nelitian ini menentukan kadar limbah Styrofoam terpilih pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dan mengevaluasi perubahan karakteristik Marshall dibandingkan campuran tanpa Styrofoam sebagai kontrol pada material lokal Sulawesi Utara. Eksperimen laboratorium menggunakan metode kering dengan kadar aspal terpilih 6,50%. Styrofoam ditambahkan sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal; tiga benda uji digunakan untuk setiap variasi. Parameter yang dievaluasi meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Campuran kontrol menghasilkan stabilitas 1.467,14 kg. Penambahan Styrofoam 2%, 4%, dan 6% menghasilkan stabilitas masing-masing 904,72 kg, 1.313,54 kg, dan 1.834,10 kg. Variasi 2% dan 4% memenuhi seluruh parameter Marshall yang dipersyaratkan, sedangkan variasi 6% tidak memenuhi persyaratan VIM, VFB, dan flow. Kadar 4% dipilih di antara variasi dengan Styrofoam karena memberikan stabilitas lebih tinggi daripada kadar 2% dan tetap memenuhi seluruh persyaratan, tetapi stabilitasnya tidak melampaui campuran kontrol. Pada agregat lokal dan prosedur pencampuran yang diuji, kadar Styrofoam 4% merupakan variasi tambahan yang paling sesuai berdasarkan kombinasi parameter Marshall. Temuan ini terbatas pada kondisi laboratorium dan komposisi material penelitian, sehingga pengujian durabilitas, ketahanan terhadap kelembapan, dan kinerja lapangan diperlukan sebelum penerapan yang lebih luas.