Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REDESAIN MESIN GRINDDING DAN POLISH SEMI OTOMATIS INDRA SUKMANA, GALIH; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu logam adalah ilmu mengenai bahan-bahan logam dimana ilmu ini berkembang bukan berdasarkan teori saja melainkan atas dasar pengamatan, pengukuran dan pengujian. Salah satu pengujian material yaitu pengujian metalografi. Salah satu tahapan yang ada dalam pengujian metalografi yaitu Grinding dan Polish. Mesin grinding dan polish yang sudah ada butuh pengembangan dalam proses meratakan dan mengkilatkan permukaan spesimen, sehingga dengan ini judul mengenai redesain mesin grinding dan polish semi otomatis. Dari pengembangan mesin Redesain Mesin Grinding dan Polish Semi Otomatis dimulai dengan memperhitungkan rencana daya motor, memperhitungkan pulley dan sabuk V, memperhitungkan poros, memperhituungkan bantalan, pemilihan pompa dan pemilihan dimmer. Berdasarkan pengembangan yang didapatkan spesifikasi mesin menggunakan motor AC 0,5 PK 1400 rpm dengan daya 345 watt, diameter poros 25 mm dan menggunakan sistem transmisi pulley dan V-belt tipe A, kecepatan putar disk 2800 rpm, pompa yang digunakan Takari AT1600 26 watt output 1400 liter/ jam dan tinggi max 1,2 meter, untuk dimmer yang sesuai menggunakan dimmer 1500 watt. Kata Kunci: Mesin Grinding, Mesin Polish
PENGARUH VARIASI SUDUT KATUP PENDINGIN PADA PROSES GRINDING DAN PENAMBAHAN PASTA POLISH TERHADAP KUALITAS BENDA UJI GALIH SETIAWAN, FEBRI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetalografi merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik struktur makro dan mikro pada suatu logam. Agar dapat diamati di bawah mikroskop, maka diperlukan tahapan proses persiapan yang harus dilakukan sebelum dilakukan pengujian metalografi seperti proses amplas (grinding) dan pemolesan (polishing). Untuk mengetahui tingkat kehalusan permukaan hasil dari proses grinding maka dilakukan pengujian kekasaran permukaan (surface roughness test) dan untuk mengetahui kualitas permukaan hasil polishing dapat dilakukan pengujian tingkat kekilapan menggunakan sinar laser (hukum snellius). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, yaitu untuk mengetahui sebab akibat berdasarkan perlakuan yang diberikan pada saat penelitian. Material yang digunakan yaitu baja ST 41 dan aluminium A5052. Variasi tanpa cairan pendingin, variasi air dengan sudut katup nozzle 40º, 60 º, 90 º, dan pasta poles. Hasil uji kekasaran baja ST 41 menghasilkan nilai kekasaran tanpa air dan diberi air dengan variasi sudut katup 40º, 60º, 90º mengalami penurunan 0,961µm, 0,457µm, 0,366µm, 0,296µm, sedangkan pada aluminium A5052 nilai kekasarannya adalah 0,711µm, 0,547µm, 0,378µm, 0,236µm. Nilai kekasaran paling tinggi tanpa menggunakan cairan pendingin, sedangkan nilai paling rendah diberi cairan pendingin dengan variasi katup nozzle 90º. Pada uji kekilapan baja ST 41 didapat tanpa pasta polish 35lux, 54lux, 60lux, 78lux setelah ditambah pasta polish mengalami peningkatan dengan nilai 43lux, 61lux, 69lux, 97lux, sedangkan pada aluminium A5052 dengan hasil 65lux, 89lux, 140lux, 178lux, setelah ditambahkan pasta polish menghasilkan 77 lux, 103lux, 177lux, 182lux. Kata Kunci: Proses Grinding, Proses Polish, Surface Roughness Test
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN GRINDING DAN POLISH TERHADAP KUALITAS BENDA UJI PRADIPTO, BIMO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metalografi merupakan pengujian untuk melihat struktur permukaan, salah satunya adalah pengujian menggunakan mesin grinding dan polish. Pengujian ini untuk menghilangkan ketidakrataan dan untuk mengkilapkan permukaan pada benda uji sebelum dilakukan pengujian menggunakan pengujian kekasaran dan pengujian Kekilapan menggunakan sinar laser dan light meter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah besi baja karbon rendah ST41 Ø 30mm panjang 40mm dan Aluminium A5052 Ø 22mm panjang 40mm berbentuk silindris dengan kekasaran kertas amplas 800 menggunakan motor AC dengan variasi kecepatan 100rpm, 200rpm, 300rpm, 400rpm, dan waktu yang sudah ditentukan yaitu 125 second. Setelah diratakan permukaan benda uji dilakukan proses polishing dengan menggunakan kain bludru dan diberi pasta autosol dengan kecepatan yang sama. Dari pengujian grinding dan polishing ini didapat pada permukaan benda uji material baja karbon rendah St 41. Hasil terendah pengujian grinding terdapat pada spesimen pertama 1,135 µm dan hasil tertinggi terdapat pada spesimen keempat dengan 0,878 µm. Kemudian pengujian grinding dan polish pada material aluminium A5052 pada pengujian grinding hasil terendah terdapat pada spesimen pertama dengan 0,534 µm dan hasil tertinggi pada spesimen keempat dengan 0,302 µm. Dengan kekasaran kertas amplas 800 maka didapat permukaan benda uji semakin tinggi putaran mesin maka permukaan benda uji akan semakin rata dan mengkilap. Kata Kunci: kekasaran permukaan, kekilapan permukaan.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SUHU TEMPERING PADA BAJA PEGAS JIS SUP 9 TERHADAP IMPACT RIYAN PERMANA, EDO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransportasi merupakan faktor penting yang digunakan dalam berkendara. Dari hasil survei truk yang ada jumlahnya sudah mencapai lebih dari 6.841 unit, mobil beban atau truk besar jumlahnya mencapai lebih dari 211.890 unit. Kondisi kerja suspensi yang berat pada truck maka akan cepat mengalami kelelahan dan harus mengganti dengan yang baru. Untuk meningkatkan umur pakai baja pegas dilakukan penelitian pengaruh suhu tempering pada baja pegas JIS SUP 9 terhadap impact. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen (experimental research) yang bertujuan untuk mengetahui besarnya, nilai impact (uji takik) baja pegas hasil perlakuan panas tempering dengan variasi suhu. Variasi tempering atau pemanasan baja JIS SUP 9 yang digunakan yaitu suhu 420 C, 540 C dan 660 C. Dari hasil uji impact (nilai pukul takik) sebelum dan sesudah perlakuan panas tempering didapatkan hasil bahwa baja mengalami peningkatan. Nilai uji impact baja pegas sebelum perlakuan panas sebesar 1,221 kg.m/cm2 sedangkan setelah hasil perlakuan panas dengan suhu 420 C mengalamai peningkatan sebesar 1,389 kg.m/cm2, perlakuan panas dengan suhu 540 C mengalami peningkatan sebesar 2,462 kg.m/cm2 dan dengan perlakuan panas dengan suhu 660 C peningkatan sebesar 6,327 kg.m/cm2. Kata kunci: Baja Pegas, Suhu Tempering, Kekuatan Impact
PENGARUH ANNEALING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW BAJA SM490 NORMALIZING DAN TANPA NORMALIZING PADA BOGIE KERETA API DI PT.INKA MADIUN PRABAWANTO, BENI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogie merupakan salah satu komponen penting dalam kereta api, material yang dipakai dalam proses manufaktur pada bogie di PT.INKA Madiun adalah baja SM490. Masalah yang sering terjadi dalam proses manufaktur bogie adalah adanya tengangan sisa pada daerah HAZ yang menyebabkan sifat mekanis tidak sesuai dengan aplikasi bogie, Proses perlakuan panas Normalizing dan Annealing diharapkan mampu memperbaiki sifat mekanis pada daerah HAZ, Metode penelitian yang digunakan adalah perlakuan panas Normalizing annealing dan Non normalizing annealing dengan memvariasikan temperature pemanasan 6000C, 7000C dan 8000C pada daerah HAZ. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh prosentase ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature, serta bantuk struktur ferrite dan pearlite yang berbeda pada masing-masing temperature. Hasil dari pengujian kekerasan rockwell pada daerah HAZ nilai kekerasan tertinggi didapat pada Non normalizing annealing pada temperature 6000C dengan nilai kekerasan 30,5 HRC dan nilai kekerasan terendah didapat pada Normalizing annealing pada temperature 8000C dengan nilai 27,9 HRC. Hasil pengujian impact pada daerah HAZ nilai impact tertinggi didapat pada temperature 7000C Normalizing annealing dengan nilai impact 33,96 J/mm2 sedangkan nilai impact terendah pada temperature 6000C Non normalizing annealing dengan nilai impact 22,73 J/mm2.
ANALISIS PEMBEBANAN STATIK DAN DINAMIK PADA PENGEMBANGAN AXLE MAIN LANDING GEAR PESAWAT BOEING 737-800 MENGGUNKAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT AINUN ALFATH, SYUKRI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axle maian landing gear merupakan komponen penting pada pesawat udara, karena axle landing gear berfungsi untuk menopang beban pesawat pada saat, parking, taxing, dan landing. Dibutuhkan pengembangan desain axle landing gear yang lebih baik karena diketahui bahwasanya masih ada kegagalan pada saat pengoprasian, hal tersebut dikarenakan oleh pembebanan yang terlalu sering pada titik kritis tegangan. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dengan cara menambahkan gusset pada titik kritis tegangan yaitu pada titik lengan axle landing gear. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi besar sudut gusset terhadap tegangan maximum, ditribusi tegangan, dan titik kritis tegangan dengan variasi pengujian axle normal dan axle gusset bersudut 700. Dilakukan pengujian dengan cara memberikan dua jenis gaya yaitu statis sebesar 31.986, 08 N dan 320.601,035 N untuk dinamis. Simulasi numerik menggunakan metode finite element menggunakan software Autodesk Nastran, dan Solidwork untuk pembanding sehingga didapatkan data perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tegangan von mises turun . Untuk pengujian axle normal didapatkan tegangan sesar 552,5 Mpa untuk statis dan 751,5 Mpa untuk dinamis, serta displacement total untuk satis sebesar 4,43 mm dan 4,71 mm untuk dinamis gushet baik penguhian statis dan dinamis niali tegangan axle sudut gusset 700 yaitu sebesar 484,4 Mpa untuk pengujian dinamis yaitu sebesar 556,9 Mpa. Selain nilai tegangan hasil simulasi menunjukan besar displacement atau pergeseran, nilai displacement total terendah berda pada sudut 700 yaitu sebesar 4,09 mm untuk statis dan 4,25 mm untuk dinamis Kata kunci : FEA, Axle Landing Gear, Tegangan von mises, Displacement
STUDI EKSPERIMEN PENAMBAHAN TEMPERATUR PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKASARAN DAN KEKERASAN PERMUKAAN JAUHARI, FAJAR; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hot turning adalah metode pemesinan yang dilakukan pada peralatan mesin konvensional di mana benda kerja dipanaskan sebelum operasi pemotongan dilakukan dan dengan demikian mengurangi kekuatan gesernya. Pelunakan benda kerja adalah metode yang lebih efektif daripada memperkuat alat pemotong dalam mesin konvensional. Dampak dari proses penambahan temperatur juga akan mempengaruhi sifat material, bahwa fase atau struktur dari logam berubah dengan kenaikan temperatur yang dengan sendirinya mempunyai konsekuensi terhadap sifat-sifat mekanisnya seperti : tarik, tekan, geser, puntir, lengkung dan tekuk, termasuk juga kekerasan pada material. Proses hot turning dilakukan pada temperatur 300-320°C menggunakan AISI 4140 dengan kekerasan 44 HRC. Hasil pengujian kekasaran permukaan menunjukkan bahwa proses hot turning menghasilkan penurunan kekasaran dari teoritisnya yaitu 3,401 µm. Hasil pengujian kekerasan permukaan terlihat bahwa proses hot turning menghasilkan penurunan kekerasan sebesar 42,4 HRC. Kata kunci : Hot Turning, Baja AISI 4140, Kekasaran Permukaan dan Kekerasan Permukaan. Abstract Hot turning is a machining method carried out on conventional machine tools where the workpiece is heated before the cutting operation is carried out and thus reduces its shear strength. Softening workpieces is a more effective method than strengthening cutting tools in conventional machines. The impact of the process of adding temperature will also affect material properties, that the phase or structure of the metal changes with increasing temperature which in itself has consequences for mechanical properties such as: tensile, pressing, shearing, twisting, bending and bending, including hardness in the material . The hot turning process is carried out at temperatures of 300-320 ° C using AISI 4140 with a hardness of 44 HRC. The results of surface roughness testing showed that the hot turning process resulted in a decrease in roughness from the theoretical level of 3.401 µm. The results of the surface hardness test showed that the hot turning process resulted in a decrease in hardness of 42.4 HRC. Keywords : Hot Turning, AISI 4140 Steel, Surface Roughness and Surface Hardness..
PENGARUH MEDIA PENDINGIN PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKERASAN DAN KEAKURASIAN DIMENSI , RAVIANTO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pemesinan selalu tidak terlepas dengan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi suatu produk. Salah satu dari mesin produksi yang umum digunakan di industri adalah mesin bubut ada beberapa metode yang digunakan untuk membubut benda kerja salah satunya adalah proses hot turning. Proses hot turning akan berpengaruh terhadap tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Jenis media pendingin akan mempengaruhi tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Sehingga perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi media pendingin proses hot turning terhadap tingkat kekerasan dan akurasi dimensi permukaan baja AISI 4140. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin pada proses hot turning menggunakan LPG Heating System terhadap kekerasan dan akurasi dimensi baja AISI 4140. Manfaat dalam penelitian ini dapat dijadikan refrensi sebagai acuan untuk melakukan proses pemesinan dengan metode hot turning, khususnya mesin bubut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen, menggunakan baja AISI 4140, dengan ukuran diameter 22 mm dan Panjang 150 mm yang berjumlah 9 buah benda kerja. Proses hot turning menggunkan mesin bubut konvensioanal dan pembubutan rata muka. Variabel bebas pada penelitian antara lain, air, air garam dan temperatur 740-7600C. Sedangkan variabel terikatnya adalah kekerasan dan keakurasian dimensi. Kemudian dari 9 benda kerja tersebut masing-masing benda kerja ditentukan 3 titik untuk dilakukan uji kekerasan permukaan dan 3 titik untuk dilakukan uji keakurasian dimensi permukaan. Dari hasil nilai kekerasan proses hot turning tanpa perlakuan sebesar 45,45 HRC. Sedangkan nilai kekerasan benda kerja paling tinggi ialah media pendingin air garam dengan kekerasan sebesar 59,79 HRC dengan kenaikan 29,81% dan kekerasan paling kecil diperoleh oleh media pendingin air dengan kekerasan sebesar 57,80 HRC dengan kenaikan 27,17%. Sedangkan media air garam menghasilkan perubahan akurasi dimensi yang paling besar dengan penyimpangan 0.11 mm bila dibandingkan dengan air. Kata kunci : Hot Turning, Variasi Media Pendingin,Kekerasan, dan Akurasi Dimensi. Abstract The machining process is always inseparable from the tools used to produce a product. One of the production machines commonly used in industry is a lathe, there are several methods used to turn workpieces one of which is a hot turning process. The hot turning process will affect the level of hardness and the dimensional accuracy of the workpiece surface. The type of cooling media will affect the level of hardness and the dimensional accuracy of the workpiece surface. So it is necessary to examine how the effect of cooling media variations on hot turning process on the level of hardness and surface dimensions accuracy of AISI 4140 steel. The purpose of this study was to determine the effect of cooling media on the hot turning process using LPG Heating System for hardness and dimensional accuracy of AISI 4140 steel. this research can be used as a reference as a reference for the machining process with the hot turning method, specifically a lathe. The research method used was the experimental method, using AISI 4140 steel, with a diameter of 22 mm and a length of 150 mm which amounted to 9 pieces of workpiece. The hot turning process uses conventional lathes and flat turning. The independent variables in the study included water, salt water and temperature 740-7600C. While the dependent variables are dimensional violence and accuracy. Then from the 9 workpieces, each workpiece is determined by 3 points for surface hardness testing and 3 points for surface dimension accuracy tests. From the results of the hardness value of the untreated hot turning process is 45.45 HRC. While the highest value of workpiece hardness is salt water cooling media with a hardness of 59.79 HRC with an increase of 29.81% and the smallest hardness obtained by water cooling media with a hardness of 57.80 HRC with an increase of 27.17%. Whereas salt water media produces the greatest change in dimensional accuracy with a deviation of 0.11 mm when compared to water. Keywords : Hot Turning, Cooling Media Variation, Hardness, and Dimensional Accuracy.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH KECEPATAN MAKAN PADA PROSES HOT TURNING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN AKURASI DIMENSI MATERIAL AISI 4140 MENGGUNAKAN LPG HEATING SYSTEM CHRISTIAN NINGRUM, DEVY; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses hot turning adalah proses pembubutan material dengan penambahan pemanasan dimana untuk menjadikan material lebih lunak dengan mengurangi kekuatan gesernya dan mengurangi biaya pemesinan. Pelunakan benda kerja adalah metode yang lebih efektif daripada memperkuat alat pemotong dalam mesin konvensional. Pada proses hot turning dengan kenaikan temperatur permukaan pada benda kerja, hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan benda kerja. Variasi feeding yang berbeda juga mempengaruhi terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan benda kerja, Sehingga menimbulkan permasalahan yaitu bagaimana pengaruh variasi kecepatan makan pada proses hot turning terhadap tingkat kekasaran dan akurasi dimensi permukaan baja AISI 4140. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan makan 0.04 mm/min, 0.09 mm/min, 0.14 mm/min dengan penambahan temperatur. Benda kerja yang digunakan pada proses hot turning adalah AISI 4140 dengan kekerasan 44 HRC. Sesudah proses dilakukan, selanjutnya pada benda kerja dilakukan pengujian kekasaran permukaan dan keakurasian dimensi. Hasil pengujian kekasaran permukaan menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan makan pada proses hot turning maka hasil tingkat kekasaran rendah. kekasaran paling rendah didapat pada feeding 0.04mm/min yaitu 1,783 µm, sedangkan nilai kakasaran permukaan yang paling tinggi didapat pada feeding 0.14mm/min yaitu 3,882 µm. Penurunan tingkat kekasaran diiringi juga dengan penurunan keakurasian dimensi. Kata kunci: Hot Turning, LPG Heating System, Kekasaran Permukaan dan Keakurasian Dimensi
PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN WALUYO UTOMO, NUGROHO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH KOMPOSISI BACKING GAS ARGON (99%) DAN BACKING GAS H2N2 (20%-80%) PADA PROSES PENGELASAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SA 312 TP 304 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN Nama : Nugroho Waluyo Utomo NIM : 16050754091 Program Studi : S-1 Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Akhmad Hafizh Ainur R., S.T., M.T. Dapat kita ketahui tingkat kekerasan sambungan las GTAW dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain adalah penggunaan backing gas dan penggunaan kawat pengisi (filler rod). Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel, grafik, dan foto, kemudian diuji hipotesisnya dengan menggunakan uji-t. Jumlah spesimen yang digunakan sebanyak 4 spesimen, yang berbeda komposisi backing gas nya. Selanjutnya spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipa stainless steel SA 312 TP 304 yang dilas GTAW dan diuji struktur mikro pada daerah logam induk dan logam las kemudian diuji kekerasan sebanyak tiga pada setiap daerah uji dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukkan uji struktur mikro pada daerah logam induk (base metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 didominasi struktur kristal fasa austenite. Sedangkan pada daerah logam las (weld metal) spesimen A1 A2 dan spesimen B1 B2 terjadi perubahan pada fasa struktur kristalnya yaitu fasa ferrite dan bainit. Pada uji kekerasan daerah BM (Base Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas nitrogen (H2N2) (20%-80%), Pada uji kekerasan daerah HAZ (Heat Affected Zone) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 53,9 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%), Pada uji kekerasan daerah WM (Weld Metal) nilai tertinggi diperoleh dengan nilai 56,2 Kg pada backing gas argon (Ar) (99%). Hal ini diperkuat berdasarkan hasil analisis parametrik normalitas dan homogenitas dengan hasil > 0,05 yang berarti data normal-homogen dan pada uji t, terlihat bahwa backing gas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekerasan karena nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: Backing Gas, Stainless Steel SA 312 TP 304, Struktur mikro, dan Nilai kekerasan