Penelitian ini berangkat dari persoalan mendasar kesetaraan pendidikan Paket C, yaitu ketidaksesuaian kurikulum dengan kekhasan dan potensi lokal yang berakibat pada rendahnya relevansi pembelajaran, dominasi metode yang berpusat pada guru, dan kecenderungan hilangnya pembelajaran. Tujuan penelitian adalah dan menguji efektivitas Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek ( Project-Based Learning /PjBL) yang mengakomodasi kekhasan potensi daerah dalam Pendidikan Kesetaraan Paket C. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Partisipatorik ( Participatory Action Research /PAR) yang melibatkan tutor, peserta didik, dan pengelola PKBM sebagai mitra penuh dalam tiga tahap: persiapan partisipatif, implementasi siklus PAR (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi), serta evaluasi dan diseminasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, FGD, wawancara mendalam, dokumentasi produk proyek, dan lembar refleksi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta didik memerlukan pembelajaran yang aplikatif untuk bekerja dan berwirausaha, tutor memerlukan dukungan metodologis untuk beralih dari pendekatan yang berpusat pada guru , dan PKBM memiliki sumber daya lokal yang belum dioptimalkan; (2) prototipe model PjBL kontekstual yang dikembangkan menempatkan potensi lokal—kerajinan tangan dan kesenian berbasis komunitas sebagai konteks pembelajaran melalui siklus PAR yang kolaboratif; dan (3) model efektif meningkatkan keterampilan abad ke-21 peserta didik (kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas), motivasi serta keterlibatan peserta didik, dan kapasitas tutor dalam merancang pembelajaran berbasis lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL kontekstual merupakan model yang relevan untuk memperkuat kebermaknaan kesetaraan pendidikan bagi peserta didik marginal, dan merekomendasikan penelitian lanjutan dengan siklus PAR tambahan, instrumen yang lebih terstandardisasi, serta perluasan uji coba ke PKBM dengan karakteristik potensi lokal yang beragam.