Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada masyarakat Joho Lor Giriwono Wonogiri Marni Marni; Wahyuningsih Wahyuningsih
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/educate.v2i1.2261

Abstract

Hipertensi merupakan masalah Kesehatan yang harus segera diatasi khususnya dinegara berkembang seperti Indonesia, karena tingginya kasus mortalitas dan morbiditas, untuk itu harus segera diatasi. Salah satu upaya untuk pencegahan adalah  dengan cara mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan pemahaman tentang pencegahan hipertensi melalui Pendidikan Kesehatan / penyuluhan tentang mengurangi perilaku beresiko hipertensi Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit hipertensi pencegahan dan penatalaksanaannya Berdasarkan masalah tersebut maka tim pengabdi tertarik untuk melakukan pengabdian dengan memberikan Pendidikan Kesehatan tentang pencegahan / penanganan hipertensi agar tekanan darahnya terkontrol dan pengetahuan tentang hipertensi meningkat. Metode pelaksanaan : Tim Pengabdi mengumpulkan informasi Kesehatan yang ada di Perum Citra Jaya. Selanjutnya tim pengabdi menurus perijinan untuk pelaksanaan pengabdia masyarakat. Pelaksanaan penyuluhan Kesehatan terdiri dari 3 fase, yaitu fase orientasi, fase kerja dan fase terminasi. Pada fase orientasi tim melakukan perkenalan, membagikan kuesioner, selanjutnya pelaksanaan penyuluhan (fase kerja), dan terakhir adalah fase terminasi / evaluasi pelaksanaan penyuluhan dg mengevaluasi pengetehahuan masyarakat. Hasil : Pengetahuan masyarakat meningkat setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan : Setelah penyuluhan maka pengetahuan masyarakat meningkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG STUNTING DI KELAS IBU HAMIL PURWO ASIH KELURAHAN GIRIPURWO WONOGIRI Wahyuningsih; Marni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat "SIDOLUHUR" Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SIDOLUHUR
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (World Health Organization) menunjukkan data prevalensi anak balita stunting yang dikumpulkan yang dirilis tahun 2018 menyebutkan Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di South-East Asian Region setelah Timor Leste (50,5%) dan India (38,4%) yaitu sebesar 36,4% (Pusat Data dan Informasi Kemenkes, 2018). Angka prevalensi stunting di Indonesia masih di atas 20%, artinya belum mencapai target WHO yaitu di bawah 20%. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting, meningkatkan kesadaran tentang stunting dan perubahan perilaku ibu hamil untuk mencegah stunting sejak dini. Metode ceramah/memberi penyuluhan pada ibu hamil berikut memberikan pre test dan post test sebelum dan setelah penyuluhan dipilih penulis untuk mengatahui apakah penyuluhan bisa diterima oleh ibu hamil. Setelah dilakukan postest ada peningkatan nilai rata-rata dari 67 menjadi 82. Kesimpulan: penyuluhan bisa diterima dan dipahami oleh ibu hamil.
RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY AND STUDENT WILLINGNESS TO PARTICIPATE IN THE COVID-19 VACCINATION AT MTSN 1 WONOGIRI Wahyuningsih Wahyuningsih; Marni Marni; Novita Nurhidayati; Atik Setiyaningsih
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 3rd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.758 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v3i1.2195

Abstract

In an effort to overcome the covid-19 pandemic, the covid-19 vaccination aims to reduce the transmission/transmission of covid-19, reduce morbidity and mortality due to covid-19, achieve group immunity in the community (herd immunity) and protect the community from covid-19 so that they remain safe. productive socially and economically. Anxiety, which was one of the problems that occurred during the Covid-19 pandemic, turned out to be a problem also when the Covid-19 vaccine was available.The purpose of the study was to determine the relationship between anxiety and students' willingness to participate in the covid-19 vaccination at MTsN 1 Wonogiri. The results of the research eliminate anxiety in the face of vaccination and publication of scientific journals as a form of the tri dharma of higher education.The analytical descriptive research method with a cross sectional approach was chosen in this study to determine the relationship between anxiety and the willingness of students at MTsN 1 Wonogiri. This study uses a snowball sampling technique considering the condition is still a pandemic, so filling out the questionnaire using a google form with the cooperation of the school.The results of his research from 150 respondents, 131 respondents experienced mild anxiety and 19 respondents experienced moderate anxiety. For data on willingness to be vaccinated, out of 150 respondents, 144 students were willing to be vaccinated and 6 students were not willing to be vaccinated. For bivariate data, out of 131 students who experienced mild anxiety, 4 of them were not willing to be vaccinated because they had never been exposed to information about vaccination. Meanwhile, of the 19 students who experienced moderate anxiety, 2 of them were not willing to vaccinate without a clear reason for not being willing to vaccinate.In conclusion; there is a significant relationship between anxiety and willingness to vaccinate students at MTsN 1 Wonogiri. Suggestions for providing information and socialization about vaccination are very important to be carried out / given to increase the coverage of vaccination targets in the community
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS WONOGIRI I Nur Zilawati; Wahyuningsih .
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.353

Abstract

ABSTRAKGizi pada masa balita perlu mendapatkan perhatian yang serius dari orang tua, karena kesehatan seorang balita sangat berhubungan erat dengan gizi yang diserap oleh tubuh. Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ dan menghasilkan energi. Pada tahun 2018 di Puskesmas Wonogiri I terdapat 2.185 balita. 25 (1,14%) balita gizi lebih, 2.054 (94,02%) balita gizi baik, 83 (3,79%) balita gizi kurang, 23 (1,05%) balita gizi buruk (Buku Register Gizi Puskesmas Wonogiri I, 2018). Informasi tentang gizi diberikan oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan posyandu balita yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di desa-desa sewilayah kerja puskesmas Wonogiri I. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran mengenai pengetahuan ibu balita usia 1-5 tahun tentang Gizi di Puskesmas Wonogiri I. Medote penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross secsional. Tehnik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 96 diambil dengan rumus solvin dari 2.185 populasi serta menggunakan kuesioner pernyataan tertutup. Tehnik analisa data dengan data univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian: pengetahuan ibu balita 1-5 tahun tentang gizi dalam kriteria sangat baik 88,54% dan baik 11,46%.. Kesimpulan pengetahuan ibu balita 1-5 tahun dalam kriteria sangat baik yang dipengaruhi oleh usia, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, jumlah anak dalam keluarga, cara mendapatkan informasi.Keyword : Pengetahuan, Ibu Balita, Balita, GiziDESCRIPTION OF TODDLER'S KNOWLEDGE MOTHER ABOUT NUTRITION IN AGE 1-5 YEARS IN WONOGIRI I PUSKESMASABSTRACTNutrition in infancy needs serious attention from parents, because the health of a toddler is very closely related to nutrition absorbed by the body. Nutrition is a process of organism using food that is consumed normally through the process of digestion absorption, transportation, storage, metabolism, and release of substances that are not used to maintain life, growth and normal function of organs and produce energy. In 2018 at Community Health Center of Wonogiri I there were 2,185 children under five. 25 (1.14%) toddlers of over nutritional status, 2,054 (94.02%) toddlers of good nutrition, 83 (3.79%) toddlers of poor nutrition, 23 (1.05%) toddlers with poor nutrition. Information of nutrition is provided by health workers through posyandu toddlers activities that are conducted every 1 month in villages in the Community Health Center of Wonogiri I. Quantitative descriptive research methodology with a cross-sectional approach. Sampling technique using accidental sampling with a sample of 96 taken with the solvin formula from 2,185 populations and using a closed statement questionnaire. Data analysis techniques with univariate data are presented in the form of frequency distribution tables. The results of the study of mothers of toddlers 1-5 years of age about nutrition in very good criteria 88.54% and good 11.46%. The conclusion of this study is the knowledge of mothers of children under five 1-5 years old in very good criteria which is influenced by age, education, work, experience, number of children in the family, how to obtain information.Keyword: Knowledge, Toddler Mother, Toddler, Nutrition
HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA 40-50 TAHUN TENTANG KLIMAKTERIUM DENGAN MOTIVASI DIRI DALAM MEMAHAMI MASALAH KLIMAKTERIUM Rina Harwati; Wahyuningsih .
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. No.01, JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i01.360

Abstract

ABSTRAKKlimakterium dimulai kira-kira 6 tahun sebelum menopause dan berakhir kira-kira 6-7 tahun setelah menopause. Dengan demikian klimakterium lamanya kurang lebih 13 tahun. Proses menjadi tua sebenarnya sudah dimulai pada usia 40 tahun. Pada usia ini ada penurunan motivasi untuk memperhatikan kondisi diri sendiri dan melakakukan pencegahan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan klimakterium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi diri dan pengetahuan wanita usia 40-50 tahun tentang klimakterium di Dusun Tenggar Desa Jeblogan Kecamatan Karangtegah Kabupaten Wonogiri Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia 40-50 tahun di Dusun Tenggar, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Kabupten Wonogiri Tahun 2019 sebanyak 50 orang, dengan sampling jenuh yaitu seluruh wanita usia 40-50 tahun di Dusun Tenggar, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup berupa pertanyaan tunggal “benar” “salah”. dan kuesioner motivasi diri berbentuk cheklist tertutup dengan. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment Pearson dan uji reliabilitasnya menggunakan KR20. Dan uji statistic menggunakan korelasi sperman rank. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai rs= 0,7093 dengan nilai tabel rank spearman adalah 0,4. Ini berarti bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan wanita usia 40-50 tahun tentang klimakterium dengan motivasi diri dalam memahami masalah klimakterium di Dusun Tenggar, Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Kata kunci : pengetahuan, wanita, motivasi, klimakteriumRELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF WOMEN AGED 40-50 YEARS ABOUT CLIMACTERIA WITH SELF-MOTIVATION IN UNDERSTANDING CLIMACTERIC PROBLEMSABSTRACTClimacteria begin about 6 years before menopause and end approximately 6-7 years after menopause. Thus the climacterium is approximately 13 years long. The process of getting old has actually begun at the age of 40 years. At this age there is a decrease in motivation to pay attention to the condition of yourself and do prevention of matters relating to climacteria. The purpose of this study was to determine the relationship of self-motivation and knowledge of women aged 40-50 years about climacteria in Tenggar Hamlet, Jeblogan Village, Karangtegah District, Wonogiri Regency in 2019.This research uses quantitative research with analytic research design and with cross sectional approach. The population in this study were all women aged 40-50 years in Tenggar Hamlet, Jeblogan Village, Karangtengah District, Wonogiri District in 2019 by 50 people, with saturated sampling of all women aged 40-50 years in Tenggar Hamlet, Jeblogan Village, Karangtengah District , Wonogiri Regency. The instrument used in this study was a closed questionnaire in the form of a single question "right" "wrong". and self-motivation questionnaire in the form of a closed checklist. The validity test uses the Pearson Product Moment formula and the reliability test uses KR20. And the statistical test uses sperman rank correlation. Based on the results of the study, it was found that the value of rs = 0.7093 with the Spearman rank table value was 0.4. This means that there is a relationship between the knowledge of women aged 40-50 years about climacteria with self-motivation in understanding climacteric problems in Tenggar Hamlet, Jeblogan Village, Karangtengah District, Wonogiri Regency. Keywords: knowledge, women, motivation, climacteria
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WONOGIRI II Wahyuningsih .; Rismawati .; Rina Harwati
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.391

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim selama 6 bulan. Rendahnya cakupan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada bayi, dipengaruhi banyak hal, diantaranya rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi pada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI Ekslusif, tata laksana rumah sakit ataupun tempat bersalin yang tidak memberlakukan rooming-in, fasilitas kesehatan memberikan susu formula kepada bayi baru lahir, banyak ibu bekerja yang menganggap repot menyusui sambil bekerja. Di Puskesmas Wonogiri II cakupan pemberian ASI eksklusif sampai bulan Oktober 2010 sebanyak 87% dari 72 ibu menyusui bayi 0-6 bulan (Puskesmas Wonogiri II, 2020). Bidan berpendapat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dimulai sejak ibu hamil, sehingga saat ibu melahirkan ibu sudah banyak pengetahuan, sudah siap memberikan ASI eksklusif sehingga cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik  dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 72 dengan tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling menggunakan kuesioner terbuka 25 item soal untuk menilai pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Analisa data menggunakan uji chi square untuk menguji hipotesa. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Kesimpulan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan.Kata Kunci : Tingkat pendidikan, Pemgetahuan, ASI eksklusif. RELATIONSHIP OF EDUCATION LEVEL WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING KNOWLEDGE IN PREGNANT WOMEN IN WONOGIRI II PRIMARY HEALTH CARE ABSTRACTExclusive breastfeeding means if the baby is only breastfed, without the addition of other fluids such as formula milk, lemon juice, honey, tea water, water and no added solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge and the team for 6 months. The low coverage of the success of exclusive breastfeeding in infants is influenced by many things, including low knowledge and lack of information to mothers and families about the importance of exclusive breastfeeding, hospital management or delivery centers which often do not apply rooming-in, health facilities provide formula milk to newborns, many working mothers find it difficult to breastfeed while working. At the Puskesmas Wonogiri II, coverage of exclusive breastfeeding until October 2010 was 87% of 72 mothers breastfeeding infants 0-6 months. Midwives are of the opinion that the mother's knowledge of exclusive breastfeeding should start from the time the mother is pregnant, so that when the mother gives birth, the mother has a lot of knowledge, is ready to provide exclusive breastfeeding so that the coverage of exclusive breastfeeding increases. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. The research method used was an analytic survey with a cross sectional approach. The are72 sample with total sampling technique used, and using an open questionnaire with 25 items to assess the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Data analysis used the chi square test to test the hypothesis. The results of the study there was no significant relationship between the level of education and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Conclusion, knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding is not only influenced by education. Keyword: Education level, knowledge, exclusive breastfeeding
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI IBU HAMIL DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN PEMAHAMAN TENTANG PELAYANAN KEBIDANAN DI RB KINASIH, SIDOHARJO, SRAGEN Rina Harwati; Wahyuningsih .
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.02, DESEMBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i02.478

Abstract

ABSTRAKPenurunan jumlah pengunjung ANC sebanyak 67,97% di RB Kinasih yang pada kenyataannya RB tersebut sudah meningkatkan standart mutu pelayanan kebidanan dan rendahnya pemahaman ibu hamil mengenai pelayanan kebidanan yang mempunyai sosial ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi ibu hamil dengan pemahaman tentang pelayanan kebidanan. Desain penelitian ini adalah diskripsi korelasi dengan pendekatan cross seksional. Dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan tehnik acidental sampling . Data diambil menggunakan kuesioner. Untuk uji validitas dengan rumus Product Moment dan reliabilitas menggunakan Spearman Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sosial ekonomi dengan pemahaman tentang pelayanan kebidanan, hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan Chi Square yang lebih besar dari tabel Product Moment sebesar 3,784. Sosial ekonomi ibu hamil sangat berpengaruh terhadap pemahamannya dalam menerima pelayanan kebidanan sehingga diharapkan bidan harus lebih memperhatikan karakteristik ibu hamil dalam memberikan pelayanan karena segala informasi dan tindakan yang diberikan sangat tergantung dari karakteristik ibu hamil tersebut.Kata kunci : Sosial Ekonomi, Ibu Hamil, Pemahaman, Pelayanan KebidananSOCIAL ECONOMIC RELATIONSHIP OF PREGNANT MOTHERS IN THE COVID-19 PANDEMIC WITH UNDERSTANDING OF MIDWIFE SERVICES IN RB KINASIH, SIDOHARJO, SRAGEN ABSTRACTThe decrease in the number of ANC such 67,97% visitors at Kinasih RB, which in fact has increased the quality standard of midwifery services and the low understanding of pregnant women about midwifery services that have different socio-economic. Based on this background, the purpose of the researchers conducting this study was to determine the relationship between the socioeconomic status of pregnant women and their understanding of midwifery services. The design of this research is correlation description with cross sectional approach. In taking the sample, the researcher used the accidental sampling technique. Data were taken using a questionnaire. To test the validity with the Product Moment formula and reliability using Spearman Brown. The results of the study indicate that there is a relationship between socio-economic and understanding of midwifery services, this is evidenced by the results of the Chi Square calculation which is greater than the Product Moment table such 3,784. Socio-economic conditions of pregnant women greatly affect their understanding of receiving midwifery services, so it is hoped that midwives should pay more attention to the characteristics of pregnant women in providing services because all information and actions provided depend on the characteristics of the pregnant women.Keywords: Socio-Economic, Pregnant Women, Understanding, Midwifery Services
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KADER TENTANG PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI KELURAHAN GIRIPURWO KABUPATEN WONOGIRI Wahyuningsih Wahyuningsih; Rina Harwati; Rismawati Rismawati; Atik Setiyaningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 14. NO.01, JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i01.520

Abstract

Pada awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan munculnya virus jenis baru yakni coronavirus (SARS-CoV-2) yang dapat menimbulkan penyakit yang bernama Coronoavirus Disese 2019 atau disingkat menjadi COVID-19, wabah virus COVID-19 secara tidak langsung menggerkan dunia global. Sejak pertama kali kasus positif COVID-19 ini diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 lalu, virus ini menyebar dengan cepat ke berbagai wilayah di Indonesia. Sampai saat ini bulan Juli 2021 kementrian kesehatan melaporkan kasus positif COVID-19 adalah 3,08 juta kasus, sembuh 2,34 juta, dan meninggal dunia 80.859 (www.covid19.co.id). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang pencegahan penyebaran covid-19 di Kelurahan Giripurwo. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment Design yaitu jenis desain penelitian yang memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara random. Peneliti menggunakan rancangan Two Pretest -Posttest With Control Group dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol atau kelompok pembanding penelitian tersebut dengan sampel 65 untuk masing-masing kelompok. Hasil penelitian menggunakan uji analisis mann whitney test adalah: ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada kelompok eksperimen yakni sebesar 18,5%. Kesimpulannya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang pencegahan penyebaran covid-19.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KANOMAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Atik Setiyaningsih; Wahyuningsih Wahyuningsih; Titik Wijayanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 14, NO.02 DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i02.558

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya. kegagalan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu lama terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Anak yang mengalami stunting terutama usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan organ lainnya. Pada tahun 2020 angka stunting di Indonesia mencapai 25,97% sementara toleransi dari WHO untuk stunting adalah 20% sedangkan di Jawa Tengah pada tahun 2020 sebanyak 26%. Tingginya angka Stunting menjadi salah satu target pemerintah, pada tahun 2024 penurunan angka stunting di Indonesia hingga 14 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Pencegahan Stunting di Desa Kanoman,Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest-Postest. Sampel sebanyak 30 responden di Kanoman,Kecamatan Ngemplak,Kabupaten Boyolali pada bulan Juni 2022 pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Data responden diperoleh dengan mengisi kesioner pre-test dan post-test dan menggunakan analaisis data uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media buku saku sebagian besar ibu berpengetahuan kurang sebanyak 17 ibu (56,6%) sedangkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media buku saku sebagian besar ibu berpengetahuan baik sebanyak 22 ibu (73,3%). Dan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi pengetahuan ibu ( p=0,000 yaitu p ?0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media buku terhadap pengetahuan dalam pencegahan stunting. Kata kunci : pengetahuan, stunting, buku saku