Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peserta didik dalam menerapkan kegiatan Satu Bulan Satu Buku, pelaksanaan kegiatan dalam meningkatkan budaya literasi membaca, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Satu Bulan Satu Buku terlaksana dengan baik dan memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan membaca peserta didik kelas X2. Peserta didik mulai membiasakan diri membaca secara rutin, mampu mengatur waktu untuk membaca, memahami isi bacaan, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari buku. Kegiatan tersebut secara bertahap membantu peserta didik menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan mendukung terbentuknya budaya literasi membaca di lingkungan sekolah. Faktor pendukung kegiatan meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, tersedianya perpustakaan dan bahan bacaan, adanya waktu membaca, serta meningkatnya kesadaran peserta didik. Adapun hambatan yang ditemukan berupa penggunaan media digital, keterbatasan waktu. Hambatan tersebut diupayakan melalui pemberian motivasi, pendampingan guru, pemanfaatan perpustakaan, pengaturan waktu, dan kerja sama seluruh pihak sekolah.