Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Sylva Scienteae

ANALISIS KESESUAIAN TEMPAT TUMBUH JENIS-JENIS POHON DI KAWASAN KONSERVASI KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fahlianti Fahlianti; Muhammad Ruslan; Eko Rini Indrayatie
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.753 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i6.4717

Abstract

The Amandit sub-watersheds have experienced erosion of 15-60 tons / ha / year which includes the Loksado Sub-District which enters the upper reaches. Damaged land requires actions to improve environmental conditions, one of which is Land and Forest Rehabilitation activities. To add value to the success of rehabilitation, it is necessary to select the right tree species. This study aims to obtain information on the characteristic components of the place where Loksado Subdistrict grows and provide information on the types of trees that can be developed to be planted on damaged land in Loksado District. The study was conducted using a direct survey method in the field supported by various sources with a literature review method. The primary data used is data on tree species that grow in the study location and land cover map. Data on plant growth requirements are matched with site height, rainfall in Loksado sub-district using ArgGis 10.2 software. The results of the analysis are 17 types of plants that are recommended to be planted on rehabilitation land. The dominant types suggested are Multy Purpose Tree Species (MPTS), namely durian, jackfruit, cempedak, langsat, mango, kasturi, rambai, mangosteen, pampaken, karantung, hambawang, kuini, selat, kapul, rambutan, jengkol, palm sugar, cinnamon.Sub-Sub DAS Amandit mengalami erosi 15-60 ton/ha/tahun yang mencakup Kecamatan Loksado yang masuk ke bagian hulunya. Lahan yang telah rusak memerlukan tindakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, salah satunya dengan kegiatan Rehabilitasi Lahan dan Hutan. Untuk menambah nilai keberhasilan rehabilitasi diperlukan pemilihan jenis pohon yang tepat. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi komponen karakteristik tempat tumbuh Kecamatan Loksado dan menyediakan informasi jenis-jenis pohon yang dapat dikembangkan untuk ditanamn di lahan yang rusak di Kecamatan Loksado. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei langsung di lapangan yang didukung oleh berbagai sumber dengan metode tinjau pustaka. Data primer yang digunakan adalah data jenis pohon yang tumbuh di lokasi penelitian dan peta penutupan lahan. Data syarat tumbuh tanaman dicocokkan dengan ketinggian tempat, curah hujan kecamatan Loksado menggunakan software ArgGis 10.2. Hasil analisa ada 17 jenis tanaman yang disarankan untuk ditanam di lahan rehabilitasi. Jenis yang disarankan dominan dari jenis Multy Purpose Tree Species (MPTS), yaitu pohon durian, nangka, cempedak, langsat, mangga, kasturi, rambai, manggis, pampaken, karantungan, hambawang, kuini, selat, kapul, rambutan, jengkol, aren, kayu manis.
KAJIAN INFILTRASI BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN POHON KARET (Hevea brasiliensis) DI SUB DAS BANYU IRANG DAS MALUKA Yunisa Pratiwi; Syarifuddin Kadir; Muhammad Ruslan
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.608 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i6.4733

Abstract

This research aims to examine the characteristics of infiltration of various age classes of rubber tree stands (Hevea brasiliensis) and physical properties of soil. This research was carried out in the Banyu Irang sub-watershed of the Maluka Banjarbaru watershed, for 2 months. Determination of the location of infiltration was done by purposive sampling by using 3 replications in the 4 year, 8 year and 12 year age classes in the rubber tree stand, so that 9 replications were obtained. Infiltration measurements using a doubel ring infiltrometer, soil samples from the study site were then tested in the laboratory to determine the physical properties of the soil, namely soil texture, bulk density and porosity. The results of soil analysis on three age classes of rubber tree stands were obtained by clay and sandy clay. Has an average bulk density value in the 4 year, 8 year, 12 year age class of 1,57 gr/cm3, 1,31 gr/cm3 and 1,15 gr/cm3 and its porosity is 33,29 gr/cm3, 38,54 gr/cm3 and 44,17 gr/cm3. The infiltration capacity of 4, 8 and 12 years old is 96,906 mm/hour, 103,981 mm/hour and 104,651 mm/hour and the infiltration volume is 93,432 m3, 95,945 m3, 591 m3.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik infiltrasi terhadap berbagai kelas umur tegakan pohon karet (Hevea brasiliensis) dan sifat fisik tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Sub DAS Banyu Irang DAS Maluka Banjarbaru, selama 2 bulan. Penentuan lokasi infiltrasi dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan 3 kali ulangan di kelas umur 4 tahun, 8 tahun dan 12 tahun di tegakan pohon karet, sehingga diperoleh 9 kali ulangan. Pengukuran infiltrasi menggunakan alat doubel ring infiltrometer, sampel tanah dari lokasi penelitian kemudian dilakukan uji pada laboratorium untuk mengetahui sifat fisik tanah yaitu tekstur tanah, bulk density dan porositas. Hasil analisis tanah pada tiga kelas umur tegakan pohon karet diperoleh tekstur liat dan lempung liat berpasir. Memiliki rata-rata nilai bulk density pada kelas umur 4 tahun, 8 tahun, 12 tahun adalah sebesar 1,57 gr/cm3, 1,31 gr/cm3 dan 1,15 gr/cm3 dan porositasnya sebesar 33,29 gr/cm3, 38,54 gr/cm3 dan 44,17 gr/cm3. Kapasitas infiltrasinya dari umur 4, 8 dan 12 tahun 96,906 mm/jam, 103,981 mm/jam dan 104,651 mm/jam dan volume infiltrasi sebesar 93,432 m3,  95,945 m3, 591 m3.
ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DI SUB DAS BATI-BATI DAS MALUKA KABUPATEN TANAH LAUT Grean Charles; Muhammad Ruslan; Syarifuddin Kadir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.657 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i6.4573

Abstract

The purpose of this study is to analyze the characteristics, the level of criticality of the land, and determine the direction of land and forest rehabilitation (Green Revolution) based on the level of criticality of land in the Bati Bati Sub DAS, Maluka DAS, Tanah Laut Regency.The method used in this study was carried out by determining the location for data sampling using purposive sampling technique, namely the sample points were determined deliberately and data collection was carried out directly in the field in accordance with predetermined observation points through the overlay results of soil types, slope class and land cover for get primary data and secondary data. The results obtained from the analysis of the level of land criticality, namely the characteristics (productivity, slope, erosion, and management) based on the calculation of scores and weights show that the greatest value is in the 7 plantation land units of 380 (critical potential), while the smallest characteristic value is in land units. 39 and 37 alang-alang land units of 220 so that this land unit is categorized as critical. Areas with plantation land cover and shrubs have the same level of land criticality, namely critical to critical potential, while the level of land criticality in alang - alang land cover is at the level of somewhat critical to critical. Forest and Land Rehabilitation (RHL) based on the level of criticality of the land has three types of directions, where in rather critical areas need to be agroforestry and terassering, critical areas with revegetation, and very critical areas need reclamation and revegetationTujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis karakteristik, tingkat kekritisan lahan, dan menentukan arahan rehabilitasi hutan dan lahan (Revolusi Hijau) berdasarkan tingkat kekritisan lahan di Sub DAS Bati Bati DAS Maluka Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menentukan tempat pengambilan sampel data menggunakan teknik purposive sampling yaitu titik sampel ditentukan secara sengaja dan pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan sesuai dengan titik pengamatan yang telah ditetapkan melalui hasil overlay jenis tanah, kelas kelerengan dan tutupan lahan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Hasil yang diperoleh dari analisis tingkat kekrtisan lahan yaitu karakteristik (produktivitas, lereng, erosi, dan manajemen) berdasarkan perhitungan skor dan bobot menunjukan bahwa nilai terbesar berada pada unit lahan 7 perkebunan sebesar 380 ( Potensial kritis), sedangkan nilai karakteristik terkecil berada pada unit lahan 39 dan unit lahan 37 alang-alang sebesar 220 sehingga unit lahan ini dikategorikan kritis.Kawasan dengan tutupan lahan perkebunan dan semak belukar memiliki tingkat kekritisan lahan yang sama yaitu potensial kritis sampai kritis, sedangkan tingkat kekritisan lahan pada tutupan lahan alang - alang berada pada tingkat agak kritis hingga kritis. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) berdasarkan tingkat kekritisan lahan memiliki tiga jenis arahan, dimana pada kawasan agak kritis perlu diadakan agroforestry dan terassering, kawasan kritis dengan revegetasi, serta kawasan sangat kritis perlu dilakukan reklamasi dan revegetasi