Ruhul Zikraini Syafitri
UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah Digital sebagai Sumber Belajar PAI: Persepsi Siswa terhadap Konten Keislaman di YouTube dan Instagram Nur Azizah; Nurul Azwa; Hafizah Indriany; Ruhul Zikraini Syafitri; Nur Aini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 4 (2026): Oktober-Desember (In Press)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i4.32255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap konten keislaman di YouTube dan Instagram sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara yang diarahkan pada persepsi siswa mengenai daya tarik, kemudahan memahami, relevansi, manfaat, dan kredibilitas konten keislaman di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dan Instagram tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai sumber belajar tambahan dalam memperoleh informasi keislaman. YouTube cenderung dipersepsikan lebih sesuai untuk memperoleh penjelasan materi yang lebih lengkap melalui video ceramah, kajian, dan pembelajaran, sedangkan Instagram lebih banyak digunakan untuk memperoleh informasi keislaman secara singkat dan visual melalui reels, gambar, dan carousel. Konten digital dinilai membantu siswa memperoleh penjelasan alternatif, memperluas wawasan keagamaan, serta mendukung pemahaman terhadap materi PAI. Namun, penggunaan konten keislaman di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa perbedaan kualitas dan kredibilitas informasi. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan literasi digital dan literasi keagamaan, sedangkan guru PAI berperan dalam memberikan arahan dan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital berpotensi menjadi sumber belajar tambahan PAI yang relevan dengan karakteristik siswa pada era digital.
Dakwah Digital sebagai Sumber Belajar PAI: Persepsi Siswa terhadap Konten Keislaman di YouTube dan Instagram Nur Azizah; Nurul Azwa; Hafizah Indriany; Ruhul Zikraini Syafitri; Nur Aini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 4 (2026): Oktober-Desember (In Press)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i4.32255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap konten keislaman di YouTube dan Instagram sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara yang diarahkan pada persepsi siswa mengenai daya tarik, kemudahan memahami, relevansi, manfaat, dan kredibilitas konten keislaman di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dan Instagram tidak hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan dan komunikasi, tetapi juga sebagai sumber belajar tambahan dalam memperoleh informasi keislaman. YouTube cenderung dipersepsikan lebih sesuai untuk memperoleh penjelasan materi yang lebih lengkap melalui video ceramah, kajian, dan pembelajaran, sedangkan Instagram lebih banyak digunakan untuk memperoleh informasi keislaman secara singkat dan visual melalui reels, gambar, dan carousel. Konten digital dinilai membantu siswa memperoleh penjelasan alternatif, memperluas wawasan keagamaan, serta mendukung pemahaman terhadap materi PAI. Namun, penggunaan konten keislaman di media sosial juga menghadirkan tantangan berupa perbedaan kualitas dan kredibilitas informasi. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan literasi digital dan literasi keagamaan, sedangkan guru PAI berperan dalam memberikan arahan dan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital berpotensi menjadi sumber belajar tambahan PAI yang relevan dengan karakteristik siswa pada era digital.