Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Harga Pokok Produksi Untuk Menentukan Harga Jual Produk Peci Andri Ikhwana; Saepul
Jurnal Kalibrasi Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.97 KB) | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.15-2.522

Abstract

This research was conducted in PD. Al-Iman, a business engaged in the production of peciand located in Kp. Ciranyang, Ds. Mekarjaya, Kec. Bayongbong Garut. This study aims to analyzehow the calculation of cost of production is applied. The calculation of the cost of production is usingthe full costing method and the costing variable of the difference between the two methods calculation,and for the determination of the selling price the method used in this research is the cost plus price(cost plus pricing method). The results showed that there are differences in the calculation of cost ofgoods sold and selling price based on the method of full costing and variable costing method.Calculation using full costing method resulted in higher selling price compared to variable costingmethod. So, should be in calculating the cost of production as the basis of determining the sellingprice using the full costing method, so that the resulting sale price is precise and accurate.
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJADWALAN MATA PELAJARAN DI SMK CILEDUG AL-MUSSADADIYAH Arif Budiman; Eko Retnadi; Andri Ikhwana
Jurnal Algoritma Vol 11 No 2 (2014): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.11-2.313

Abstract

Proses penyusunan jadwal mata pelajaran masih dikerjakan secara manual. Sering kali suatu jadwal disusun dan dicoba penerapanya dan apabila terdapat kesalahan diperbaiki dan dicoba lagi sampai akhirnya dapat dijalankan hal ini kurang efektif dan efisien. Kendala utama dalam penyusunan jadwal adalah tidak semua tenaga pengajar adalah guru tetap yang selama satu hari jam kerja berada disekolah sehingga penyusunan jadwal mengacu pada ketersediaan waktu tenaga pengajar.Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplkasi sistem pendukung keputusan penjadwalan mata pelajaran. Dalam perancangan sistem ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) sebagai metode pengembangan sistem dan metode Technique For Other Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai metode pembobotan yang digunakan. Sistem ini mengakomodasi berbagai kriteria untuk menentukan prioritas. Nilai dari setiap kriteria yang dirumuskan mempertimbangkan beberapa faktor yang relevan seperti usia guru, status, tingkat pendidikan, jenis mata pelajaran, dan jabatanĀ  untuk menghasilkan jadwal di SMK Ciledug Almussadadiyah.
Rancang Bangun Sistem Informasi Penggajian Di Perguruan Tinggi Swasta Ridwan Setiawan; Andri Ikhwana; Adi Maulana Muhidin
Jurnal Algoritma Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.897 KB) | DOI: 10.33364/algoritma/v.14-2.373

Abstract

Penggajian atau pengelolaan gaji merupakan suatu proses tindakan balas jasa suatu organisasi kepada pegawai sebagai seorang yang memberikan sumbangan dalam tercapainya tujuan organisasi. Lamanya proses pembuatan slip gaji dan laporan dapat menghambat proses penggajian pegawai. Tujuan penelitian yaitu membangun sistem informasi penggajian yang berguna untuk membantu aktivitas bisnis kepegawaian perguruan tinggi dengan studi kasus di Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metodologi Rational Unified Process dengan fase inception, elaboration, dan construction. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan-rancangan sistem berupa diagram rancangan sistem dan program penggajian. Penelitian ini dibatasi sampai tahap construction pada metodolodi rekayasa perangkat lunak dan penggujian menggunakan metode blackbox testing dengan salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut sebagai sample pengambilan data. Sistem informasi penggajian ini dapat memudahkan dalam pengelolaan penggajian di perguruan tinggi dan sistem ini dapat dipakai di semua perguruan tinggi manapun dengan mengganti profil dari organisasi di sistem.
Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Inventaris Barang Berbasis Web Di Sekolah Tinggi Teknologi Garut Ridwan Setiawan; Andri Ikhwana
Jurnal Algoritma Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.114 KB) | DOI: 10.33364/algoritma/v.14-2.452

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi Pengelolaan Inventaris Barang berbasis Web di Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang dapat membantu dalam pengelolaan barang inventaris sehingga pembuatan laporan data barang inventaris menjadi lebih mudah. Metode perancangan yang digunakan adalah evolutionary web development yang merupakan metode pengembangan sistem berbasis web dengan tahapan yang meliputi: context analys, system architecture design, process model, project plan, website development, deployment dan evaluation & maintenance dan adapun tahapan yang penyusun gunakan hanya sampai website development. Dalam pemodelannya menggunakan unified modelling language dengan diagram yang digunakan meliputi : use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram. Penelitian ini dibatasi hanya pada pengelolaan data barang inventaris Sekolah Tinggi Teknologi Garut secara keseluruhan serta untuk pelaporannya berupa rekap terhadap setiap transaksi yang dilakukan dengan tahapan sampai pada fase website development pada metode evolutionary web development dan pengujian menggunakan black box testing. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan aplikasi inventaris barang berbasis web serta aplikasi inventaris barang berbasis web di Sekolah Tinggi Teknologi Garut, yang diharapkan data membantu memudahkan proses pengelolaan data inventaris barang terutama dalam pelaporan data barang.
Indentifikasi dan Mitigasi Risiko Rantai Pasok Susu Sapi Perah Andri Ikhwana; Firman Hari Subagja
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-2.1022

Abstract

Setiap proses kegiatan yang memiliki hubungan dengan aktivitas kegiatan dengan pihak lain selalu memiliki risiko terhadap pencapain kinerja dari kegiatan tersebut sehingga diperlukan upaya untuk mengenali setiap risiko yang muncul sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi dari setiap risiko tersebut melalui identifikasi risiko dan mitigasi pasa stiap rantai pasok kegiatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasok susu sapi perah beserta rancangan mitigasi risiko rantai pasoknya sehingga diharapkan dapat memberikan informasi memberikan data dan informasi mengenai risiko pada aktifitas rantai pasok susu sapi perah dan strategi mitigasi risiko dalam upaya mengurangi atau meminimalkan dampak risiko yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan pada kegiatan ini dilakukan secara deskriptif melalui aktivitas pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi kepada pihak yang berkaitan dengan aliran rantai pasok susu sapi perah, selanjutnya metode pengolahan data menggunakan Model Supply-Chain Operations Reference dan House of Risk yang terdiri dari 2 fase. Pengguaan Model Supply-Chain Operations Reference dilakukan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi risiko pada setiap aktifitas rantai pasok susu sapi perah yang kemudian menjadi input bagi House of Risk fase 1, selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat keparahan (Severity), tingkat kemunculan (Occurance) serta perhitungan nilai Agregate Risk Potential. House of Risk fase 2 yaitu penanganan/ mitigasi risiko. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 12 kejadian risiko dan 19 agen risiko pada supplier, 11 kejadian risiko dan 12 agen risiko pada proses manufactur. Terdapat 10 aksi mitigasi risiko pada pihak supplier dan 6 aksi mitigasi pada pihak manufactur yang dapat digunakan sehingga diharapkan dapat membantu proses mitigasi risiko pada rantai pasok susu sapi perah.
Indentifikasi dan Mitigasi Risiko Rantai Pasok Susu Sapi Perah Andri Ikhwana; Firman Hari Subagja
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-2.1022

Abstract

Setiap proses kegiatan yang memiliki hubungan dengan aktivitas kegiatan dengan pihak lain selalu memiliki risiko terhadap pencapain kinerja dari kegiatan tersebut sehingga diperlukan upaya untuk mengenali setiap risiko yang muncul sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi dari setiap risiko tersebut melalui identifikasi risiko dan mitigasi pasa stiap rantai pasok kegiatan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasok susu sapi perah beserta rancangan mitigasi risiko rantai pasoknya sehingga diharapkan dapat memberikan informasi memberikan data dan informasi mengenai risiko pada aktifitas rantai pasok susu sapi perah dan strategi mitigasi risiko dalam upaya mengurangi atau meminimalkan dampak risiko yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan pada kegiatan ini dilakukan secara deskriptif melalui aktivitas pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi kepada pihak yang berkaitan dengan aliran rantai pasok susu sapi perah, selanjutnya metode pengolahan data menggunakan Model Supply-Chain Operations Reference dan House of Risk yang terdiri dari 2 fase. Pengguaan Model Supply-Chain Operations Reference dilakukan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi risiko pada setiap aktifitas rantai pasok susu sapi perah yang kemudian menjadi input bagi House of Risk fase 1, selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat keparahan (Severity), tingkat kemunculan (Occurance) serta perhitungan nilai Agregate Risk Potential. House of Risk fase 2 yaitu penanganan/ mitigasi risiko. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 12 kejadian risiko dan 19 agen risiko pada supplier, 11 kejadian risiko dan 12 agen risiko pada proses manufactur. Terdapat 10 aksi mitigasi risiko pada pihak supplier dan 6 aksi mitigasi pada pihak manufactur yang dapat digunakan sehingga diharapkan dapat membantu proses mitigasi risiko pada rantai pasok susu sapi perah.
Penentuan Kriteria Pembentukan Kelompok Tani dalam Pengelolaan Kerja Sama UMKM Kopi Andri Ikhwana; Qonita Aini Fajrianti
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1159

Abstract

This study aims to determine the supporting criteria for the formation of cooperation and the financial feasibility of forming coffee farmer groups in Garut Regency. This study uses a quantitative descriptive methodology. Primary and secondary data are used in this study. Primary data were obtained through direct observation and interviews with coffee farmers in Garut Regency using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Hayami approaches. In order to find out the farmer's decision to determine the criteria in the formation of cooperation, the highest criteria weight was obtained, namely management, production, capital, and sustainable environmental monitoring. Business feasibility in the process of caring for trees up to the sale of grain in each farmer group (Mulyabakti Sukamanah, Berkahtani, and Muda Mandiri) that the profitability/profits obtained are 74%, and 3%. If the level of profit or profitability is > 0%, the business being run is profitable. Then the added value obtained from Mulyabakti Sukamanah is 63%, Berkahtani is 62%, and Muda Mandiri is 61%. Finally, the percentage of compensation for labor at Mulyabakti Sukamanah is 26%, Berkahtani is 26%, and Muda Mandiri is 97%. The results of this study indicate that farmers' decisions in forming farmer groups affect the financial feasibility of coffee farmers in Garut Regency.
Analisis dan Perancangan Perbaikan Sistem Manajemen Pergudangan Andri Ikhwana; Dewi Rahmawati; Viona Iswi Nurlestari
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1161

Abstract

The warehousing management system is one of the supporting factors for improving company performance through structuring the existing warehousing system at the company. The warehousing system includes how to store goods in the warehouse which must be accompanied by standard operating procedures so that every activity in the warehouse is better. The purpose of this study was to identify problems in warehousing activities accompanied by standard operating procedures for handling goods in the warehouse. This study uses a descriptive qualitative approach through distributing questionnaires supported by the results of interviews with the warehouse manager. The approach to identifying problems in the warehouse is by using a fishbone diagram and designing a warehouse management system improvement by designing a standard operating procedure for storing goods. The results of the study found that problems arise due to various factors including the condition of the workers, the warehouse environment, the method of handling goods in the warehouse and the type of material that is the object stored in the warehouse. Based on these problems, efforts are needed to improve the warehousing management system through the design of standard operating procedures for storing goods as guidelines or rules in carrying out warehousing activities. To support improvements in the arrangement of the warehouse management system, it is better to focus on the design of a standard operating system for storing goods in warehouses.
Penentuan Kriteria Pembentukan Kelompok Tani dalam Pengelolaan Kerja Sama UMKM Kopi Andri Ikhwana; Qonita Aini Fajrianti
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1159

Abstract

This study aims to determine the supporting criteria for the formation of cooperation and the financial feasibility of forming coffee farmer groups in Garut Regency. This study uses a quantitative descriptive methodology. Primary and secondary data are used in this study. Primary data were obtained through direct observation and interviews with coffee farmers in Garut Regency using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Hayami approaches. In order to find out the farmer's decision to determine the criteria in the formation of cooperation, the highest criteria weight was obtained, namely management, production, capital, and sustainable environmental monitoring. Business feasibility in the process of caring for trees up to the sale of grain in each farmer group (Mulyabakti Sukamanah, Berkahtani, and Muda Mandiri) that the profitability/profits obtained are 74%, and 3%. If the level of profit or profitability is > 0%, the business being run is profitable. Then the added value obtained from Mulyabakti Sukamanah is 63%, Berkahtani is 62%, and Muda Mandiri is 61%. Finally, the percentage of compensation for labor at Mulyabakti Sukamanah is 26%, Berkahtani is 26%, and Muda Mandiri is 97%. The results of this study indicate that farmers' decisions in forming farmer groups affect the financial feasibility of coffee farmers in Garut Regency.
Analisis dan Perancangan Perbaikan Sistem Manajemen Pergudangan Andri Ikhwana; Dewi Rahmawati; Viona Iswi Nurlestari
Jurnal Kalibrasi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.20-2.1161

Abstract

The warehousing management system is one of the supporting factors for improving company performance through structuring the existing warehousing system at the company. The warehousing system includes how to store goods in the warehouse which must be accompanied by standard operating procedures so that every activity in the warehouse is better. The purpose of this study was to identify problems in warehousing activities accompanied by standard operating procedures for handling goods in the warehouse. This study uses a descriptive qualitative approach through distributing questionnaires supported by the results of interviews with the warehouse manager. The approach to identifying problems in the warehouse is by using a fishbone diagram and designing a warehouse management system improvement by designing a standard operating procedure for storing goods. The results of the study found that problems arise due to various factors including the condition of the workers, the warehouse environment, the method of handling goods in the warehouse and the type of material that is the object stored in the warehouse. Based on these problems, efforts are needed to improve the warehousing management system through the design of standard operating procedures for storing goods as guidelines or rules in carrying out warehousing activities. To support improvements in the arrangement of the warehouse management system, it is better to focus on the design of a standard operating system for storing goods in warehouses.