Ayu Anisatul Munifah
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelimpahan dan Indeks Ekologi Copepoda pada Awal dan Akhir Musim Kemarau di Perairan Semarang, Jawa Tengah Ayu Anisatul Munifah; Widianingsih Widianingsih; Lilik Maslukah; Retno Hartati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 3 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i3.35040

Abstract

Copepoda merupakan salah satu organisme dominan dalam komunitas zooplankton yang berperan penting dalam rantai makanan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks ekologi copepoda  pada awal dan akhir musim kemarau di Perairan Semarang yang masih terdampak massa air dari Banjir Kanal Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan September 2025 di 9 stasiun yang mewakili zona laut, peralihan, dan muara dengan metode purposive sampling. Sampel diambil menggunakan plankton net  dengan mesh size  110 µm pada kedalaman 3 m, kemudian diawetkan dengan formalin 4% dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan  rata-rata copepoda pada awal musim kemarau sebesar 367,22 ind/m³, sedangkan pada akhir musim kemarau meningkat menjadi 498,33 ind/m³. Komposisi jenis pada awal musim kemarau terdiri dari 7 famili, 10 genus, dan 16 spesies, sedangkan pada akhir musim kemarau menurun menjadi 6 famili, 9 genus, dan 14 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tergolong rendah pada kedua periode, yaitu 0,29-0,53 (rata-rata 0,43) pada awal musim kemarau dan menurun menjadi 0,08-0,51 (rata-rata 0,29) pada akhir musim kemarau. Indeks keseragaman juga rendah (0,05-0,10 menjadi 0,01-0,07), sedangkan indeks dominansi tetap rendah (0,09-0,20 menjadi 0,09-0,17), yang menunjukkan tidak adanya dominasi spesies. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kelimpahan Copepoda meningkat pada akhir musim kemarau, struktur komunitas cenderung mengalami penurunan keanekaragaman dan peningkatan keseragaman akibat perubahan kondisi lingkungan, khususnya peningkatan salinitas dan stabilitas perairan.