Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening pada SD Negeri se-Kota Cilegon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah ... guru yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru (β = 0,256; p = 0,006), lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru (β = 0,311; p = 0,001), serta kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja guru (β = 0,245; p = 0,010). Sebaliknya, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru (β = −0,008; p = 0,925). Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja guru (β = 0,657; p < 0,001). Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru (β = 0,168; p = 0,005) serta memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru (β = 0,204; p < 0,001). Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja guru lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah dan peningkatan motivasi kerja guru. Meskipun lingkungan kerja tidak berpengaruh secara langsung terhadap disiplin kerja guru, lingkungan kerja tetap mampu meningkatkan disiplin kerja melalui peningkatan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Oleh karena itu, motivasi kerja menjadi faktor strategis yang perlu diperkuat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja guru pada SD Negeri se-Kota Cilegon.