Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PPMAKSI (Pertolongan Pertama Pada Massa Aksi) Sebagai Upaya Penanganan Keselamatan Diri Saat Demonstrasi Rohmawati, Dhian Luluh; Dewi, Apri Rahma; Sutanti, Devina Alfiah; Nabila, Euis Ginitri; Nurjihan, Nadia; Alqasha, Adya
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/20vntg84

Abstract

Aksi unjuk rasa di Indonesia sering menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi pesertanya.  Demonstrasi besar pada Agustus 2025, misalnya, menyebabkan banyak peserta mengalami cedera akibat gas air mata, benturan, dan kondisi lapangan yang tidak aman. Situasi ini menunjukkan pentingnya penanganan cepat melalui pertolongan pertama di lokasi kejadian. Pelatihan pertolongan pertama bagi peserta atau relawan medis menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak cedera dan meningkatkan keselamatan selama aksi berlangsung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya mahasiswa, dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat saat aksi unjuk rasa serta demonstrasi pada cidera pada luka terbuka, luka kepala, kejang atau epilepsy, penanganan paparan gas air mata atau zat kimia, kehilangan kesadaran sementara. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, demonstrasi, dan pelatihan keterampilan pertolongan pertama secara tatap muka. Sasaran kegiatan adalah 35 mahasiswa Gerakan Perlawanan FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Hasilnya adalah nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 8,17 menjadi 9,91, sikap dari 29,57 menjadi 31,49, perilaku dari 26,23 menjadi 34,83, dan kesiapan dari 1,11 menjadi 2,46. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta mampu mempraktikkan keterampilan dasar seperti membalut luka dan recovery position dengan baik. Kesimpulannya adalah pelatihan pertolongan pertama pada massa aksi terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan peserta. Metode demonstrasi efektif membangun keterampilan praktis. Kegiatan serupa disarankan dilakukan rutin dan diperluas ke organisasi mahasiswa lain untuk memperkuat kesiapsiagaan dan keselamatan diri.
Program Noska : Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut di Kelurahan Limo, Depok Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Wibowo, Iwan Sulistio; Alqasha, Adya; Regita, Fadhillah; Shabrina, Zata Ismah; Hidayatullah, Akmal Hidayatullah; Alawiyah, Saidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25005

Abstract

ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan prevalensi 1,5% dan kontribusi signifikan terhadap tingginya angka mortalitas. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan tindakan pra-rumah sakit sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Program “NOSKA” (Nol Kasus Nol Mortalitas SKA) dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan awal SKA di Kelurahan Limo, Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis edukatif-partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan analisis situasi, pemberdayaan keluarga, dan evaluasi program menggunakan desain pre–post evaluation. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai faktor risiko, gejala, dan kesiapsiagaan menghadapi serangan jantung, dengan skor rata-rata meningkat dari 73,21 menjadi 95,92 (p = 0,000). Selain itu, 85% peserta mampu mengidentifikasi gejala awal SKA dengan benar berdasarkan observasi keterampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa program NOSKA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan respons dini keluarga terhadap SKA. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi pencegahan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pemberdayaan Keluarga,  Pencegahan, Sindrom Koroner Akut.  ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS) is one of the leading causes of mortality in Indonesia, with a prevalence of 1.5% and a substantial contribution to national death rates. Limited public knowledge regarding early symptoms and pre-hospital actions often results in delayed treatment. The “NOSKA” Program (Zero Cases Zero Mortality of ACS) was developed to empower families in the early detection, prevention, and initial management of ACS in Limo District, Depok. The method used is health education with an educational-participatory Participatory Action Research (PAR) approach, which is implemented through the stages of situation analysis, family empowerment, and program evaluation using a pre-post evaluation design.  Evaluation results showed a significant improvement in family knowledge regarding risk factors, symptoms, and preparedness for heart attack emergencies, with average scores increasing from 73.21 to 95.92 (p = 0.000). Additionally, 85% of participants were able to correctly identify early ACS symptoms based on observations from skill assessments.These findings indicate that the NOSKA program effectively enhances family knowledge, awareness, and early response capabilities related to ACS. The program demonstrates strong potential to be developed as a sustainable community-based prevention model. Keywords : Acute Coronary Syndrome, Early Detection, Family Empowerment, Prevention