Mulyadi Prasetyo
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Capaian Suhu Tubuh Pada Pasien Demam Tifoid di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan Dinda Tri Agustina; Bai Athur Ridwan; Tasman; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.210

Abstract

Demam Tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik yang tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat dan tepat pasien terhadap capaian suhu tubuh pada pasien demam tifoid rawat inap di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien demam tifoid rawat inap di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan tahun 2022 dan sampel yang digunakan yaitu sebanyak 61 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh di tabulasi dalam bentuk jumlah persentasi. Hubungan rasionalitas dengan capaian suhu tubuh dianalisis dengan metode Chi Square 95% signifikasi jika P < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yaitu diperoleh hasil 100% pasien tepat indikasi, 78,7% tapat dosis, 100% tepat obat dan 95,1% tepat pasien. Terdapat hubungan antara rasionalitas dengan capaian suhu tubuh dilihat dari nilai signifikasi P < 0,05 (P = 0,01). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan penelitian yang menggunakan metode yang berbeda.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Serum Wajah Dari Fraksi Metanol Daun Bidara (Zizipuhus mauritiana Lam.) Mulyadi Prasetyo; Anisa Gafur; Mus Ifaya; Rismayanti Fauziah; Rina Andriani; Risky Juliansyah Putri; Emilia Audrey Tunmas Pasenggong; Nurhyuni
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.704

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin, dengan flavonoid berperan penting sebagai antioksidan penangkap radikal bebas. Dalam penelitian ini, fraksi metanol daun bidara diformulasikan menjadi sediaan serum wajah yang dipilih karena memiliki konsentrasi bahan aktif tinggi, viskositas rendah, mudah diserap kulit, dan sesuai sebagai sediaan perawatan kulit topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia fraksi metanol daun bidara, mengevaluasi fisik sediaan serum wajah, serta menentukan aktivitas antioksidan dari sediaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak daun bidara diperoleh dengan metode maserasi menggunakan metanol 96% kemudian difraksinasi dengan metanol 96% dan n-heksan hingga diperoleh fraksi kental. Fraksi diformulasikan dalam bentuk serum dengan variasi konsentrasi F0 (0% kontrol), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi fisik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, cycling test, serta uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan fraksi metanol daun bidara mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula berada dalam rentang mutu fisik serum wajah yang dapat diterima. Setelah cycling test terjadi perubahan pada daya sebar dan viskositas, namun tidak terjadi perubahan organoleptik, homogenitas, maupun pH. Uji iritasi tidak menunjukkan tanda iritasi pada sukarelawan. Aktivitas antioksidan menunjukkan semua formula 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas kuat hingga sangat kuat, dengan formula terbaik F3 (15%) yang menghasilkan IC₅₀ sebesar 16,945 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa serum fraksi metanol daun bidara menunjukkan kestabilan fisik awal berdasarkan cycling test, tidak menimbulkan iritasi pada uji tempel terbuka terbatas, dan berpotensi sebagai sediaan antioksidan alami untuk perawatan kulit wajah.
Analisis Drug Related Problems Pada Pasien Chronic Kidney Disease Dengan Komorbid Hipertensi Di RSUD Bahteramas Insan Melani Putri A; Muh Idrus; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.713

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan penyakit kronis progresif yang sering disertai hipertensi sebagai komorbiditas utama. Kombinasi kedua penyakit ini meningkatkan kompleksitas terapi dan risiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah DRPs pada pasien CKD dengan komorbid hipertensi di RSUD Bahteramas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode 2023–2024. Sampel penelitian terdiri atas 61 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1. Satu pasien dapat mengalami lebih dari satu kategori DRPs. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus DRPs pada 61 pasien. Kategori DRP terbanyak adalah indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (24,46%), diikuti terapi tidak tepat sebanyak 8 kasus (13,11%), obat tanpa indikasi sebanyak 8 kasus (13,11%), dan interaksi obat sebanyak 6 kasus (9,84%). Temuan ini menunjukkan pentingnya identifikasi DRPs untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi pada pasien PGK dengan komorbid hipertensi.