Copepoda merupakan salah satu organisme dominan dalam komunitas zooplankton yang berperan penting dalam rantai makanan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks ekologi copepoda pada awal dan akhir musim kemarau di Perairan Semarang yang masih terdampak massa air dari Banjir Kanal Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan September 2025 di 9 stasiun yang mewakili zona laut, peralihan, dan muara dengan metode purposive sampling. Sampel diambil menggunakan plankton net dengan mesh size 110 µm pada kedalaman 3 m, kemudian diawetkan dengan formalin 4% dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata copepoda pada awal musim kemarau sebesar 367,22 ind/m³, sedangkan pada akhir musim kemarau meningkat menjadi 498,33 ind/m³. Komposisi jenis pada awal musim kemarau terdiri dari 7 famili, 10 genus, dan 16 spesies, sedangkan pada akhir musim kemarau menurun menjadi 6 famili, 9 genus, dan 14 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tergolong rendah pada kedua periode, yaitu 0,29-0,53 (rata-rata 0,43) pada awal musim kemarau dan menurun menjadi 0,08-0,51 (rata-rata 0,29) pada akhir musim kemarau. Indeks keseragaman juga rendah (0,05-0,10 menjadi 0,01-0,07), sedangkan indeks dominansi tetap rendah (0,09-0,20 menjadi 0,09-0,17), yang menunjukkan tidak adanya dominasi spesies. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kelimpahan Copepoda meningkat pada akhir musim kemarau, struktur komunitas cenderung mengalami penurunan keanekaragaman dan peningkatan keseragaman akibat perubahan kondisi lingkungan, khususnya peningkatan salinitas dan stabilitas perairan.