Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR LAMA JAM KERJA, PERILAKU KERJA, PENGGUNAAN APD DAN STATUS MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO ISPA PADA PEKERJA RUMAH POTONG AYAM ALFARAZ Irna Helena Siahaan; Diana Rahma Dayanti; Rindi Garni Jaya; Felisha Aprilia Nur Faridah; Syalsa Isna Nurseha; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7513

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan kesehatan yang paling banyak ditemui pada pekerja di industri perunggasan. Pekerja Rumah Potong Ayam (RPA) terpapar berbagai agen biologis dan kimia seperti debu bulu, ammonia, dan partikel organik setiap harinya, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama jam kerja, perilaku kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, dan status merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja RPA Alfaraz Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pekerja RPA Alfaraz yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Dari empat variabel yang diteliti, penggunaan masker (p = 0,001) dan perilaku kerja (p = 0,01) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Sebaliknya, lama jam kerja (p = 0,159) dan status merokok (p = 0,82) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penggunaan masker dan perilaku kerja terbukti berhubungan dengan risiko ISPA pada pekerja RPA Alfaraz.
ANALISIS SISTEM SURVEILANS HIPERTENSI DI KOTA TASIKMALAYA UNTUK ANTISIPASI LONJAKAN KASUS DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN Irna Helena Siahaan; Nurma Haerunnisa; Muhammad Rusydi Murtadho; Wulan Tri Yutanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i4.7573

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang masih dalam prevalensi tinggi dan masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM)  di bidang kesehatan. Data surveilans dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya pada periode 2024-2025 mencatat total 175.424 kasus hipertensi, dengan proporsi kelompok lansia mencapai 50,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem surveilans hipertensi di Kota Tasikmalaya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada petugas Dinas Kesehatan serta analisis data yang ada di Dinas  Kesehatan Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem surveilans hipertensi belum berjalan secara optimal, ditandai dengan adanya fenomena underreporting dari fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Kondisi ini menggambarkan beban penyakit yang signifikan akibat keterlambatan deteksi dan penanganan. Penguatan jejaring pelaporan lintas fasilitas, baik puskesmas, klinik swasta, maupun praktik mandiri, menjadi rekomendasi utama yang diusulkan untuk meningkatkan efektivitas surveilans.