Fani Buton
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cost Effectiveness Analysis Penggunaan Obat Clopidogrel Dan Aspirin Pada Penyakit Gagal Jantung Di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Fani Buton; Mulyadi Prasetyo; Yusuf Useng
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i5.784

Abstract

Penyakit gagal jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang membutuhkan pengobatan dan perawatan berkelanjutan serta menimbulkan beban ekonomi bagi rumah sakit. Clopidogrel dan aspirin digunakan pada kondisi kardiovaskular tertentu, namun perbedaan biaya dan hasil terapi pada pasien gagal jantung di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara belum diketahui secara spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya penggunaan clopidogrel dibandingkan aspirin pada pasien gagal jantung di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data retrospektif. Sampel sebanyak 72 pasien dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 36 pasien clopidogrel dan 36 pasien aspirin. Analisis dilakukan dari perspektif rumah sakit berdasarkan biaya medis langsung, meliputi biaya obat gagal jantung, laboratorium, obatpenyerta, dan masa perawatan. Efektivitas terapi diukur berdasarkan Length of Stay (LOS), dengan orientasi semakin pendek LOS menunjukkan outcome lebih baik. Analisis menggunakan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Rata-rata biaya kelompok aspirin Rp1.643.106,32, lebih rendah dibandingkan clopidogrel Rp1.770.620,22. Rata-rata LOS aspirin 4,81 hari dan clopidogrel 4,86 hari, dengan selisih 0,05 hari. Nilai ACER aspirin Rp341.602,15 dan clopidogrel Rp364.325,15. Nilai ICER sebesar Rp2.550.278 menunjukkan perbedaan biaya terhadap perubahan efektivitas. Aspirin menunjukkan biaya lebih rendah dan LOS lebih pendek, tetapi selisih LOS yang kecil belum dapat dinyatakan bermakna secara statistik. Hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi ekonomi rumah sakit, dengan pemilihan terapi tetap mempertimbangkan indikasi klinis, kontraindikasi, risiko perdarahan, komorbid, dan kondisi pasien.