak usia dini sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa berbagai pengaruh terhadap perilaku peserta didik, seperti menurunnya sikap sopan santun, kurangnya rasa hormat kepada guru dan teman, serta munculnya perilaku menyimpang seperti perundungan. Oleh karena itu, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan, pembiasaan positif, bimbingan, serta pemberian motivasi agar nilai-nilai etika dan moral dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk etika dan moral yang ditanamkan, peran guru, serta hambatan yang dihadapi guru dalam pembentukan etika dan moral peserta didik di SDN 5 Gondang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk etika dan moral yang ditanamkan meliputi sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, sikap hormat, kepedulian, dan kerja sama melalui pembiasaan positif di sekolah. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan pendidik karakter. Hambatan yang dihadapi meliputi pengaruh teknologi dan media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, serta rendahnya minat peserta didik terhadap pendidikan karakter. Upaya yang dilakukan guru yaitu memberikan pembiasaan positif secara berkelanjutan, memanfaatkan teknologi secara edukatif, menjalin kerja sama dengan orang tua, serta menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga pembentukan etika dan moral dapat berjalan secara optimal.