Allania Hanung Hanung
STIKES Estu Utomo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis faktor penghambat pemberian asi eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Nogosari Boyolali Wahyuningsih Wahyuningsih; Winarsih Winarsih; Allania Hanung Hanung; Novi Ekajayanti Pande Putu; Kadek Widiantari
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 2 (2026): OKTOBER
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i2.1851

Abstract

Latar Belakang : ASI merupakan nutrisi yang tepat buat bayi. Kandungan ASI sangat dibutuhkan oleh bayi, dimana bayi usia 0 – 6 bulan telah terpenuhi kebutuhan gizinya bila hanya mengkonsumsi ASI saja. Mengingat manfaat ASI yang cukup banyak untuk bayi maupun ibunya, pemberian ASI eksklsusif perlu ditingkatkan. Namun di lapangan masih ditemukan faktor penghambat dalam pemberian ASI eksklusif, meliputi faktor internal yang terdiri dari usia, pengetahuan, persepsi ibu , psikologis dan faktor secara fisik. Untuk faktor eksternal terdiri dari pekerjaan ibu, dukungan suami dan keluarag, serta bidan sebagai tenaga kesehatan.  Tujuan : mendeskripsikan faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Nogosari. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, informan penelitian ada 3 ibu menyusui, 1 anggota keluarga yang tinggal serumah dan 1 tenaga kesehatan. tekhnik sampling dengan pusposive dan instrumen menggunakan wawancara mendalam, analisis yang dugunakan analisis tematik. Hasil Penelitian: Faktor penghambat internal dalam pemberian ASI eksklusif meliputi: pengetahuan, persepsi ibu, psikologis, dan faktor fisik. Sedangkan faktor penghambat eksternal pemberian ASI eksklusif meliputi pekerjaan, dukungan suami dan keluarga serta peran tenaga kesehatan khususnya bidan. Simpulan: Dari hasil penelitian, faktor penghambat pemberian ASI eksklusif adalah karena pengetahuan, dukungan ibu/mertua yang kurang dan kurangnya pemanfaatan ruang laktasi baik di fasilitas kesehatan maupun perusahaan, semaksimal apapun tenaga kesehatan memberikan edukasi tentang ASI eksklusif kembali lagi pada kesadaran masing-masing individu