Pembelajaran abad ke-21 menuntut guru SD mampu merancang pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) melalui strategi Deep Learning. Namun pembelajaran tematik di SD wilayah Tangerang Selatan masih cenderung berpusat pada guru, terfragmentasi, dan terfokus pada hafalan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan praktis guru SD negeri dan swasta di Tangerang Selatan dalam menerapkan strategi Deep Learning pada pembelajaran tematik, membentuk komunitas praktisi, dan menghasilkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode yang digunakan adalah Model Aksi Partisipatif dengan siklus perencanaan–aksi–observasi–refleksi, dipadukan dengan pendekatan training of trainers (ToT). Kegiatan dilaksanakan dalam tahap empat: pemetaan kebutuhan, intensifikasi pelatihan, pendampingan implementasi melalui coaching dan co-teaching, serta penguatan komunitas praktisi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep guru tentang Deep Learning dan HOTS, perbaikan kualitas perangkat pembelajaran tematik yang dihasilkan, serta pergeseran peran guru dari penyampai materi menjadi fasilitator. Meskipun demikian, perubahan praktikum belum merata karena kendala waktu, beban administrasi, dan variasi kemampuan siswa. Terbentuknya komunitas praktisi berbasis sekolah menjadi faktor penting bagi program keinginan. Kegiatan ini mendukung SDG 4, IKU Perguruan Tinggi, Asta Cita UMJ, dan bidang fokus RIRN. Rekomendasi bagi program serupa adalah memperkuat pendampingan berkelanjutan, menyediakan instrumen asesmen HOTS yang aplikatif, dan melibatkan kepala sekolah sejak tahap perencanaan.