Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN TRAKTOR RODA DUA (HAND TRAKTOR) DI KABUPATEN SAMBAS (Studi Kasus pada UPJA Penerima Bantuan Traktor Roda Dua Tahun 2015) HERIYANSAH, HERIYANSAH; MUANI, ANI; ISYTAR, IBRAHIM
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v6i1.21587

Abstract

UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsiantan) as economic organization in rural area, which moves in the management and service, has purpose to get profit (profit making), managed based on economic scale, and market oriented.  The purpose of this present research are: 1) Knowing the financial appropriateness of soil tillage service using the hand tractor, and 2) Knowing the comperation of the farmers’ income with land soil tillage (Olah Tanah) system (OT) that using hand tractor and the farmers’ income without soil tillage (Tanpa Olah Tanah) system (TOT).  The present research that involved nine UPJA, 45 farmers using land maintenance service and 45 farmers whom not using land maintenance service, that spread out in five Sub-district in Sambas district, that are selakau, Selakau Timur, Pemangkat, Tebas an Jawai Sub-district. The data analyzed by two analysis tools that are: 1. The financial analysis with assessment indicators that an Net Present Value, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio, and Sensitivity Analysis.  2. The t-Test analysis.
Farmers' Perception and Engagement with the Role of Middlemen: A Case Study of the Vegetable Farmers Sudrajat, Jajat; Isytar, Ibrahim; Arifin, Nur
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 25, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of middlemen in rural areas is often controversial, particularly because of the positive or negative roles they play in the farmer livelihood. This study aims to understand the farmers' perception of the role of middlemen in facilitating their farming system and to find out the socioeconomic factors that determine to what degree farmers attach themselves to middlemen. To get this information, we conducted a case study survey of 92 respondents from the subdistrict of Rasau Jaya, Kubu Raya, West Kalimantan, Indonesia. Approximately 95% of the farmers had a positive perception of the role of the middlemen, which was considered important in the farm produce marketing and also the transportation of both fertilizer and crops. Older farmers, farmers with a higher education level, and farmers with more vegetable commodities were less attached to the middleman in the marketing of their agricultural products. These farmers often changed the middleman to get a higher price. Conversely, farmers producing sweet maize and farmers with a higher income level were more attached to a middleman. A high level of engagement with a middleman is one of the farmer strategies to avoid marketing risks.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGILINGAN PADI (RICE MILLING) DI KECAMATAN SEMPARUK KABUPATEN SAMBAS Musnita, Wiwik; Isytar, Ibrahim; A. Yusra, Abdul Hamid
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7444

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggilingan padi di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Semparuk dengan pertimbangan bahwa setiap desa di Kecamatan Semparuk merupakan salah satu daerah yang memiliki penggilingan padi yang cukup banyak di antara desa-desa pada kecamatan lain di Kabupaten Sambas. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden`. Pegambilan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha penggilingan padi di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas layak untuk diusahakan. Nilai NPV yang diperoleh Rp. 77.749.127, IRR 48,89 persen, dan Net B/C Rasio 2,25. Adapun waktu pengembalian modalnya selama dua tahun lima bulan. Kenaikan biaya operasional (terutama bahan bakar solar) dan penurunan benefit (terutama produk beras) sebesar 6,97 persen (berdasarkan rata-rata inflasi Bank Indonesia tahun 2013) usaha ini tidak layak untuk diusahakan. Kata kunci: Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas, Penggilingan Padi, Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return (IRR)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI DAGING AYAM BROILER (PEDAGING) DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Mufadilah, Mufadilah; Isytar, Ibrahim; A Yusra, Abdul Hamid
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43192

Abstract

ABSTRAKHarga daging ayam broiler cenderung meningkat sepanjang tahun namun kecenderungan peningkatan harga ini tidak selalu diikuti oleh penurunan permintaan daging ayam broiler sehingga perlu dianalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor seperti pendapatan, harga daging ayam, harga daging sapi, harga ayam buras, harga daging kambing dan harga telur terhadap permintaan daging ayam broiler di Kecamatan Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 18 for windows, menggunakan satu variabel terikat dan enam variabel bebas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2019. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan, harga daging ayam dan harga kambing secara parsial memberikan pengaruh nyata terhadap permintaan daging ayam broiler di Kecamatan pontianak utara pada tingkat kepercayaan 95% dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,610. Nilai koefisien pendapatan yaitu sebesar 0,655. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam broiler sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam sebesar 6,55%. Nilai koefisien harga daging ayam yaitu sebesar 0,199. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam broiler sebesar 1,99%. Nilai koefisien daging kambing yaitu sebesar 0,206. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam broiler sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam sebesar 2,06%. Kata Kunci : Permintaan, Daging Ayam Broiler, Pontianak Utara