Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN (MAINDAM) BERDASARKAN DATA INSTRUMEN GEOTEKNIK PADA BENDUNGAN SINDANG HEULA SERANG BANTEN Nanang Sutisna; M. Ichwanul Yusup; Euis Amilia Euis Amilia
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 3 No. 1 (2021): josce: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v3i1.1129

Abstract

The development of science and technology has obtained supporting technology for monitoring the soil shear force and pore water pressure in the dam, the presence of shear forces against the landfill and pore water pressure through small cavities in the embankment soil in the dam body which can be detected by equipment such as inclinometer and piezometer that have been installed at predetermined points. The application of inclinometer and piezometer technology is used as a support tool for monitoring the movement of landfill and pore water pressure against dams. The embankment dam is the most complex of civilian structures and is very dangerous if damaged. When there is damage to a dam, it will cause a big disaster for the areas that are downstream of the dam. Damage or collapse of a dam can occur due to several things, including overtopping, sliding of the dam slopes (internal erosion or "piping"), and the occurrence of structural degradation of each zone. on the dam body. In the analysis of the stability of the embankment (maindam) which is based on geotechnical instrument data, it must be carried out as carefully and accurately as possible. The purpose of this analysis is to measure the early damage in the main dam (maindam). After conducting research and field studies at the Sindang Heula dam, there were several points of decline at the top of the core embankment (maindam). To find out the cause of the decline, data was taken from measuring geotechnical instruments.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU BETON SPUN PILE DIAMETER 300 MM PRODUKSI PT. WASKITA BETON PRECAST - PLANT BOJONEGARA Agus Saputra; M. Ichwanul Yusup; Ma'ulfi Kharis Abadi
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 4 No. 01 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i01.1683

Abstract

Pengendalian mutu beton tiang pancang sangat mempengaruhi akan kekuatan tiang pancang tersebut, dalam menunjang kekuatan suatu pondasi gedung yang akan dibangun. Spun Pile adalah jenis pondasi dalam yang merupakan bagian dari struktur bangunan dan dirancang untuk menahan beban struktur suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data pengendalian mutu spun pile yang meliputi uji property material, mix design, test slump, dan uji kuat tekan benda uji. Dalam pengendalian mutu spun pile terdiri dari berbagai macam metode pengujian matrial. Mulai dari uji agregat kasar dan agregat halus, job mix, sampai dengan pengujian benda uji. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kandungan material alam yang digunakan untuk pembuatan produk spun pile, agar dapat ditentukan layak atau tidak digunakan dan untuk mengetahui kekuatan mutu beton spun pile yang direncanakan. Proses pembuatan spun pile dilakukan dengan peralatan yang canggih untuk menunjang pekerjaan dan dilakukan perawatan terhadap produk supaya mengurangi produk cacat. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengujian material dalam pengendalian mutu beton harus sesuai standar, pembuatan produk harus bagus dan berkualitas, cara mengatasi produk cacat dengan baik serta cara perawatan produk yang bagus.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RAYA SERANG - JAKARTA KECAMATAN BALARAJA KABUPATEN TANGERANG Bhekti Priyo Prayogo; M. Ichwanul Yusup; Euis Amilia
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v7i01.3599

Abstract

Roads are one of the most important infrastructures, but in some areas there is often inundation on the road, caused by climate change or land use change. On the Jalan Raya Serang - Jakarta section of Balaraja Subdistrict, Tangerang Regency, flooding often occurs during maximum rainfall intensity, this is because there is no drainage channel that helps water flow to the nearest river. Therefore, research is needed related to drainage planning to prevent flooding. In this study, the rainfall data used is the last 10 years of data, and hydrological analysis using the algebraic average formula, mononabe formula, and gumbel. This study uses a return period with a planned flood discharge obtained for a return period of 5 years = 0.284 m3 / s, a return period of 10 years = 0.329 m3 / s, a return period of 20 years = 0.356 m3 / s, a return period of 50 years = 0.400 m3 / s, and a return period of 100 years 0.442 m3 / s. Two (2) experiments were carried out in the calculation of rainfall data. Conducted 2 (two) experiments in the calculation of channel dimensions. Experiment 1 (one) obtained channel dimensions with channel width (b) 0.70 m, channel height (h) 0.65 m, and can accommodate channel discharge of 1.306 m3 / h. Experiment 2 (two) obtained channel dimensions with a channel width (b) of 0.70 m, channel height (h) 0.50 m, and can accommodate a channel discharge of 0.952 m3 / d.
ANALISIS GEOMETRIK JALAN LINGKAR SELATAN ( JLS ) STATIONING 08+050 SAMPAI STATIONING 08+475 KOTA CILEGON Nila Prasetyo Artiwi; Didy Sugiarto; M. Ichwanul Yusup
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 01 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v7i01.4042

Abstract

Jalan lingkar Selatan Kota Cilegon masuk dalam klasifikasi jalan perkotaan sesuai Sk Walikota No. 620/Kep.19-DPUTR/2022 Tentang Status Jalan Kota Cilegon, kelas III, jalan kolektor sekunder Ruas jalan ini merupakan salah satu urat nadi pertumbuhan ekonomi baik di Kota Cilegon maupun Kabupaten Serang. Pada bagian ruas jalan terdapat titik-titik jalan yang rawan terhadap keselamatan lalu lintas, salah satunya di Stationing 08+175 sampai Stationing 08+425 pada lokasi Simpang Lebak Denok. Pada titik kemacetan lalu lintas terbesar disebabkan oleh alinyemen vertikal yang belum memenuhi standar yang disyaratkan oleh Bina Marga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka yang dianalisis menggunakan rumus-rumus empirik sesuai Pedoman Desain Geometrik Jalan Bina Marga 2021. Data ukuran geometrik jalan dikumpulkan secara pengukuran langsung yang menjadi data primer seperti lebar lajur jalan, bahu jalan dan jenis perkerasan, dan juga ada yang didapatkan dari dokumen berupa data sekunder berupa data klasifikasi jalan, indikator kecepatan rencana dan besar jari-jari tikungan pada alinyemen horisontal. Analisis pada geometrik jalan berupa alinyemen vertikal dan horisontal bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai elevasi alinyemen vertikal maupun horizontal yang ada di lapangan. Analisis alinyemen vertikal dan horizontal pada jalan lingkar selatan ini mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan. Elevasi vertikal maksimum pada ruas jalan ini sebesar 10% dan elevasi horizontal menunjukkan angka 200 sampai dengan 500 m. Pedoman Desain Geometrik Jalan Bina Marga 2021 mensyaratkan untuk tinggi elevasi maksimum alinyemen vertikal adalah 8%. Untuk alinyemen horisontal sudah memenuhi standar geometrik jalan yaitu > 200m, sehingga direkomendasikan perlunya perencanaan ulang kondisi Geometrik Jalan Lingkar Selatan STA. 08+175 sampai STA. 08+425 agar memenuhi standar geometrik dan kemantapan jalan sesuai dengan yang disyaratkan. Selain itu diperlukan rambu-rambu agar pengendara mengetahui bahwa akan memasuki tanjakan yang curam sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan.