Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISA RANTAI NILAI DISTRIBUSI KOPI DI KABUPATEN GARUT Ulfah Fauziah; Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.13-1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang rantai nilai komoditas kopi serta nilai tambah terhadap pengolahan kopi di kabupaten Garut. Model yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah model rantai nilai (Value chain) yang digunakan untuk merancang rantai nilai distribusi kopi serta nilai tambah yang ada pada rantai nilai tersebut. Untuk mengelola menjadi gabah dan green bean pengumpul mendapatkan bahan baku dari petani, diolah menjadi gabah atau green bean kemudian dipasarkan ke kaffe, pedagang besar dan eksportir. Dari bahan baku cherri sebesar 1000 kg ada limbah yang dapat dimanfaatkan yaitu dari proses pulper berupa kulit buah kopi dan kulit tanduk  yang akan menjadi bahan baku pupuk,  pakan ternak, arang dan teh, untuk menjadi hasil produksi yang didapat jika kapasitas produksi sebanyak 1000 kg maka akan menjadi gabah 350 kg dan menjadi green bean 130 kg sehingga margin dan nilai tambah yang didapat dari pengolahan tersebut total keseluruhan adalah Rp. 1.990.000 untuk pengolahan cherri sebanyak 1000 kg menjadi gabah, Rp.750.000 dari cherri 1000 kg menjadi green bean dan 1.250.000 dari cherri 1500 kg untuk menjadi green bean.
Analisis Dan Strategi Penambahan Nilai Jual Komoditas Kopi Melalui Penataan Rantai Nilai Komoditas Kopi Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 1 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-1.514

Abstract

Komoditas pertanian sudah menjadi komoditas unggulan di Indonesia, namun dalam pemanfaatan komoditas pertanian belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya dalam menggali peluang-peluang yang dapat meningkatkan nilai ekonomi disamping komoditas utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas kopi pada setiap tahapan pengolahan komoditas kopi dengan menggunakan pendekatan model rantai nilai (value chain) yang dijadikan sebagai dasar penetapan strategi peningkatan nilai bisnis pada bisnis komoditas yang dilakukan pada setiap rantai nilai. Berdasarkan pada kebutuhan peningkatan nilai ekonomi pada komoditas kopi tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sehingga penetapan peluang peningkatan ekonomi didasarkan pada hasil survey serta dukungan penelitian awal yang telah dilakukan berbagai sumber data yang ada dengan memperhatikan perbandingan keuntungan pada masing-masing rantai nilai komoditas kopi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan peluang-peluang peningkatan ekonomi pada setiap rantainilai melalui pemanfaatan buah kopi pada setiap rantai nilai yang dilakukan pada saat penanaman tanaman kopi sampai pada tahapan pengolahan buah kopi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha bisnis komoditas kopi. Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi pada setiap rantai nilai komoditas kopi, antara lain: merubah pola perilaku petani penggarap menjadi petani penjual (creative entrepreneur), strategi aliansi antarapetani dengan pengusaha, serta kebijakan/ dukungan yang dibutuhkan dalam upaya peningkatan kemampuan teknis petani dan pelaku usaha bisnis berbasis komoditas kopi
Pengembangan Strategi Bisnis Perusahaan Menggunakan Business Model Canvass Andri Ikhwana; Rizky Paryadi
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.521

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan, kemudian menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan setelah serta Menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan serta mendapatkan strategi pada model bisnis perusahaan Hal yang melatar belakangi penelitian ini karena terjadi fluktuasi penjualan dari tahun ke tahun Perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mempertahankan eksistensinya. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan analisa internal dan eksternal menggunakan matriks IFE&EFE. Dari hasil analisa diketahui pada matrik IE bahwa ada dua strategi yang ada pada matrik IE di kuadran I yaitu strategi intensif dan strategi integratif, oleh karena itu strategi intensif dipilih untuk mengembangkan strategi pengembangan produk dan diselesaikan dengan melihat model bisnis perusahaan dengan metode Business Model Canvass (BMC) Kemudian merencanakan pengembangan bisnis dengan menggunakan model BMC (Bisnis Model Canvas). Model ini diperoleh 9 aspek yang harus diperhatikan dalam pengembangan bisnis. Hasil yang diperoleh dari pengembangan model tersebut adalah dengan membuat varian produk baru dari PD DMC dan diikuti dengan 9 elemen pada BMC. Dengan inovasi tersebut akan membuat PD. Donat Madu Cihanjuang Garut dapat bersaing dengan komptetior-kompetitor lainnya sehingga dapat beradaptasi dan berkelanjutan kedepannya dengan lebih baik.
Analisis Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual Produk Peci Andri Ikhwana; Saepul
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.522

Abstract

This research was conducted in PD. Al-Iman, a business engaged in the production of peciand located in Kp. Ciranyang, Ds. Mekarjaya, Kec. Bayongbong Garut. This study aims to analyzehow the calculation of cost of production is applied. The calculation of the cost of production is usingthe full costing method and the costing variable of the difference between the two methods calculation,and for the determination of the selling price the method used in this research is the cost plus price(cost plus pricing method). The results showed that there are differences in the calculation of cost ofgoods sold and selling price based on the method of full costing and variable costing method.Calculation using full costing method resulted in higher selling price compared to variable costingmethod. So, should be in calculating the cost of production as the basis of determining the sellingprice using the full costing method, so that the resulting sale price is precise and accurate.
Analisis Dan Strategi Penambahan Nilai Jual Komoditas Kopi Melalui Penataan Rantai Nilai Komoditas Kopi Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 1 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-1.514

Abstract

Komoditas pertanian sudah menjadi komoditas unggulan di Indonesia, namun dalam pemanfaatan komoditas pertanian belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya dalam menggali peluang-peluang yang dapat meningkatkan nilai ekonomi disamping komoditas utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas kopi pada setiap tahapan pengolahan komoditas kopi dengan menggunakan pendekatan model rantai nilai (value chain) yang dijadikan sebagai dasar penetapan strategi peningkatan nilai bisnis pada bisnis komoditas yang dilakukan pada setiap rantai nilai. Berdasarkan pada kebutuhan peningkatan nilai ekonomi pada komoditas kopi tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sehingga penetapan peluang peningkatan ekonomi didasarkan pada hasil survey serta dukungan penelitian awal yang telah dilakukan berbagai sumber data yang ada dengan memperhatikan perbandingan keuntungan pada masing-masing rantai nilai komoditas kopi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan peluang-peluang peningkatan ekonomi pada setiap rantainilai melalui pemanfaatan buah kopi pada setiap rantai nilai yang dilakukan pada saat penanaman tanaman kopi sampai pada tahapan pengolahan buah kopi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha bisnis komoditas kopi. Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi pada setiap rantai nilai komoditas kopi, antara lain: merubah pola perilaku petani penggarap menjadi petani penjual (creative entrepreneur), strategi aliansi antarapetani dengan pengusaha, serta kebijakan/ dukungan yang dibutuhkan dalam upaya peningkatan kemampuan teknis petani dan pelaku usaha bisnis berbasis komoditas kopi
Pengembangan Strategi Bisnis Perusahaan Menggunakan Business Model Canvass Andri Ikhwana; Rizky Paryadi
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.521

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan, kemudian menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan setelah serta Menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan serta mendapatkan strategi pada model bisnis perusahaan Hal yang melatar belakangi penelitian ini karena terjadi fluktuasi penjualan dari tahun ke tahun Perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mempertahankan eksistensinya. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan analisa internal dan eksternal menggunakan matriks IFE&EFE. Dari hasil analisa diketahui pada matrik IE bahwa ada dua strategi yang ada pada matrik IE di kuadran I yaitu strategi intensif dan strategi integratif, oleh karena itu strategi intensif dipilih untuk mengembangkan strategi pengembangan produk dan diselesaikan dengan melihat model bisnis perusahaan dengan metode Business Model Canvass (BMC) Kemudian merencanakan pengembangan bisnis dengan menggunakan model BMC (Bisnis Model Canvas). Model ini diperoleh 9 aspek yang harus diperhatikan dalam pengembangan bisnis. Hasil yang diperoleh dari pengembangan model tersebut adalah dengan membuat varian produk baru dari PD DMC dan diikuti dengan 9 elemen pada BMC. Dengan inovasi tersebut akan membuat PD. Donat Madu Cihanjuang Garut dapat bersaing dengan komptetior-kompetitor lainnya sehingga dapat beradaptasi dan berkelanjutan kedepannya dengan lebih baik.
Analisis Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual Produk Peci Andri Ikhwana; Saepul
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.522

Abstract

This research was conducted in PD. Al-Iman, a business engaged in the production of peciand located in Kp. Ciranyang, Ds. Mekarjaya, Kec. Bayongbong Garut. This study aims to analyzehow the calculation of cost of production is applied. The calculation of the cost of production is usingthe full costing method and the costing variable of the difference between the two methods calculation,and for the determination of the selling price the method used in this research is the cost plus price(cost plus pricing method). The results showed that there are differences in the calculation of cost ofgoods sold and selling price based on the method of full costing and variable costing method.Calculation using full costing method resulted in higher selling price compared to variable costingmethod. So, should be in calculating the cost of production as the basis of determining the sellingprice using the full costing method, so that the resulting sale price is precise and accurate.
ANALISA RANTAI NILAI DISTRIBUSI KOPI DI KABUPATEN GARUT Ulfah Fauziah; Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.348 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.13-1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang rantai nilai komoditas kopi serta nilai tambah terhadap pengolahan kopi di kabupaten Garut. Model yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah model rantai nilai (Value chain) yang digunakan untuk merancang rantai nilai distribusi kopi serta nilai tambah yang ada pada rantai nilai tersebut. Untuk mengelola menjadi gabah dan green bean pengumpul mendapatkan bahan baku dari petani, diolah menjadi gabah atau green bean kemudian dipasarkan ke kaffe, pedagang besar dan eksportir. Dari bahan baku cherri sebesar 1000 kg ada limbah yang dapat dimanfaatkan yaitu dari proses pulper berupa kulit buah kopi dan kulit tanduk  yang akan menjadi bahan baku pupuk,  pakan ternak, arang dan teh, untuk menjadi hasil produksi yang didapat jika kapasitas produksi sebanyak 1000 kg maka akan menjadi gabah 350 kg dan menjadi green bean 130 kg sehingga margin dan nilai tambah yang didapat dari pengolahan tersebut total keseluruhan adalah Rp. 1.990.000 untuk pengolahan cherri sebanyak 1000 kg menjadi gabah, Rp.750.000 dari cherri 1000 kg menjadi green bean dan 1.250.000 dari cherri 1500 kg untuk menjadi green bean.
Analisis Dan Strategi Penambahan Nilai Jual Komoditas Kopi Melalui Penataan Rantai Nilai Komoditas Kopi Andri Ikhwana
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 1 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.562 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-1.514

Abstract

Komoditas pertanian sudah menjadi komoditas unggulan di Indonesia, namun dalam pemanfaatan komoditas pertanian belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya dalam menggali peluang-peluang yang dapat meningkatkan nilai ekonomi disamping komoditas utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas kopi pada setiap tahapan pengolahan komoditas kopi dengan menggunakan pendekatan model rantai nilai (value chain) yang dijadikan sebagai dasar penetapan strategi peningkatan nilai bisnis pada bisnis komoditas yang dilakukan pada setiap rantai nilai. Berdasarkan pada kebutuhan peningkatan nilai ekonomi pada komoditas kopi tersebut, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sehingga penetapan peluang peningkatan ekonomi didasarkan pada hasil survey serta dukungan penelitian awal yang telah dilakukan berbagai sumber data yang ada dengan memperhatikan perbandingan keuntungan pada masing-masing rantai nilai komoditas kopi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan peluang-peluang peningkatan ekonomi pada setiap rantainilai melalui pemanfaatan buah kopi pada setiap rantai nilai yang dilakukan pada saat penanaman tanaman kopi sampai pada tahapan pengolahan buah kopi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha bisnis komoditas kopi. Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi pada setiap rantai nilai komoditas kopi, antara lain: merubah pola perilaku petani penggarap menjadi petani penjual (creative entrepreneur), strategi aliansi antarapetani dengan pengusaha, serta kebijakan/ dukungan yang dibutuhkan dalam upaya peningkatan kemampuan teknis petani dan pelaku usaha bisnis berbasis komoditas kopi
Pengembangan Strategi Bisnis Perusahaan Menggunakan Business Model Canvass Andri Ikhwana; Rizky Paryadi
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.133 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.521

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan, kemudian menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan setelah serta Menentukan strategi perusahaan berdasarkan faktor eksternal dan internal perusahaan serta mendapatkan strategi pada model bisnis perusahaan Hal yang melatar belakangi penelitian ini karena terjadi fluktuasi penjualan dari tahun ke tahun Perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mempertahankan eksistensinya. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan analisa internal dan eksternal menggunakan matriks IFE&EFE. Dari hasil analisa diketahui pada matrik IE bahwa ada dua strategi yang ada pada matrik IE di kuadran I yaitu strategi intensif dan strategi integratif, oleh karena itu strategi intensif dipilih untuk mengembangkan strategi pengembangan produk dan diselesaikan dengan melihat model bisnis perusahaan dengan metode Business Model Canvass (BMC) Kemudian merencanakan pengembangan bisnis dengan menggunakan model BMC (Bisnis Model Canvas). Model ini diperoleh 9 aspek yang harus diperhatikan dalam pengembangan bisnis. Hasil yang diperoleh dari pengembangan model tersebut adalah dengan membuat varian produk baru dari PD DMC dan diikuti dengan 9 elemen pada BMC. Dengan inovasi tersebut akan membuat PD. Donat Madu Cihanjuang Garut dapat bersaing dengan komptetior-kompetitor lainnya sehingga dapat beradaptasi dan berkelanjutan kedepannya dengan lebih baik.