Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN MASA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KARYAWAN TOKO MEBEL Muhammad Rusydi Murtadho; Amanda Salma; Chaerunnisa Nur Fitriya; Fierly Ratu Arzety; Mima Nustsalist Maldini; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i4.7520

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja akibat aktivitas kerja yang tidak ergonomis. Karyawan toko mebel berisiko mengalami LBP karena aktivitas mengangkat, memindahkan, dan menyusun barang dengan posisi tubuh membungkuk serta berdiri dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan masa kerja dan postur kerja dengan keluhan Low Back Pain pada karyawan toko mebel di Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional pada 40 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja metode REBA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami keluhan LBP (70,0%), memiliki masa kerja >5 tahun (72,5%), dan postur kerja risiko sedang (57,5%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan LBP (p-value=0,043), sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan keluhan LBP (p-value=0,589). Penelitian ini menyimpulkan bahwa postur kerja berhubungan dengan keluhan Low Back Pain pada karyawan toko mebel.
ANALISIS SISTEM SURVEILANS HIPERTENSI DI KOTA TASIKMALAYA UNTUK ANTISIPASI LONJAKAN KASUS DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN Irna Helena Siahaan; Nurma Haerunnisa; Muhammad Rusydi Murtadho; Wulan Tri Yutanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i4.7573

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang masih dalam prevalensi tinggi dan masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM)  di bidang kesehatan. Data surveilans dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya pada periode 2024-2025 mencatat total 175.424 kasus hipertensi, dengan proporsi kelompok lansia mencapai 50,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem surveilans hipertensi di Kota Tasikmalaya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada petugas Dinas Kesehatan serta analisis data yang ada di Dinas  Kesehatan Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem surveilans hipertensi belum berjalan secara optimal, ditandai dengan adanya fenomena underreporting dari fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Kondisi ini menggambarkan beban penyakit yang signifikan akibat keterlambatan deteksi dan penanganan. Penguatan jejaring pelaporan lintas fasilitas, baik puskesmas, klinik swasta, maupun praktik mandiri, menjadi rekomendasi utama yang diusulkan untuk meningkatkan efektivitas surveilans.