Wibowo, Iwan Sulistio
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparatif : Tingkat Kesepian pada Lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Panti Wening Wardoyo Ungaran dan Lansia yang Tinggal di Komunitas Wibowo, Iwan Sulistio; Rachma, Nurullya
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.512 KB)

Abstract

Kesepian merupakan perasaan dimana seseorang merasa terasing, tersisihkan, serta terpencil dari orang lain, dimana individu merasa ada ketidaksesuaian antara keinginan dan hasrat tentang hubungan sosial yang diharapkan dengan kenyataan hubungan baik secara kualitas maupun kuantitas. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbandingan tingkat kesepian pada lansia di unit rehabilitasi sosial (uresos) panti wening wardoyo ungaran dan lansia yang tinggal di komunitas kelurahan padangsari banyumanik. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat komparatif. subyek penelitian adalah lansia berumur 60-90 tahun yang tidak memiliki pasangan hidup. sampel penelitian sebanyak 30 lansia di komunitas dan 56 di panti. pengambilan data menggunakan kuesioner ucla loneliness scale yang terdiri dari 20 pertanyaan. hasil analisis dengan menggunakan uji mann-whitney u diperoleh hasil p value (0,022) < α (0,05) sehingga ho ditolak dan ha diterima sehingga menunjukkan ada perbedaan tingkat kesepian pada lansia di komunitas dan panti werdha. peneliti menyarankan untuk dilakukan lagi penelitian serupa untuk lebih menggali factor-faktor terkait kesepian dan membandingkannya antara di komunitas dan panti werdha.
Program Noska : Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut di Kelurahan Limo, Depok Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Wibowo, Iwan Sulistio; Alqasha, Adya; Regita, Fadhillah; Shabrina, Zata Ismah; Hidayatullah, Akmal Hidayatullah; Alawiyah, Saidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25005

Abstract

ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan prevalensi 1,5% dan kontribusi signifikan terhadap tingginya angka mortalitas. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan tindakan pra-rumah sakit sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Program “NOSKA” (Nol Kasus Nol Mortalitas SKA) dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan awal SKA di Kelurahan Limo, Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis edukatif-partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan analisis situasi, pemberdayaan keluarga, dan evaluasi program menggunakan desain pre–post evaluation. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai faktor risiko, gejala, dan kesiapsiagaan menghadapi serangan jantung, dengan skor rata-rata meningkat dari 73,21 menjadi 95,92 (p = 0,000). Selain itu, 85% peserta mampu mengidentifikasi gejala awal SKA dengan benar berdasarkan observasi keterampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa program NOSKA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan respons dini keluarga terhadap SKA. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi pencegahan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pemberdayaan Keluarga,  Pencegahan, Sindrom Koroner Akut.  ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS) is one of the leading causes of mortality in Indonesia, with a prevalence of 1.5% and a substantial contribution to national death rates. Limited public knowledge regarding early symptoms and pre-hospital actions often results in delayed treatment. The “NOSKA” Program (Zero Cases Zero Mortality of ACS) was developed to empower families in the early detection, prevention, and initial management of ACS in Limo District, Depok. The method used is health education with an educational-participatory Participatory Action Research (PAR) approach, which is implemented through the stages of situation analysis, family empowerment, and program evaluation using a pre-post evaluation design.  Evaluation results showed a significant improvement in family knowledge regarding risk factors, symptoms, and preparedness for heart attack emergencies, with average scores increasing from 73.21 to 95.92 (p = 0.000). Additionally, 85% of participants were able to correctly identify early ACS symptoms based on observations from skill assessments.These findings indicate that the NOSKA program effectively enhances family knowledge, awareness, and early response capabilities related to ACS. The program demonstrates strong potential to be developed as a sustainable community-based prevention model. Keywords : Acute Coronary Syndrome, Early Detection, Family Empowerment, Prevention