Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Effect Fresh Milk on Surface Roughness of Resin Modified Glass Ionomer Cement: Efek Susu Segar Terhadap Kekasaran Permukaan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Yudhit, Astrid; Harahap, Kholidina Imanda; Dewi, Yuli Ratna
Dentika: Dental Journal Vol. 22 No. 1 (2019): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.485 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v22i1.1750

Abstract

Resin modified glass ionomer cement as restorative material used in dentistry especially in primary teeth. Fresh milk is often consumed by children as daily drink and it contains lactic acid. The aim of this study was to evaluate surface roughness of resin modified glass ionomer cement after immersed in fresh milk for 2, 4, and 6 hours. Samples were disc shape resin modified glass ionomer cement with size 5 mm in diameter and 2 mm in thickness. Totally 24 samples were divided into 3 groups (n=8), group immersed for 2 hours, group immersed for 4 hours, and group immersed for 6 hours. Fresh milk was pure cow’s milk that harvest in the morning by the farmer. Surface roughness measurements was done before and after immersed using a profilometer (Surfcorder SE-300, Laboratory Ltd, Japan). Results showed surface roughness change were 0.0217 ± 0.005 μm for groups A, 0.0366 ± 0.006 μm for groups B, and 0.0555 ± 0.004μm for groups of 6 hours. One Way Anova test showed significant differences between groups (p <0.05). It can be concluded that there was significant increased on surface roughness of modified resin ionomer cement after immersed in fresh milk for 2, 4 and 6 hours.
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MURID SDN 060847 DAN 060848 MEDAN PETISAH Kholidina Imanda Harahap; Astrid Yudhit
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.263 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 060847 dan 060848 Jl. Saga, Kecamatan Medan Petisah Medan dengan jangka waktu kegiatan selama 3 bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan kesehatan gigi, sikat gigi bersama, pemeriksaan keadaan gigi anak dan perawatan gigi yang sakit. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh nilai prevalensi karies 81,87% dengan skor DMF-T 4,53 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Selain itu, diperoleh juga data jumlah karies pada murid dari kedua SDN tersebut yang dapat ditinjau dari usia, jenis kelamin dan jenis pekerjaan orang tua. Kegiatan ini juga membagikan kartu evaluasi menyikat gigi yang harus diisi oleh orang tua sesuai dengan kegiatan menyikat gigi yang dilakukan oleh murid. Melalui kartu evaluasi ini keteraturan murid dalam menyikat gigi sesuai dengan waktu yang tepat sudah cukup baik.penyuluhan, perawatan, gigi, murid, sekolah dasar
Pengaruh bahan bonding self-etch terhadap kekuatan perlekatan antara pasak glass fiber dengan resin komposit Astrid Yudhit; Rusfian Dayuni Ariski S
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 1 No 1 (2012): JMKG Vol 1 No 1 Maret 2012
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.002 KB) | DOI: 10.32793/jmkg.v1i1.153

Abstract

Nowadays, glass fiber post and composite resin cores have been used in endodontic treatment for esthetics achievement. The success of this treatment was affected by some factors such as bond strength between post and cores. The aim of this study is to investigate the effect of self etch bonding agent that use as adhesive materials between glass fiber post and resin composite by its bond strength. Totally twenty samples is used in this study, and divided in two groups (n=10 for each group), bonding group agents and without bonding agent group (control). The tensile-shear bond strength tested with Universal Testing Machine. Then, the bond strength values were analyzed statistically with t-test (p≤ 0,05). The result shows that bonds strength values in bonding agent groups were higher than without bonding agent groups. But, there is no significantly different between groups. In conclusion, bonding agent did not have effect on tensile-shear bond strength between glass fiber post and resin composite.
Perubahan Warna Resin Komposit Mikrohibrid Setelah Pemutihan Dengan Hidrogen Peroksida 15% Kholidina Imanda Harahap; Astrid Yudhit; Sefty Aryani Harahap
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.643 KB)

Abstract

Sekarang ini dental estetik berkembang dengan maju dan salah satunya adalah berkaitan dengan warna gigi. Pasien lebih memilih restorasi yang memiliki warna seperti warna gigi aslinya ataupun menjalani pemutihan gigi untuk mendapatkan warna yang lebih terang sehingga mungkin saja pasien yang memiliki tambalan resin komposit akan melakukan pemutihan gigi juga. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 15% terhadap perubahan warna resin komposit mikrohibrid. Penelitian ini menggunakan 25 sampel resin komposit mikrohibrid warna A3 dengan diameter 7 mm dan tebal 2 mm. Pengamatan warna dilakukan pada seluruh sampel sebelum dan setelah perlakuan dengan menggunakan shade guide dan diberikan skor untuk setiap hasil pengamatan. Aplikasi bahan pemutih hidrogen peroksida 15% dilakukan selama 20 menit dan perlakuan diulang untuk 10 hari. Hasil analisis statistik uji t-dependent menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perubahan warna resin komposit mikrohibrid yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan
The EFFECT OF BARANGAN BANANA STEM FIBER ON WATER SORPTION OF HEAT-CURED ACRYLIC RESIN Sefty Aryani Harahap; Astrid Yudhit; Febby Chintya Andri
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 10 No 2 (2021): JMKG Vol 10 No 2 September 2021
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jmkg.v10i2.982

Abstract

Abstract Background: Water sorption is one of the properties of a material that can cause dimensional changes of heat cured acrylic resin which is used as a base for dentures and can affect the denture stability causing discomfort in the mouth. Objective: To determine the water sorption of heat cured acrylic resin after adding 0.5%, 1%, and 1.5% of Barangan banana stem fiber. Methods: 32 specimens were disk-shaped (n = 8) heat cured acrylic resin with a diameter of 50 mm and a thickness of 0.5 mm divided into 4 groups, namely group I as a control (without the addition of barangan banana stem fiber), group II (with the addition of 0.5% barangan banana stem fiber), group III (with the addition of 1% barangan banana stem fiber), and group IV (with the addition of 1.5% barangan banana stem fiber), then the water sorption value was calculated using the formula from the International Standards Organization No. 1567.. The data obtained were analyzed statistically. Results: The water sorption value obtained using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test (p <0.05) was higher in heat cured acrylic resin with the addition of barangan banana stem fiber than the control group except for the addition of 0.5% barangan banana stem fiber. Conclusion: The addition of barangan banana stem fiber affects the water sorption value of heat cured acrylic resin. The more fiber added, the higher the water sorption of heat cured acrylic resin. Key words: Barangan banana stem fiber, heat cured acrylic resin, water sorption
BASE SURFACE TEMPERATURE OF BULK FILL RESIN COMPOSITE WITH DIFFERENT THICKNESS Harahap, Sefty Aryani; Yudhit, Astrid; Febyola, Vivi Niwani; Harahap, Naspati; Candra, Graciella
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : FKG ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v9i2.20406

Abstract

Background: The material thickness is one factor that influences the polymerization of resin composites. Bulk fill resin composite is an efficient dental resin composite restoration material because it can be cured to a thickness of up to 4-5 mm. The thickness of the material can also affect the temperature rise, while maintaining the temperature is very important because a significant increase can damage the pulp. Purpose: This research aimed to analyze the base surface temperature of bulk fill resin composite with different thicknesses. Methods: Thirty bulk fill resin composite samples with a diameter of 5 mm were divided into three groups with different thicknesses, namely group I (3 mm), group II (4 mm), and group III (5 mm). Each group of samples was cured using an LED Light Curing Unit for 20 seconds, and carried out simultaneously with the measurement of the base surface temperature using a type-K digital thermocouple. Data analyzed using One Way ANOVA and LSD post hoc tests. Results: The mean and standard deviation of the base surface temperature of bulk fill resin composite in groups I, II, and III, respectively, is 37.56 ± 1.06oC, group II 36.89 ± 1.23oC, and group III 36.00 ± 1.2 oC. It showed significantly different between the groups (p<0,05). Conclusion: The thicker the bulk fill resin composite, the lower the base surface temperature.
Perubahan Warna Resin Komposit Mikrohibrid Setelah Pemutihan Dengan Hidrogen Peroksida 15% Kholidina Imanda Harahap; Astrid Yudhit; Sefty Aryani Harahap
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini dental estetik berkembang dengan maju dan salah satunya adalah berkaitan dengan warna gigi. Pasien lebih memilih restorasi yang memiliki warna seperti warna gigi aslinya ataupun menjalani pemutihan gigi untuk mendapatkan warna yang lebih terang sehingga mungkin saja pasien yang memiliki tambalan resin komposit akan melakukan pemutihan gigi juga. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 15% terhadap perubahan warna resin komposit mikrohibrid. Penelitian ini menggunakan 25 sampel resin komposit mikrohibrid warna A3 dengan diameter 7 mm dan tebal 2 mm. Pengamatan warna dilakukan pada seluruh sampel sebelum dan setelah perlakuan dengan menggunakan shade guide dan diberikan skor untuk setiap hasil pengamatan. Aplikasi bahan pemutih hidrogen peroksida 15% dilakukan selama 20 menit dan perlakuan diulang untuk 10 hari. Hasil analisis statistik uji t-dependent menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perubahan warna resin komposit mikrohibrid yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan
A Peningkatan Kualitas Kesehatan Gigi Dan Mulut Melalui Pembentukan POSKESGITREN dengan Perawatan Konservasi Gigi Pada Siswa Pesantren Modern Al-Mukhlishin Deli Serdang: Improving the Quality of Oral and Dental Health Through the Establishment of POSKESGITREN with Conservative Dental Treatment for Students of Pesantren Modern Al-Mukhlishin Deli Serdang Farahanny, Wandania; Yanti, Nevi; Prasetia, Widi; Yudhit, Astrid
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain kesehatan umum lainnya, kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat mengganggu sistem pengunyahan, menyebabkan masalah fonetik ketika berbicara, menurunkan kepercayaan diri, dan memengaruhi kesehatan umum dan kualitas hidup seseorang. Prevalensi penyakit gigi terbesar adalah Karies (lubang gigi) yang proses kerusakannya dapat meluas ke dalam pulpa gigi sehingga menyebabkan rasa sakit atau nyeri gigi. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi, rendahnya motivasi untuk mengobati sakit gigi dan jauhnya akses lokasi pesantren ke puskesmas mendorong Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi untuk membentuk Pos Kesehatan Gigi Pesantren (POSKESGITREN) sebagai salah satu unit pendukung tempat pelayanan kesehatan gigi untuk warga pesantren. Sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang beroperasi dalam bentuk asrama atau pondok, pondok pesantren telah terbukti mampu membantu masyarakat dalam hal pendidikan keagamaan, sosial budaya, dan ekonomi, tetapi tidak dalam hal kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Program pelatihan untuk membentuk kader kesehatan gigi dan mulut yang terdiri dari santri, guru, dan karyawan puskesmas adalah bukti kerjasama antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara dan Pesantren Modern Al Mukhlishin Deli Serdang. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut kepada siswa di lingkungan Pesantren Modern Al Mukhlishin Deli Serdang melalui program pemeriksaaan screening secara berkala, pelatihan kader sebagai motivator edukasi kesehatan gigi dan mulut dan melatih kader untuk dapat memberikan obat sakit gigi pertolongan pertama sebelum perujukan ke fasilitas kesehatan masyarakat,. Agar program dapat dijalankan dengan baik tim pengabdian ini membentuk Pos Kesehatan Gigi Pesantren (POSKESGITREN) dengan memberikan sumbangan fasilitas berupa alat dental unit portable dan bahan untuk menunjang Kesehatan Gigi. Pembentukan Pos Kesehatan Gigi Pesantren (POSKESGITREN) sebagai salah satu bentuk Pengabdian Fakultas Kedokteran Gigi khususnya dalam bidang Konservasi Gigi kepada masyarakat  dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut kepada warga santri di lingkungan Pesantren Modern Al Mukhlishin Deli Serdang.