Ghullam Hamdu
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan Media STEM Berbasis AR untuk Materi Struktur Bumi Sekolah Dasar Eneng Darlianti; Ghullam Hamdu; Karlimah Karlimah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025): September-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7021

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran STEM berbasis Augmented Reality (AR) untuk materi struktur bumi di SD. Metode menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) dengan tahap analisis kebutuhan melalui studi dokumentasi, observasi kelas, dan wawancara dengan guru serta siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan temuan lapangan dan kajian literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) konsep struktur bumi bersifat dominan abstrak sehingga membutuhkan visualisasi AR untuk meningkatkan pemahaman siswa; (2) guru dan siswa memerlukan media pembelajaran interaktif yang mudah digunakan dan sesuai dengan keterbatasan fasilitas sekolah. Temuan ini menjadi dasar pengembangan media STEM-AR yang mengintegrasikan kedalaman konsep ilmiah dengan kondisi nyata di SD. Penelitian memberikan kontribusi berupa pengembangan media inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan kurikulum dan konteks pembelajaran dasar, khususnya untuk materi sains yang bersifat abstrak.
Tantangan Integrasi Literasi Sains Visi II dan STEM dalam Pembelajaran Perubahan Iklim Risma Nursofa; Ghullam Hamdu; Elan Elan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025): September-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7023

Abstract

Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji tantangan pedagogis dalam mengintegrasikan pendekatan STEM berbasis Visi II dalam konteks perubahan iklim, yang belum banyak dibahas dalam konteks sekolah dasar Indonesia. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode triangulasi data (angket, wawancara, dan studi dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dimiliki siswa adalah kesulitan memahami konsep-konsep kunci seperti efek rumah kaca, pemanasan global, dan gas rumah kaca, serta kurang terampil dalam melaksanakan eksperimen berbasis proyek. Sedangkan guru, kesulitan merancang proyek kontekstual yang sesuai dengan kompetensi siswa, kurangnya ketersediaan peralatan, dan keterbatasan media pembelajaran perubahan iklim yang kontennya dapat dimengerti siswa. Untuk mengatasinya, diperlukan pengembangan media pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dukungan kebijakan dan fasilitas sekolah yang memadai. Dengan mengatasi masalah-masalah tersebut maka, integrasi Visi II literasi sains dan pendekatan STEM dalam pembelajaran perubahan iklim di tingkat dasar dapat diaplikasikan dengan baik.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran RADEC Berorientasi Literasi Sains di Sekolah Dasar Fitri Eka Rahmawati; Ghullam Hamdu; Karlimah Karlimah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025): September-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7058

Abstract

Tingkat literasi sains yang rendah di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara praktik pembelajaran IPA saat ini dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang berorientasi pada literasi sains dalam topik sistem pencernaan manusia. Dengan menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) yang difokuskan pada tahap analisis kebutuhan, data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih didominasi oleh metode ceramah, dengan keterlibatan siswa yang terbatas serta minimnya penerapan strategi pembelajaran aktif seperti diskusi, penjelasan kolaboratif, dan penciptaan ilmiah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi pedagogis melalui model RADEC yang dirancang secara sistematis untuk mendukung pengembangan penalaran ilmiah, berpikir kritis, dan literasi sains. Studi ini memberikan kontribusi secara teoretis dengan mengidentifikasi kesenjangan empiris dalam praktik pembelajaran di kelas serta menjadi dasar bagi perancangan pembelajaran IPA yang kontekstual dan berlandaskan pengembangan literasi.
Pengembangan Instrumen E-Asesmen untuk Deteksi Dini Anak Berkesulitan Belajar di Sekolah Dasar : Suatu Kajian Sistematik Tingtin Sumartini; Ghullam Hamdu; Syarip Hidayat
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025): September-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7059

Abstract

Pendidikan inklusif di sekolah dasar menuntut adanya deteksi dini terhadap anak berkesulitan belajar (ABB) guna mencegah kegagalan akademik dan mendukung intervensi yang tepat. Kajian ini bertujuan menelaah secara sistematis pengembangan instrumen e-asesmen digital untuk deteksi dini kesulitan membaca, menulis, dan berhitung permulaan melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Sebanyak 18 artikel yang terbit antara tahun 2018–2024 dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa jenis kesulitan yang paling banyak dikaji meliputi disleksia, diskalkulia, ADHD, dan autisme. Teknologi yang dominan digunakan adalah machine learning seperti Random Forest dan K-Fold Cross Validation, serta platform digital seperti Google Formulir dan aplikasi berbasis web/mobile. Instrumen digital terbukti meningkatkan efisiensi skrining dan akurasi deteksi dini, namun penerapannya masih terbatas di sekolah dasar Indonesia. Kajian ini merekomendasikan pengembangan instrumen yang valid, reliabel, dan kontekstual sesuai kebutuhan guru serta infrastruktur lokal, guna memperkuat asesmen inklusif berbasis teknologi.