Halal micro and small enterprises (MSEs) support rural production and household economic stability. The Halal Value Chain (HVC), which includes sharia-compliant production, distribution, certification, and product traceability, can help businesses remain sustainable. This study examines how HVC practices among halal MSEs in six West Java villages contribute to the economic resilience of entrepreneurial households. It views HVC as both a source of competitiveness and a way to uphold maqāṣid al-sharī‘ah and Indonesia’s halal product regulations. The study uses a qualitative multiple-case design. Data were collected from 42 informants through interviews, participatory observation, and document analysis. The analysis combines business resources, sustainable livelihoods, resilience, and Islamic economic law.The findings identify three types of rural halal ecosystems: mobilization, embedded-market, and program-intensive. These ecosystems shape how quickly and strongly HVC affects businesses and households. The study also proposes a halal-based resilience spiral model, which describes how trust can lead to broader socioeconomic change. The findings show that stronger business capabilities, sharia compliance, and household economic resilience reinforce one another. The study offers insights to guide policies for developing the rural halal economy. Abstrak UMK halal berperan penting dalam kegiatan produksi dan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga perdesaan. Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain/HVC), yang mencakup produksi sesuai syariah, distribusi, sertifikasi, dan ketertelusuran produk, dapat mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan HVC oleh UMK halal di enam desa di Jawa Barat berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga wirausaha. HVC dipahami sebagai pendorong daya saing sekaligus bentuk penerapan maqāṣid al-syarī‘ah dan kepatuhan terhadap peraturan jaminan produk halal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus majemuk. Data dikumpulkan dari 42 informan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis menggabungkan perspektif sumber daya usaha, mata pencaharian berkelanjutan, resiliensi, dan hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga jenis ekosistem halal perdesaan: mobilisasi, pasar tertanam, dan intensif program. Jenis ekosistem tersebut memengaruhi kecepatan dan besarnya dampak HVC. Penelitian ini juga mengajukan model spiral resiliensi berbasis halal yang menjelaskan proses dari terbentuknya kepercayaan hingga perubahan sosial ekonomi rumah tangga. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan usaha, kepatuhan syariah, dan ketahanan ekonomi saling memperkuat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi halal perdesaan.