Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Demplot KJA Silvofishery sebagai Inovasi Budidaya Ikan Berkelanjutan bagi Masyarakat Pesisir Heri Ariadi; Nur Lu'lu Fitriyani; Tri Yusufi Mardiana; Muhammad Valentino Rossi; Muhammad Saa’id Tsaqif Mughits; Nok Rina Nur Risqi; Afni Septiyani; Muhammad Zidni Ilma; Dhiya Ayu Paramitha; Safira Imelda Sari; Lailis Sa’Adah; Dea Amalia Alfa Syahro; Eva Risqiyanti
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Desember 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v6i1.322

Abstract

Latar Belakang: Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomi penting bagi masyarakat pesisir, namun pemanfaatannya masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan teknologi budidaya berbasis ekosistem. Tujuan: Untuk mengembangkan demplot Keramba Jaring Apung (KJA) silvofishery sebagai model budidaya ikan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan bagi kelompok pembudidaya di pesisir Degayu, Kota Pekalongan. Metode: Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan dan pemasangan KJA, serta pendampingan secara partisipatif yang diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan program. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan KJA silvofishery memiliki prospek usaha yang layak, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mitra dalam penerapan teknologi budidaya, serta memperkuat partisipasi, kemandirian, dan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha. Demplot juga berfungsi sebagai media pembelajaran dan percontohan teknologi budidaya berbasis ekosistem. Kesimpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa KJA silvofishery berpotensi menjadi model inovasi budidaya ikan yang mengintegrasikan produktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem mangrove.
Determinasi Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan Dhiya Ayu Paramitha; Dea Amalia Alfa Syahro; Safira Imelda Sari; Jaya Maulana; Dewi Nugraheni Restu Mastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6867

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah penyebab utama kesakitan pada balita, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan kualitas lingkungan rumah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control yang dipadukan dengan metode mixed methods. Subjek penelitian terdiri dari 36 balita usia 0–59 bulan yang terbagi menjadi 12 kasus ISPA dan 24 kontrol, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui wawancara terstruktur dan observasi rumah, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan setempat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian ISPA (p = 0,020; OR = 7,00), sementara faktor lingkungan dan perilaku lainnya belum menunjukkan hubungan signifikan. Temuan kualitatif menguatkan bahwa kepadatan permukiman, perilaku merokok di dalam rumah, dan rendahnya penerapan PHBS masih menjadi permasalahan utama. Disimpulkan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko dominan ISPA pada balita, sehingga diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif berbasis perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.