Alfath Oktaraya Adoe
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Pendidikan Islam dan Dikotomi Ilmu: Antara Sumber Ilmu dan Sejarah Kelembagaan Muhammad Davi; Bina Prima Panggayuh; Kencana Putri; Diah Rahayu; Alfath Oktaraya Adoe
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 04 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i04.12770

Abstract

Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan dalam pendidikan Islam, terutama ketika perbedaan bidang keilmuan berkembang menjadi pemisahan dalam sistem pembelajaran dan kelembagaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah dikotomi tersebut berakar pada epistemologi Islam atau lebih dipengaruhi oleh perkembangan sejarah kelembagaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis konseptual dan historis terhadap literatur mengenai klasifikasi ilmu, pemikiran tokoh Islam, serta perkembangan lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembedaan ‘ulum naqliyyah dan ‘ulum ‘aqliyyah dalam tradisi keilmuan Islam berkaitan dengan perbedaan sumber dan metode memperoleh pengetahuan, bukan dasar bagi pemisahan ilmu secara mutlak. Dikotomi yang berkembang dalam pendidikan modern lebih erat berkaitan dengan faktor historis dan kelembagaan, meliputi kolonialisme, perubahan sistem pendidikan, kebijakan pendidikan, serta pengaruh paradigma sekuler. Namun, cara memahami hubungan antara wahyu, akal, dan pengalaman juga dapat memperkuat pemisahan antardisiplin. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini mengajukan Proposisi Integrasi Epistemik–Institusional Berlapis (IEIB) yang memadukan orientasi tauhid, keterhubungan sumber dan metode pengetahuan, pembelajaran lintas disiplin berbasis masalah, serta pembaruan tata kelola pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya mengatasi dikotomi memerlukan pembaruan paradigma keilmuan, proses pembelajaran, dan struktur kelembagaan secara terpadu. Proposisi IEIB masih memerlukan pengujian empiris untuk menilai penerapannya dalam praktik pendidikan.